Konsumsi dan Konstruksi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu 5,11 Persen

Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:35:04 WIB
Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal.(Sumber:NET)

PALEMBANG - Perekonomian Provinsi Bengkulu pada triwulan II/2026 tumbuh 5,11% secara tahunan (year-on-year/yoy) atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,99%.Kinerja tersebut ditopang konsumsi rumah tangga yang tetap solid serta percepatan pembangunan infrastruktur yang mendorong sektor konstruksi tumbuh dua digit.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bengkulu Win Rizal mengatakan produk domestik regional bruto (PDRB) Bengkulu atas dasar harga konstan (ADHK) pada triwulan II/2026 mencapai Rp15,35 triliun, meningkat dari Rp14,60 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp31,36 triliun, naik dibandingkan Rp28,44 triliun pada triwulan II/2025.

"Demikian menurut yoy, (perekonomian) Bengkulu tumbuh 5,11%. Artinya ekonomi terus bergerak dan terus menguat," ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Dari sisi lapangan usaha, penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 14,29%.Namun, sektor tersebut hanya memiliki pangsa 2,05% terhadap struktur ekonomi Bengkulu.Pertumbuhan tinggi juga dicatat sektor konstruksi sebesar 14,05%, disusul pertambangan dan penggalian sebesar 11,12%.

Adapun berdasarkan struktur PDRB, pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Bengkulu dengan pangsa 31,33%, meski hanya tumbuh 2%.

Selanjutnya, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor memiliki pangsa 13,22% dengan pertumbuhan 4,61%, sedangkan sektor transportasi dan pergudangan berkontribusi 9,85% dan tumbuh 6,20%.

Win menjelaskan, pertumbuhan sektor perdagangan didorong meningkatnya penjualan kendaraan, naiknya volume perdagangan selama Festival Tabot, serta meningkatnya transaksi ternak pada Hari Raya Iduladha.

Sementara itu, pertumbuhan sektor konstruksi didukung pelaksanaan program prioritas nasional pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pembangunan Sekolah Rakyat, serta revitalisasi objek wisata Danau Dendam Tak Sudah.

Adapun sektor transportasi dan pergudangan terdorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama Festival Tabot, Iduladha, dan libur sekolah.

Selain itu, normalisasi alur pelayaran meningkatkan jumlah penumpang, penerapan sistem drop tank mendongkrak operasional Pelabuhan Pulau Baai, serta meningkatnya aktivitas perdagangan daring.

"Melihat dari share dan pertumbuhan, pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang sebesar 5,11% bersumber dari sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor," terang Win.

Dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,58%, diikuti konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 8,21%, serta pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 6,01%.

Meski demikian, Distribusi terbesar berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 59,48%, diikuti pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 35,77% dan konsumsi pemerintah sebesar 17,48%.Sementara itu, impor tercatat sebesar 47,04% sebagai faktor pengurang dalam penghitungan PDRB.

"Semua komponen tumbuh positif, dan dari pertumbuhan ekonomi 5,11% sumber tertinggi yakni dari pengeluaran konsumsi rumah tangga yang sebesar 3,40%," katanya.

Secara keseluruhan, Win menilai perekonomian Bengkulu pada triwulan II/2026 tetap bertumbuh positif dengan dukungan utama dari aktivitas ekonomi domestik, terutama perdagangan, konstruksi, transportasi, dan pertanian.

Terkini