Andre Rosiade Kawal Percepatan Infrastruktur Sumbar Bareng Menteri PU

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:06:21 WIB
Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade Bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo.(Sumber:NET)

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mengadakan pertemuan susulan dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo.Diskusi ini berfokus pada upaya mempercepat perbaikan dan pembangunan berbagai fasilitas infrastruktur di wilayah Sumatera Barat.

Agenda tersebut berlangsung di kantor Kementerian PU di Jakarta pada Rabu (12/8/2026).Andre menjelaskan bahwa pihak Kementerian PU terus merealisasikan agenda rekonstruksi serta rehabilitasi sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat bagi daerah terdampak bencana.

"Pagi ini, 12 Agustus 2026, kami kembali bertemu dengan Pak Menteri PU dalam rangka berdiskusi dan membahas percepatan pembangunan infrastruktur Sumatera Barat," kata Andre.

Ia menyebutkan bahwa beberapa proyek vital di Sumbar terus dipantau agar pengerjaannya cepat terlaksana.Satu di antaranya ialah pembenahan jalur Payakumbuh-Sitangkai yang sebelumnya ditangani lewat skema Inpres Jalan Daerah (IJD) 2025-2026.

"Payakumbuh-Sitangkai itu sudah selesai di IJD 2025-2026. Selanjutnya, Pak Menteri akan membangun Sitangkai-Guguak Cino," ujar Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Dirinya mengungkapkan bahwa perbaikan trayek Sitangkai-Guguak Cino-Batusangkar telah diajukan dalam skema IJD dengan perkiraan dana senilai Rp 37 miliar.Ia turut menegaskan bahwa pengerjaan Jalan Lingkar Utara Kota Solok masuk ke dalam skala prioritas.Proyek itu sudah diusulkan melalui IJD senilai kurang lebih Rp 49 miliar dan ditargetkan mulai digarap pada 2027.

"Untuk masyarakat Kota Solok yang ditunggu-tunggu jalan lingkar utara, insyaallah akan dibangun. Kami sedang menunggu persetujuan IJD dari Pak Menteri," katanya.

Ia pun meminta pemerintah pusat segera menggarap lintasan Kapujan-Rimbo Data di Kabupaten Pesisir Selatan sebagai pembuka akses ke Garabak Data.Jalur ini telah masuk usulan IJD dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 26 miliar.

Andre menerangkan bahwa selain sarana jalan, pembenahan beberapa jembatan juga menjadi prioritas utama.Jembatan Anduriang yang berada di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, dan sempat rusak kini telah menyelesaikan tahap DED serta diusulkan masuk penganggaran 2027 sebesar Rp 47 miliar.

Andre juga menyampaikan rencana pembuatan ulang Jembatan Kalawi-Limau Manis yang terdampak bencana beserta Jembatan Bintang Tujuah.Terkait Jembatan Bintang Tujuah, pengurusan berkas administrasi seperti AMDAL hingga izin pinjam pakai kawasan sudah tuntas sehingga ditargetkan bisa digarap pada awal 2027.

Di sisi lain, skema Jembatan Gantung serta pembuatan Jalan Bidan Dona di Kabupaten Pasaman masih menanti pengalokasian dana DIPA 2026.Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa kawasan Sumatera Barat menjadi salah satu area fokus perhatian pemerintah untuk pemulihan pascabencana.

"Pembangunan di daerah-daerah yang terkena dampak bencana harus kami utamakan, terutama jembatan dan jalan," kata Dody.

Andre berkomitmen akan terus memantau program dari pemerintah pusat supaya kucuran dana pembangunan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Sumbar.

"Kami akan buktikan triliunan rupiah setiap tahun mengucur ke Sumbar untuk membangun dan memperbaiki Sumatera Barat," tegasnya.

Dody menyampaikan bahwa Kementerian PU juga siap memaksimalkan program padat karya dalam pengerjaan rehabilitasi serta rekonstruksi ini.Di samping mempercepat pemulihan sarana fisik, skema ini diharapkan mampu memulihkan roda perekonomian warga di lokasi bencana.

Terkini