Tinjau Jalan dan Jembatan, Bupati Aceh Barat Fokus Pembangunan 2027

Jumat, 31 Juli 2026 | 15:49:43 WIB
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Fadly Octora, ST meninjau langsung progres pembangunan sejumlah ruas jalan dan jembatan di Kecamatan Kaway XVI.(Sumber:NET)

MEULABOH - Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM berdampingan dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Fadly Octora, ST mengecek langsung perkembangan pembangunan beberapa ruas jalan serta jembatan di Kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceureumen pada Rabu (29/7/2026).

Langkah peninjauan ini dilaksanakan demi memastikan pengerjaan infrastruktur tahun 2026 bergulir sesuai target sekaligus merumuskan prioritas utama pembangunan jalan untuk tahun anggaran 2027.

Bupati Tarmizi bersama jajaran Dinas PUPR memeriksa satu demi satu proyek yang sedang berjalan, yang telah tuntas dikerjakan, hingga beberapa ruas jalan yang diusulkan masuk prioritas pembangunan tahun depan.

Rincian proyek yang dicek mencakup pembangunan Jembatan Alue Tampak di Kecamatan Kaway XVI, ruas Jalan Teupin Panah, peningkatan Jalan Alue Lhee-Teuladan, Jalan Lhok Sari-Berdikari di Kecamatan Pante Ceureumen, jalan akses menuju SMK Perikanan, serta peningkatan Jalan Desa Pulo Teungoh-Ketambang.

Bupati Tarmizi menyampaikan bahwa pemantauan lapangan ini bertujuan agar pemerintah dapat menetapkan prioritas pembangunan berdasarkan riil kondisi di lokasi, mengingat keterbatasan anggaran daerah yang ada.

"Selama beberapa hari ini kami bersama Dinas PUPR turun ke lapangan untuk mengecek jalan yang sedang dikerjakan, yang akan dikerjakan, dan yang telah selesai dikerjakan tahun ini. Sekaligus kami melihat langsung titik-titik yang menjadi rencana pembangunan tahun depan," ungkapnya.

Berdasarkan penuturan Tarmizi, alokasi anggaran pembangunan jalan pada tahun depan diperkirakan hanya sanggup mendanai sekitar dua kilometer ruas jalan.

Oleh sebab itu, pemerintah bakal memfokuskan pembangunan pada jalur penghubung dan jalan utama yang menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat.

"Karena anggaran tahun depan semakin kecil, hanya sekitar dua kilometer, maka kami harus membangun jalan yang benar-benar menjadi prioritas di setiap kecamatan. Semua harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," katanya.

Bupati menegaskan bahwa penetapan skala prioritas wajib dijalankan secara objektif supaya hasil pembangunan merata, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan warga tanpa memicu kecemburuan sosial.

"Selama ini masyarakat menginginkan semua jalan dibangun karena kondisinya semakin rusak. Tantangan kami adalah bagaimana membangun sebanyak mungkin ruas jalan dengan kemampuan keuangan yang terbatas. Karena itu saya harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan prioritas pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

Terkini