Progres Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen Dipacu untuk Nataru 2027

Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:53:15 WIB
Ilustrasi Pembangunan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo.(Sumber:NET)

YOGYAKARTA - PT Jasa Marga mempercepat penyelesaian proyek Jalan Tol Jogja-Solo serta Jogja-Bawen dengan target mulai dapat beroperasi pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2027.

Pembukaan rute bebas hambatan ini ditujukan guna mempermudah pergerakan masyarakat, mendorong roda perekonomian, serta memperkokoh keterhubungan wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Capaian konstruksi Tol Jogja-Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 km sudah menyentuh 92,54% per 24 Juni 2026.

Di samping itu, pengerjaan fisik Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 km berhasil melampaui target dengan angka 98,68% per 3 Juli 2026 dan diproyeksikan beroperasi pada akhir tahun 2026, sementara pembebasan lahan Akses Bokoharjo telah menembus 99,38% per 1 Juli 2026.

Langkah percepatan fisik ini ditopang oleh tuntasnya seluruh berkas Rencana Teknik Akhir (RTA).

"Berdasarkan data per 24 Juni 2026, progres fisik Jalan Tol Jogja-Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 km telah mencapai 92,54% atau berada di atas target dengan deviasi positif 0,20%," kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono.

Direktur Utama Jasa Marga melanjutkan penjelasan mengenai kelengkapan dokumen proyek tersebut.

"Dengan rampungnya seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA), proyek ini siap untuk segera dieksekusi secara masif agar dapat beroperasi tepat waktu," jelas Rivan A Purwantono.

Guna menghindari penumpukan kendaraan di Jalan Adisutjipto, pembangunan Akses Bokoharjo difokuskan dari Exit Tol Purwomartani menuju wilayah selatan DIY yang terhubung dengan Yogyakarta Outer Ring Road (YORR) 2 serta rute alternatif Prambanan-Gading.

"Pengembangan akses ini kami lakukan agar distribusi lalu lintas tidak terpusat di Jalan Adisutjipto, sekaligus memperkuat konektivitas menuju wilayah selatan DIY seperti Bantul dan sekitarnya. Kami menargetkan akses ini dapat dipersiapkan untuk beroperasi fungsional dalam mendukung kelancaran arus Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta Lebaran 2027," ujar Rivan A Purwantono.

Upaya penguatan koordinasi dilakukan melalui audiensi jajaran Direksi Jasa Marga bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta pada Kamis (06/08), serta kunjungan kerja ke Gerbang Tol Purwomartani mendampingi Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih pada Rabu (05/08).

"Akses ini akan menjadi gerbang utama yang mempermudah mobilitas wisatawan menuju klaster destinasi favorit seperti Istana Ratu Boko, Candi Prambanan, hingga Tebing Breksi. Kami berharap kehadiran akses ini dapat menjadi pintu masuk tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, sehingga sektor pariwisata Yogyakarta dan Gunungkidul berkembang secara berkelanjutan," tambah Rivan A Purwantono.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyambut positif laporan perkembangan infrastruktur jalan tol tersebut dan menekankan pentingnya menjaga standar kualitas pembangunan.

"Dari Jasa Marga menyampaikan laporan kemajuan pembangunan tol yang diharapkan bisa dipercepat, termasuk pembebasan lahan. Laporan sejauh ini tidak ada masalah. Yang terpenting bagi saya adalah kualitas pekerjaannya baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Terkini