Pencuri Kabel Jembatan Barelang Ditangkap, Rugikan Negara Rp400 Juta

Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:47:26 WIB
Polresta Barelang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan dan perusakan fasilitas pelayanan publik di kawasan Jembatan Raja Ali Haji Fisabilillah.(Sumber:NET)

BATAM - Polisi berhasil membongkar kasus pencurian dan perusakan fasilitas publik yang terjadi di Jembatan I Barelang, Batam, Kepulauan Riau.Seorang pria berinisial TS berhasil diringkus petugas usai diduga berkali-kali menggasak kabel dan besi milik pemerintah tersebut.

Pengungkapan perkara ini berawal dari viralnya rekaman video aksi pencurian kabel di Jembatan I Barelang di media sosial.Petugas lantas bergerak melakukan penyelidikan usai menerima laporan resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kepulauan Riau pada 1 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, TS terbukti sudah empat kali melancarkan aksi pencurian kabel dan besi pada fasilitas publik tersebut.Hasil curian itu disinyalir langsung dijual pelaku kepada seorang penadah berinisial BLM.

Aparat mengamankan beraneka barang bukti dari pengungkapan ini, mulai dari potongan kabel, pipa pelindung, potongan besi pagar, linggis, hingga sepeda motor operasional pelaku.Nilai kerugian akibat perusakan dan pencurian fasilitas publik tersebut diperkirakan menembus angka Rp400 juta.

BPJN Kepulauan Riau menaksir nilai kerugian mencapai Rp300 juta, sedangkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam menderita kerugian sekitar Rp100 juta.Peristiwa ini tak cuma memicu kerugian materi semata.Kerusakan pada area jembatan berpotensi mengganggu fungsi infrastruktur serta mengancam keselamatan warga yang melintas.

Jembatan Barelang sendiri berkedudukan sebagai infrastruktur krusial sekaligus ikon kebanggaan Kota Batam.Oleh sebab itu, jaminan keamanan fasilitas jembatan teramat vital demi kelancaran aktivitas warga maupun wisatawan.

Aparat kepolisian terus melakukan pengembangan guna membongkar jaringan penadah serta potensi keterlibatan pelaku lainnya.Penyelidikan mendalam juga ditujukan untuk menelusuri alur pendistribusian barang-barang hasil kejahatan tersebut.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa penjarahan fasilitas umum tak sekadar merugikan keuangan negara, namun turut mengancam pelayanan serta keselamatan publik.Pengawasan ketat dan kepedulian masyarakat terhadap aset negara menjadi kunci utama guna mencegah berulangnya aksi serupa.

Terkini