Kekeringan di Pangandaran, Kemensos Kirim Tangki Air dan Tandon

Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:04:37 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan air bersih bagi ribuan warga terdampak kekeringan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.(Sumber:NET)

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mendistribusikan bantuan air bersih untuk ribuan warga yang terkena dampak kekeringan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sejak Mei 2026.

Data terbaru per Rabu (12/8/2026) menunjukkan 7.973 jiwa atau 2.681 kepala keluarga terdampak krisis air bersih.Jumlah tersebut tersebar di 22 desa yang berada pada sembilan kecamatan di Kabupaten Pangandaran.

"Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih, Kemensos telah mengerahkan 1 unit truk tangki air serta menyalurkan 6 unit tandon dan 6 paket penjernih air," ujar Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Kamis (13/8/2026).

Gus Ipul menjelaskan, bantuan tersebut difungsikan untuk menunjang distribusi sekaligus menyediakan lokasi penampungan air bagi masyarakat.Sebab, kekeringan di Pangandaran semakin meluas akibat hujan yang tak kunjung turun di sejumlah wilayah.

"Kemensos sudah menyalurkan berbagai bantuan pemenuhan air bersih. Sekarang distribusi terus dilakukan ke wilayah terdampak agar kebutuhan air bersih warga terdampak tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung," kata Gus Ipul.

Penyaluran air bersih sekaligus peletakan tandon air dan pemasangan instalasi penjernih air dilaksanakan di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak.

Selain memasok air bersih lewat truk tangki, petugas menempatkan tandon dan memasang instalasi penjernih air supaya bantuan yang diterima warga dapat ditampung serta dimanfaatkan secara aman.

Saat ini, kekeringan memicu krisis air di Kecamatan Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya.

Dampak yang tergolong besar di antaranya melanda Cimerak sebanyak 2.561 jiwa, Kalipucang 2.231 jiwa, serta Parigi 1.708 jiwa terdampak.

"Kemensos bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi," ucapnya.

Gus Ipul memastikan, penyaluran air bakal terus disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan warga.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan petugas di lapangan untuk melihat titik-titik yang perlu segera ditangani," ucapnya.

Bukan cuma menyalurkan bantuan, Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) bersama Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran serta Tagana terus mendata dan memverifikasi warga terdampak beserta kebutuhan mendesak di setiap lokasi.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran sendiri telah memberlakukan status tanggap darurat kekeringan selama 90 hari, terhitung dari 3 Juli sampai 30 September 2026.

Pengiriman air bersih masih terus berjalan menggunakan armada truk tangki Kemensos, termasuk di wilayah Kecamatan Cimerak.

Upaya penanganan ini dikerjakan secara bersama oleh Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran, Tagana, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, hingga masyarakat serta relawan.

Terkini