Dishub Jatim Usul Rute Kapal Banyuwangi-Bali Pindah ke Jimbaran

Senin, 27 Juli 2026 | 12:46:06 WIB
Ilustrasi Kapal cepat Banyuwangi.(Sumber:NET)

SURABAYA - Layanan kapal cepat Express Bahari rute Banyuwangi-Denpasar (Bali) PP resmi menghentikan operasinya.Rendahnya angka penumpang menjadi salah satu faktor utama penghentian operasional armada tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Nyono, memberikan saran kepada pihak pengelola agar memakai armada berukuran lebih kecil demi efisiensi biaya operasional.

"Kalau ukuran kapal kapasitas 150, saya kira operasionalnya mencukupi. Karena load factornya kan sudah di angka 100 sampai 150. Sementara kapasitas kapal saat ini kan 400, dan terisi 100 sampai 150, jadi secara operasional berat," kata Nyono di Surabaya, Minggu (26/7/2026).

Bukan cuma mengganti armada dengan ukuran lebih kecil, Nyono turut menyarankan pengalihan rute perjalanan, dari yang sebelumnya Pantai Boom Banyuwangi menuju Pelabuhan Serangan Denpasar dialihkan ke Pantai Boom Banyuwangi menuju Pantai Kedonganan Jimbaran.

"Dengan kapal yang lebih kecil, maka nanti bisa masuk ke pelabuhan ikan di Kedonganan Jimbaran. Kalau kapasitas 150 masih memungkinkan masuk ke sana," jelasnya.

"Kalau ke Kedonganan, waktu yang ditempuh lebih singkat dibanding di Serangan, karena tidak memutar kepala burungnya Bali. Dulu sempat ada namanya Srikandi Marina, dari Banyuwangi ke Jimbaran hanya 45 menit," tambahnya.

Nyono menjelaskan bahwa Pemprov Jatim tidak memiliki kewenangan memberi subsidi untuk kapal cepat tersebut lantaran mencakup jalur antarprovinsi.

Pihak yang berwenang menyalurkan subsidi adalah Kementerian Perhubungan RI.

"Itu subsidi harus ke pusat. Operator nanti akan ajukan subsidi ke Kemenhub. Kalau kami nggak bisa kasih subsidi karena bukan kewenangan. Nanti jatuhnya temuan kalau kami memberi subsidi," tandasnya.

Terkini