Tingkatkan Transparansi Dana BOS, Bank Sumut Gandeng Disdik Sumut

Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:05:04 WIB
Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah.(Sumber:NET)

MEDAN - Bank Sumut bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara memperkokoh sistem pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), termasuk Dana BOS, lewat penerapan transaksi non-tunai serta modernisasi tata kelola keuangan sekolah berbasis digital.

Upaya ini direalisasikan melalui kegiatan sosialisasi SUMUT Net Corporate, Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah), dan Program Kemitraan Sekolah yang diselenggarakan di Aula Kantor Bank Sumut, Medan, pada 10-11 Agustus 2026.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menyampaikan bahwa penerbitan sistem digital pada pengelolaan keuangan sekolah merupakan langkah vital untuk menciptakan tata kelola yang terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, hemat waktu, serta mudah dipantau.

Ia menilai bahwa taraf kualitas pendidikan tak hanya bergantung pada dinamika kegiatan belajar mengajar maupun ketersediaan sarana prasarana, melainkan juga ditentukan oleh mutu manajemen anggaran di tingkat satuan pendidikan.

“Sekolah yang baik membutuhkan tata kelola yang baik. Pengelolaan keuangan harus transparan, administrasinya tertib, dan didukung sistem yang mampu membuat pekerjaan lebih cepat, efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan,” kata Heru.

Ia memaparkan bahwa SUMUT Net Corporate memfasilitasi pihak sekolah untuk mengeksekusi transaksi keuangan secara elektronik, sehingga proses pengerjaan pembayaran maupun pemindahan dana dapat berlangsung lebih sigap, aman, dan tercatat dengan rapi.

Di sisi lain, platform SIPLah dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas pengadaan barang serta jasa sekolah supaya berjalan selaras dengan regulasi, lebih teratur, efisien, dan terbuka.

Heru menegaskan bahwa kedudukan Bank Sumut tidak terbatas sebagai penyedia fasilitas perbankan semata, melainkan juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membenahi tata kelola pendidikan melalui adopsi teknologi digital.

“Digitalisasi harus membuat pengelolaan anggaran semakin mudah sekaligus semakin akuntabel,” ujarnya.

Heru berpandangan bahwa efektivitas implementasi sistem digital tidak cuma bertumpu pada keunggulan teknologi, namun juga ditentukan oleh kesiapan para sumber daya manusia.

Oleh karena itu, Bank Sumut bakal meneruskan program ini melalui agenda bimbingan teknis bagi para kepala sekolah, bendahara, serta operator BOS agar mahir mengoperasikan sistem tersebut secara maksimal.

Penerapan skema transaksi non-tunai ini dilaksanakan bertahap, menjangkau sekolah negeri hingga swasta di bawah binaan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Terang Dewi Susanti Ujung menganggap transaksi non-tunai sebagai instrumen krusial untuk mendongkrak keterbukaan dan akuntabilitas tata kelola keuangan sekolah.

Ia menyebutkan bahwa tiap transaksi yang terekam secara digital bakal mempermudah mekanisme pengawasan, mempertegas administrasi keuangan sekolah, serta menekan potensi timbulnya kekeliruan dalam eksekusi anggaran.

“Jadikan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas layanan, bukan sekadar memenuhi tuntutan administrasi,” kata Terang.

Sinergi antara Bank Sumut dan Dinas Pendidikan Sumut ini diharapkan dapat memperketat pengawasan pemanfaatan Dana BOS maupun Dana BOSP, sehingga tiap rupiah alokasi dana pendidikan dapat dikelola dengan penuh tanggung jawab dan tepat sasaran guna menyokong kemajuan mutu pendidikan di Sumatera Utara.

Terkini