11 Makanan Khas Jepang Selain Sushi dan Ramen yang Sangat Lezat!

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:13:00 WIB
Ilustrasi Okonomiyaki (sumber:net)

JAKARTA - Jepang selalu berhasil memikat hati para wisatawan mancanegara, tidak hanya melalui keindahan alam dan budayanya yang kaya, tetapi juga melalui kekayaan kulinernya. Ketika kita berbicara tentang hidangan khas Negeri Sakura, dua nama yang hampir selalu terlintas pertama kali di pikiran adalah sushi dan ramen. Popularitas kedua makanan tersebut memang tidak perlu diragukan lagi. Sushi dengan kesegaran ikan mentah dan nasi berbumbu khasnya, serta ramen dengan kuah gurih dan tekstur mie yang kenyal, telah menjadi ikon kuliner global. Namun, membatasi pengalaman kuliner Jepang hanya pada dua hidangan ini tentu akan mengurangi keasyikan petualangan rasa Anda.

Dunia kuliner Jepang sebenarnya sangat luas, beragam, dan memiliki lapisan cita rasa yang begitu kaya. Setiap daerah di Jepang memiliki spesialisasi kuliner tersendiri yang memanfaatkan bahan-bahan lokal segar sesuai dengan pergantian empat musim. Dari gurihnya sajian comfort food yang dimasak di atas plat besi panas, hingga lembutnya sajian panggangan yang menggugah selera, Negeri Sakura menawarkan kejutan rasa di setiap sudut kotanya. Jika Anda berencana untuk berlibur ke Jepang atau sekadar ingin mengeksplorasi restoran Jepang lokal di kota Anda, sangat penting untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan mencoba sajian unik lainnya. Artikel pilar ini akan memandu Anda menjelajahi berbagai makanan khas Jepang selain sushi dan ramen yang wajib dicoba untuk memperkaya wawasan dan memanjakan lidah Anda.

Memahami Keunikan Cita Rasa dan Filosofi Kuliner Jepang

Sebelum menyelami daftar makanan lezat tersebut, penting bagi kita untuk memahami apa yang membuat masakan Jepang begitu istimewa di mata dunia. Kuliner Jepang, atau yang dikenal dengan istilah Washoku, bahkan telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Filosofi utama dari Washoku adalah menghormati bahan makanan alami dan menjaga cita rasa aslinya tanpa memberikan bumbu berlebihan. Kesegaran bahan adalah kunci utama dari setiap sajian.

Selain kesegaran, masakan Jepang sangat bergantung pada konsep cita rasa kelima yang dikenal dengan sebutan umami. Rasa gurih yang dalam dan menyenangkan ini biasanya didapatkan dari bahan-bahan alami seperti dashi (kaldu ikan dan rumput laut), shoyu (kecap asin Jepang), miso (pasta kedelai terfermentasi), dan mirin. Penggunaan teknik memasak yang tepat-mulai dari mengukus, memanggang, hingga menggoreng dengan adonan khusus-membuat tekstur makanan Jepang selalu pas di lidah.

Daya tarik lain dari kuliner Jepang terletak pada penyajiannya. Prinsip menyajikan makanan tidak hanya berfokus pada rasa (taste), tetapi juga pada estetika visual (presentation). Warna, tata letak, serta pemilihan wadah saji disesuaikan sedemikian rupa agar menciptakan harmoni yang indah. Ketika Anda menikmati kuliner Jepang, Anda sedang menikmati sebuah karya seni yang diproses dengan ketelitian tinggi.

Kategori Makanan Khas Jepang Selain Sushi dan Ramen

Untuk memudahkan eksplorasi kuliner Anda, kita dapat membagi hidangan-hidangan khas Jepang ini ke dalam beberapa kategori utama berdasarkan teknik memasak dan jenis bahan dasarnya:

Sajian Panggangan dan Tumisan (Teppanyaki & Yakiniku): Makanan yang dimasak langsung di atas plat besi atau panggangan arang, terkenal dengan aroma karamelisasi yang khas dan tekstur yang juicy.

Hidangan Daging dan Gorengan Renyah: Sajian berprotein tinggi yang dibalur adonan khusus seperti tepung panko, lalu digoreng hingga mencapai tingkat kerenyahan sempurna.

Makanan Berkuah dan Comfort Food (Donburi & Nabe): Hidangan hangat yang disajikan dalam mangkuk nasi atau periuk bersama kuah kaldu kaya rasa, sangat cocok untuk menghangatkan tubuh.

Jajanan Pasar dan Street Food: Makanan ringan yang praktis, sering dijumpai di festival-festival budaya (matsuri) atau kawasan pasar malam.

Camilan Manis khas Jepang (Wagashi): Hidangan penutup tradisional yang umumnya terbuat dari bahan alami seperti olahan beras ketan, kacang merah, dan teh hijau.

1. Okonomiyaki: "Pai" Gurih Khas Kansai dan Hiroshima

Salah satu makanan khas Jepang selain sushi dan ramen yang paling populer dan wajib Anda coba adalah okonomiyaki. Secara harfiah, nama okonomiyaki berasal dari kata okonomi yang berarti "apa yang Anda sukai" dan yaki yang berarti "dipanggang" atau "digoreng". Jadi, okonomiyaki pada dasarnya adalah dadar gurih khas Jepang yang isiannya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing pembuatnya.

Adonan dasarnya terbuat dari campuran tepung terigu, air atau dashi, telur, dan irisan kol segar yang melimpah. Ke dalam adonan ini, Anda bisa menambahkan berbagai macam bahan seperti potongan daging babi, daging sapi, cumi-cumi, udang, hingga keju. Setelah diaduk rata, adonan digoreng di atas plat besi panas (teppan) hingga matang dan berwarna cokelat keemasan.

Setelah matang, okonomiyaki diolesi dengan saus okonomiyaki yang manis gurih, dihiasi dengan mayonnaise Jepang yang kental, serta ditaburi aonori (bubuk rumput laut) dan katsuobushi (serutan daging ikan cakalang kering). Ketika ditaruh di atas okonomiyaki yang masih panas, serutan katsuobushi akan bergerak-gerak seolah-olah sedang menari, memberikan pengalaman visual yang unik sebelum Anda menyantapnya.

Ada dua gaya utama okonomiyaki yang sangat terkenal di Jepang, yaitu gaya Kansai (Osaka) dan gaya Hiroshima:

Gaya Kansai (Osaka): Seluruh bahan adonan, kol, dan protein dicampur menjadi satu sebelum digoreng di atas plat besi. Teksturnya cenderung tebal, lembut, dan menyatu sempurna.

Gaya Hiroshima: Bahan-bahan tidak dicampur, melainkan ditumpuk berlapis-lapis. Lapisan dimulai dari adonan tipis mirip crepes, tumpukan kol, daging, mie (yakisoba atau udon), hingga telur goreng di bagian paling bawah.

Bagi Anda yang menyukai masakan berbau panggangan gurih dan ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, simak pemaparan lengkap mengenai resep dan cara membuat okonomiyaki khas Osaka yang otentik untuk panduan langkah demi langkah yang praktis.

2. Takoyaki: Bola-Bola Cumi Khas Street Food Osaka

Jika Anda berjalan-jalan di kawasan Dotonbori, Osaka, aroma harum gurih yang menyeruak dari kios-kios pinggir jalan dipastikan akan menggugah selera Anda. Sumber aroma tersebut tidak lain adalah takoyaki. Bola-bola kecil bertekstur lembut ini merupakan salah satu street food paling ikonik dari Jepang yang kini telah mendunia.

Kata tako berarti gurita, sedangkan yaki berarti dipanggang. Takoyaki dibuat dari adonan berbasis tepung terigu dan kaldu dashi yang dicetak dalam wajan besi khusus berlubang-lubang setengah bola. Di dalam setiap bola adonan, dimasukkan potongan daging gurita yang kenyal, irisan daun bawang, tenkasu (rekahan adonan tempura goreng yang renyah), dan kadang-kadang beni shoga (acar jahe merah).

Proses pembuatan takoyaki membutuhkan keterampilan dan keahlian tangan yang cepat. Koki akan memutar-mutar bola adonan menggunakan sumpit besi kecil secara terus-menerus hingga seluruh permukaannya matang merata dan membentuk bola sempurna berwarna kuning keemasan.

Sensasi menikmati takoyaki terletak pada kontras teksturnya. Bagian luar takoyaki terasa sedikit garing, sementara bagian dalamnya sangat lembut, berkuah, dan gurih, berpadu sempurna dengan kelezatan daging gurita yang chewy. Sama seperti okonomiyaki, takoyaki disajikan dengan olesan saus manis-gurih, mayonnaise, aonori, dan katsuobushi. Sangat disarankan untuk berhati-hati saat menyantapnya karena bagian dalam takoyaki biasanya sangat panas!

3. Tonkatsu: Krenyes Renyah Daging Goreng Tepung Khas Jepang

Bagi para pencinta sajian daging dengan tekstur renyah, tonkatsu adalah pilihan hidangan yang tidak boleh dilewatkan. Tonkatsu adalah irisan daging babi (atau variasi daging ayam yang disebut torikatsu) tebal yang dilapisi tepung terigu, kocokan telur, dan tepung roti khas Jepang (panko), kemudian digoreng deep-fry hingga matang sempurna.

Kunci kelezatan tonkatsu yang luar biasa terletak pada penggunaan panko. Berbeda dengan tepung roti biasa, panko memiliki serpihan yang lebih besar dan ringan, sehingga menghasilkan lapisan luar yang sangat renyah (crispy) namun tidak menyerap terlalu banyak minyak. Daging di bagian dalamnya tetap terasa sangat empuk, juicy, dan kaya rasa.

Secara tradisional, tonkatsu disajikan dalam satu set menu lengkap (teishoku) yang terdiri dari:

Potongan tonkatsu yang sudah diiris agar mudah disantap dengan sumpit.

Gunungan irisan kol mentah yang diiris sangat tipis dan segar, berfungsi menetralisir rasa minyak.

Semangkuk nasi putih hangat yang pulen.

Semangkuk sup miso hangat.

Saus tonkatsu khusus yang kental dengan cita rasa asam, manis, dan gurih beraroma rempah.

Beberapa restoran tonkatsu tradisional bahkan memberikan pengalaman unik kepada pelanggan dengan menyajikan mangkuk kecil berisi biji wijen sangrai. Pelanggan diundang untuk menumbuk sendiri biji wijen tersebut menggunakan ulekan kayu kecil sebelum mencampurkannya ke dalam saus tonkatsu. Aroma wijen yang baru ditumbuk memberikan dimensi rasa gurih yang memikat pada hidangan ini.

4. Donburi: Mangkuk Nasi Kaya Cita Rasa

Jika Anda mencari makanan yang praktis, mengenyangkan, tetapi tetap menyajikan kelezatan yang tiada tanding, donburi adalah jawabannya. Donburi adalah hidangan nasi mangkuk khas Jepang yang di atasnya diberi berbagai jenis lauk pauk, mulai dari daging, ikan, sayuran, hingga telur yang dimasak dengan kuah bumbu khusus.

Ciri khas utama donburi terletak pada kuah perendam atau bumbunya yang biasanya terbuat dari campuran dashi, shoyu, mirin, dan sedikit gula. Bumbu ini meresap sempurna ke dalam lauk dan merembes ke lapisan nasi hangat di bawahnya, membuat setiap sendokan donburi terasa begitu gurih dan nikmat.

Berikut adalah beberapa variasi donburi paling populer yang wajib masuk dalam daftar kuliner Anda:

Gyudon: Mangkuk nasi dengan topping irisan daging sapi tipis dan bawang bombay yang dimasak dalam kuah manis gurih. Ini adalah comfort food nomor satu bagi masyarakat pekerja di Jepang karena penyajiannya yang cepat dan rasanya yang lezat.

Katsudon: Perpaduan antara tonkatsu (daging goreng renyah) yang dimasak sebentar bersama kocokan telur dan bawang bombay di atas kuah gurih, lalu disajikan di atas nasi hangat.

Oyakodon: Hidangan nasi dengan topping potongan daging ayam dan telur yang dimasak setengah matang. Nama oyako secara unik berarti "orang tua dan anak" (merepresentasikan ayam dan telur).

Unadon: Mangkuk nasi yang diberi topping belut air tawar (unagi) yang dipanggang dengan baluran saus manis kabayaki hingga beraroma smokey yang menggugah selera.

Tendon: Singkatan dari Tempura Donburi, yaitu mangkuk nasi yang dihiasi dengan berbagai macam tempura udang dan sayuran segar lalu disiram saus manis gurih.

Keragaman sajian donburi membuktikan betapa kreatifnya masyarakat Jepang dalam mengolah makanan berbahan dasar nasi. Jika Anda penasaran dengan seluk-beluk dan variasi hidangan nasi mangkuk ini lebih jauh, baca ulasan mendalam mengenai panduan lengkap jenis donburi populer di Jepang yang dapat melengkapi pengetahuan kuliner Anda.

5. Tempura: Seni Menggoreng Renyah dan Ringan

Tempura merupakan salah satu makanan khas Jepang yang sudah sangat mendunia. Meskipun teknik menggoreng ini awalnya diperkenalkan oleh misionaris Portugis pada abad ke-16, bangsa Jepang berhasil mengadopsi dan menyempurnakannya menjadi sebuah seni kuliner yang sangat tinggi.

Tempura terdiri dari berbagai bahan makanan-seperti udang, cumi-cumi, ikan, hingga sayuran seperti ubi manis, terong, labu kuning, jamur shiitake, dan daun shiso-yang dicelupkan ke dalam adonan tepung dingin lalu digoreng singkat dalam minyak panas.

Apa yang membuat tempura Jepang berbeda dari gorengan biasa?

Adonan dingin (ice-cold batter): Adonan tempura dibuat dari campuran tepung terigu, air es, dan terkadang kuning telur. Adonan diaduk secara minimal agar tidak membentuk gluten.

Tekstur renyah dan tipis: Karena adonannya dingin dan tidak bergluten tinggi, saat terkena minyak panas, adonan akan mekar menjadi lapisan renyah yang sangat tipis dan transparan, tanpa menutupi rasa alami bahan di dalamnya.

Tidak berminyak: Teknik penggorengan yang tepat membuat tempura terasa sangat ringan dan tidak meninggalkan rasa minyak yang berat di tenggorokan.

Tempura biasanya disajikan dengan saus celupan bernama tentsuyu (campuran dashi, shoyu, dan mirin) yang diberi parutan lobak putih segar (daikon oroshi) serta parutan jahe. Sensasi hangat, renyah, dan kesegaran sausnya menciptakan keseimbangan rasa yang sangat sempurna.

6. Yakitori: Sate Ayam Khas Negeri Sakura

Bagi Anda yang menyukai olahan sate, Jepang memiliki versi satenya sendiri yang tidak kalah lezat, yaitu yakitori. Kata yaki berarti dipanggang dan tori berarti burung atau ayam. Yakitori adalah potongan daging ayam berukuran sekali gigit yang ditusuk menggunakan bilah bambu, lalu dipanggang di atas panggangan arang khusus (binchotan).

Salah satu keunikan yakitori adalah pemanfaatan hampir seluruh bagian tubuh ayam tanpa ada yang terbuang. Di kedai-kedai yakitori (yakitori-ya), Anda dapat memesan berbagai jenis tusukan ayam sesuai selera:

Negima: Potongan paha ayam yang diselingi dengan irisan daun bawang besar (naganegi).

Momo: Potongan daging paha ayam yang juicy.

Tsukune: Cincangan daging ayam yang dibentuk seperti bakso memanjang, sering kali disajikan dengan celupan kuning telur mentah segar.

Kawa: Kulit ayam yang dipanggang hingga renyah di luar namun tetap gurih di dalam.

Reba: Hati ayam yang memiliki tekstur lembut.

Nankotsu: Tulang muda ayam yang memberikan tekstur renyah (krenyes) saat dikunyah.

Saat dipanggang, yakitori biasanya dibumbui dengan salah satu dari dua pilihan rasa utama: Tare (saus kecap manis gurih berbahan dasar shoyu, mirin, dan gula) atau Shio (garam laut murni yang menonjolkan kelezatan alami daging ayam). Yakitori merupakan sajian pendamping yang sangat populer saat bersantai bersama teman di kedai izakaya (pub tradisional Jepang) pada malam hari.

7. Sukiyaki dan Shabu-Shabu: Kehangatan Sajian Hot Pot

Ketika musim dingin atau hujan tiba, masyarakat Jepang sangat gemar menyantap hidangan nabe atau hot pot. Dua sajian hot pot paling terkenal yang wajib Anda coba adalah sukiyaki dan shabu-shabu. Keduanya menyajikan irisan daging sapi berkualitas tinggi (seperti daging sapi Wagyu) yang diiris sangat tipis, ditemani dengan berbagai sayuran segar, jamur, tofu, dan konyaku.

Meski terlihat mirip karena sama-sama disajikan di atas kompor meja, sukiyaki dan shabu-shabu memiliki perbedaan mendasar pada karakter kuah, cara memasak, hingga saus celupannya:

Karakter Sukiyaki:

Karakter Kuah: Memiliki kuah yang cenderung manis dan gurih pekat (campuran shoyu, gula, dan mirin).

Cara Memasak: Daging dan sayuran ditumis atau direbus bersamaan dalam sedikit kuah pekat di atas wajan besi dangkal.

Saus Celupan: Daging matang yang masih panas dicelupkan ke dalam kocokan telur ayam mentah segar sebelum disantap.

Karakter Shabu-Shabu:

Karakter Kuah: Menggunakan kuah kaldu kombu (rumput laut) yang bening, sangat ringan, dan beraroma lembut.

Cara Memasak: Daging diapit sumpit lalu dicelupkan dan digoyangkan sebentar di dalam kuah mendidih hingga matang.

Saus Celupan: Daging matang dicelupkan ke dalam saus ponzu yang terasa asam segar atau saus goma (wijen) yang gurih beraroma kaya.

Menikmati sukiyaki atau shabu-shabu bukan sekadar tentang kenyangnya perut, melainkan tentang kehangatan kebersamaan saat memasak dan menikmati makanan bersama keluarga atau sahabat di satu meja yang sama.

8. Soba dan Udon: Alternatif Olahan Mie Khas Jepang

Jika selama ini Anda beranggapan bahwa mi khas Jepang hanyalah ramen, maka Anda wajib berkenalan dengan soba dan udon. Kedua jenis mi tradisional ini memiliki karakter, bahan dasar, dan tekstur yang sangat berbeda dari ramen, serta menawarkan sensasi kuliner yang tidak kalah memuaskan.

Soba

Soba adalah mi tipis berwarna cokelat keabuan yang terbuat dari tepung gandum kuda (buckwheat). Soba memiliki cita rasa nutty yang khas dan aroma bumi yang alami. Uniknya, soba dapat disajikan dalam dua kondisi:

Mori/Zaru Soba (Dingin): Mi soba dingin disajikan di atas anyaman bambu, lalu dicelupkan ke dalam saus tsuyu dingin sebelum disantap. Sajian ini sangat menyegarkan saat musim panas.

Kake Soba (Panas): Mi soba disajikan dalam mangkuk berisi kuah kaldu hangat yang jernih dan gurih.

Udon

Berbeda dengan soba, udon terbuat dari tepung terigu putih dan memiliki ukuran yang tebal, kenyal, serta berwarna putih bersih. Tekstur udon yang chewy dan lembut memberikan kepuasan tersendiri saat dikunyah. Udon juga sangat fleksibel dan dapat disajikan dengan kuah panas berkaldu gurih, dibuat menjadi udon goreng (yaki-udon), atau disajikan dingin dengan saus celupan.

Kedua jenis mi ini sering kali dianggap sebagai pilihan hidangan yang lebih sehat dan ringan bagi pencernaan. Untuk eksplorasi variasi olahan mi tradisional khas Jepang lainnya yang sangat beragam, simak pembahasan menarik mengenai rekomendasi olahan mie tradisional Jepang selain ramen yang wajib Anda coba.

9. Chawanmushi: Kelembutan Puding Telur Gurih

Bagi Anda yang menyukai makanan bertekstur lembut dan halus, chawanmushi adalah kuliner yang wajib ada dalam daftar pesanan Anda. Nama chawanmushi secara harfiah berarti "kukusan mangkuk teh" (chawan = mangkuk teh, mushi = dikukus).

Chawanmushi adalah hidangan pembuka (appetizer) berupa custard atau puding telur gurih yang disajikan dalam mangkuk keramik kecil bertutup. Hidangan ini dibuat dari campuran kocokan telur dan kaldu dashi yang dibumbui sedikit shoyu dan mirin, kemudian dikukus dengan api kecil hingga mengental lembut.

Di dalam adonan telur yang sangat halus seperti sutra tersebut, biasanya tersembunyi berbagai kejutan bahan lezat di bagian dasarnya, seperti:

Potongan daging ayam kecil.

Udang utuh yang manis.

Jamur shiitake atau ginkgo nut (ginnan).

Kamaboko (bakso ikan khas Jepang bernuansa merah-putih).

Hiasan daun mitsuba segar di bagian atasnya.

Sensasi saat sendok pertama menembus kelembutan chawanmushi dan meletupkan rasa gurih dashi yang hangat di dalam mulut adalah sebuah pengalaman kuliner yang sangat menenangkan.

10. Miso Soup: Pelengkap Wajib Semua Hidangan Jepang

Sebuah santapan khas Jepang rasanya belum lengkap tanpa kehadiran semangkuk sup miso (misoshiru). Sup ini merupakan makanan pendamping esensial yang hampir selalu ada dalam setiap set sajian makanan utama di Jepang, mulai dari sarapan pagi hingga makan malam.

Sup miso dibuat dari kaldu dashi yang dicampur dengan pasta miso (pasta kedelai yang difermentasi dengan garam dan jamur koji). Cita rasanya merupakan kombinasi sempurna antara gurih umami, sedikit asin, dan aroma kedelai yang khas.

Isian sup miso relatif sederhana namun sangat bernutrisi, biasanya terdiri dari:

Potongan tahu putih yang lembut (tofu).

Rumput laut wakame.

Irisan daun bawang segar.

Terkadang ditambahkan potongan jamur nameko atau kerang kecil (asari).

Selain rasanya yang lezat dan dapat menetralisir rasa makanan lain, sup miso juga dikenal sangat baik untuk kesehatan pencernaan karena kandungan mikroorganisme baik hasil proses fermentasi pasta miso.

11. Wagashi: Seni Manis Penutup Santapan

Setelah puas menjelajahi berbagai makanan gurih, saatnya menutup petualangan kuliner Anda dengan hidangan penutup tradisional Jepang yang dikenal dengan sebutan wagashi. Berbeda dengan kue-kue gaya Barat (yogashi) yang banyak menggunakan mentega, krim, dan susu, wagashi dibuat dari bahan-bahan nabati alami seperti beras ketan, agar-agar, dan pasta kacang merah (anko).

Wagashi sering disajikan sebagai pendamping dalam upacara minum teh hijau (Sado). Rasa manis lembut dari kue wagashi sangat pas untuk menyeimbangkan rasa pahit alami dari teh hijau matcha yang pekat.

Beberapa jenis wagashi yang paling populer antara lain:

Mochi: Kue bulat berbahan dasar beras ketan yang ditumbuk halus hingga bertekstur sangat kenyal dan lengket, biasanya diisi pasta kacang merah manis.

Dorayaki: Dua lembar pancake mini yang lembut dan empuk dengan isian pasta kacang merah manis di tengahnya (sangat terkenal sebagai makanan favorit karakter Doraemon).

Taiyaki: Kue berbentuk ikan yang dipanggang dalam cetakan khusus, bertekstur renyah di luar dan lembut di dalam dengan beragam pilihan isian manis.

Dango: Bola-bola ketan kecil yang ditusuk menggunakan bilah bambu, sering disajikan dengan siraman saus karamel kecap manis (mitarashi dango).

Mengagumi wagashi tidak hanya tentang menikmati rasa manisnya, tetapi juga menikmati keindahan bentuk visualnya yang sering kali diukir menyerupai elemen alam sesuai musim, seperti bunga sakura di musim semi atau daun maple di musim gugur. Jika Anda tertarik menyelami dunia pencuci mulut tradisional ini lebih dalam, temukan referensi lengkapnya melalui ulasan kumpulan camilan manis tradisional khas Jepang wagashi yang sangat memikat.

Tips Berwisata Kuliner di Jepang untuk Pemula

Agar petualangan kuliner Anda di Jepang berjalan lancar dan berkesan, ada beberapa tips practical yang bisa Anda terapkan saat berkunjung ke restoran atau kedai makanan di sana:

Manfaatkan Sampel Makanan Plastik (Sampuru): Banyak restoran di Jepang memajang replika makanan dari plastik yang sangat mirip dengan aslinya di jendela depan toko. Ini sangat membantu Anda yang tidak bisa membaca huruf Kanji untuk memilih makanan cukup dengan menunjuknya.

Penggunaan Mesin Tiket Pemesanan (Vending Machine): Di kedai-kedai makanan cepat saji atau kedai mi, Anda sering kali harus membeli tiket makanan terlebih dahulu melalui mesin tiket otomatis di dekat pintu masuk sebelum duduk.

Pahami Etika Makan: Hindari menusukkan sumpit secara tegak lurus di atas mangkuk nasi karena hal tersebut diasosiasikan dengan ritual pemakaman. Selain itu, menyeruput mi (slurping) saat makan soba atau udon justru dianggap sebagai bentuk pujian kepada koki bahwa makanannya lezat.

Sediakan Uang Tunai (Cash): Walaupun Jepang adalah negara maju, banyak kedai kuliner tradisional atau kios street food kecil yang masih hanya menerima pembayaran secara tunai.

Kesimpulan

Jepang adalah surga bagi para pecinta kuliner. Meskipun sushi dan ramen telah berhasil merebut perhatian dunia, kekayaan kuliner Negeri Sakura jauh melampaui kedua hidangan ikonik tersebut. Dari gurihnya panggangan okonomiyaki dan takoyaki, renyahnya tonkatsu dan tempura, kehangatan donburi dan sajian nabe, hingga kelembutan manisnya kue tradisional wagashi, setiap hidangan memiliki cerita, filosofi, dan kejutan cita rasa tersendiri.

Dengan mencoba berbagai makanan khas Jepang selain sushi dan ramen ini, Anda tidak hanya memuaskan selera makan, tetapi juga membuka jendela untuk memahami budaya, tradisi, dan ketelitian masyarakat Jepang dalam menghargai bahan makanan alami. Jadi, pada kunjungan Anda berikutnya ke restoran Jepang atau saat berlibur ke Negeri Sakura, pastikan untuk berani mencoba menu-menu baru dan biarkan lidah Anda menjelajahi kelezatan kuliner Jepang yang sesungguhnya!

Tags

Terkini