BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) gencar mengorkestrasi arah pembangunan daerah secara terpadu guna merealisasikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8,1 persen pada tahun 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti, sewaktu menjadi pembicara dalam acara Bincang Santai Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan bersama insan pers di Banjarmasin, Selasa (4/8/2026).
Suprapti menerangkan, Bappeda bertindak sebagai pengampu utama yang mengoordinasikan segenap perencanaan pembangunan dengan menyinkronkan RPJMD, visi dan misi Gubernur Kalimantan Selatan, sepuluh janji kepala daerah, serta program kerja dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Seluruh kebijakan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah harus bergerak dalam satu arah yang sama. Bappeda memastikan seluruh program SKPD selaras dengan RPJMD sehingga target pembangunan dapat tercapai secara efektif,” ujarnya.
Ia menuturkan, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), beragam indikator makro pembangunan memperlihatkan tren positif dalam kurun dua tahun belakangan.
Menurunnya angka kemiskinan, pengangguran terbuka, hingga angka prevalensi stunting menjadi cermin keberhasilan pembangunan yang juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Walau begitu, menurut pandangannya masih terdapat perbedaan sudut pandang di tengah masyarakat mengenai capaian pembangunan yang telah didapat.
“Data resmi dari BPS menjadi acuan pemerintah dalam mengukur keberhasilan pembangunan. Tidak semua masyarakat memiliki persepsi yang sama, namun indikator statistik menunjukkan tren yang terus membaik,” jelasnya.
Guna menopang target pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah memfokuskan alokasi anggaran pada pembangunan infrastruktur dasar yang disatukan dengan program penguatan ekonomi daerah, termasuk pemberian bantuan keuangan bernilai Rp500 juta untuk tiap kabupaten dan kota.
Pelaksanaan pembangunan tersebut dijalankan lewat pembagian tiga klaster wilayah, yaitu Banjarbakula, Sentuhan Bersujud, dan Banua Anam yang dipoles selaras dengan karakteristik dan potensi unggulan tiap-tiap daerah.
Berdasarkan penuturan Astuti, taktik tersebut bakal memperkokoh pemerataan pembangunan sekaligus menyokong beragam proyek strategis daerah, termasuk pematangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kalimantan Selatan.
Di samping pembangunan fisik, Bappeda turut menggelar evaluasi terhadap segenap SKPD lewat bermacam indikator kinerja, mulai dari realisasi program, daya serap anggaran, hingga keselarasan dengan RPJMD serta rencana strategis perangkat daerah.
“Hasil evaluasi ini menjadi dasar laporan kepada Gubernur sekaligus instrumen untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target yang telah direncanakan,” katanya.
Ia mengimbuhkan, seluruh capaian pembangunan kelak bakal bermuara pada data statistik yang dipublikasikan BPS sebagai tolok ukur objektif atas keberhasilan pembangunan daerah.
“Seluruh pembangunan yang dilakukan tetap mengacu kepada RPJMD sebagai pedoman utama. Dengan demikian, pembangunan berjalan terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.