Isuzu Tembus 300 Ribu Unit, Semua Produk Kantongi Sertifikat TKDN

Rabu, 22 Juli 2026 | 13:59:30 WIB
Ilustrasi PT Isuzu Astra Motor Indonesia.(Sumber:NET)

KARAWANG  - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengukir prestasi baru pada kancah industri otomotif tanah air.

Seluruh jajaran kendaraan komersial rakitan perseroan kini dipastikan telah mengantongi sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN), menjadikannya satu-satunya manufaktur kendaraan komersial di Indonesia yang meraih predikat tersebut.

Pencapaian ini tak sekadar mengukuhkan dominasi Isuzu di sektor otomotif nasional, melainkan juga membuktikan kian besarnya kontribusi komponen lokal dalam rantai manufaktur kendaraan domestik.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap rekor ini dapat memicu para pelaku industri lain untuk terus menggenjot pemanfaatan produk dalam negeri.

Apresiasi tersebut diutarakan oleh Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kemenperin, Kris Sasono Ngudi Wibowo, pada seremoni perayaan produksi ke-300.000 unit di Isuzu Karawang Plant, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (20/7/2026).

Angka produksi tersebut berhasil direalisasikan dalam rentang waktu 10 tahun sejak fasilitas pabrik mulai beroperasi pada 2015.

"PT IAMI adalah satu-satunya industri yang memproduksi kendaraan komersial yang semua produknya ber-TKDN," kata Kris.

Ia menerangkan bahwa sampai saat ini Isuzu telah mengamankan 33 sertifikat TKDN dengan raihan nilai TKDN tertinggi ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) menembus angka di atas 62 persen.

Berdasarkan penuturan Kris, keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen manufaktur dalam mendongkrak penggunaan komponen lokal sekaligus memperkokoh struktur industri nasional lewat keterlibatan jejaring rantai pasok dalam negeri.

"Hari ini tercatat Isuzu itu mempunyai 33 sertifikat TKDN dengan rentang lumayan tinggi, tertinggi itu TKDN plus BMP-nya di atas 62 persen. Ini capaian yang luar biasa dan ini salah satu pionir dari industri otomotif dalam melakukan komitmennya dalam peningkatan penggunaan produk dalam negerinya," katanya.

Pihak Kemenperin turut menginformasikan bahwa skema kalkulasi TKDN saat ini berpatokan pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025 sebagai pengganti Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2011.

Melalui penyesuaian regulasi anyar ini, pemerintah optimistis perolehan nilai TKDN pada beberapa lini produk Isuzu berpeluang melonjak usai dilakukan pembaruan lisensi.

"Saya yakin kalau dihitung dengan ini ada beberapa TKDN yang mungkin tahun depan sudah harus diperbarui, saya yakin angkanya akan lebih dari 62," ujarnya.

Pemerintah menaruh harapan agar kesuksesan Isuzu sanggup dijadikan teladan bagi produsen otomotif lainnya untuk senantiasa memperbesar kandungan lokal pada produk yang dipasarkan di Indonesia.

Peningkatan porsi komponen dalam negeri dinilai menjadi pilar utama dalam mewujudkan sektor industri nasional yang mandiri serta berdaya saing tinggi.

"Kami berharap keberhasilan PT IAMI dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan, perusahaan-perusahaan sejenis, perusahaan-perusahaan otomotif yang lain untuk terus meningkatkan kandungan lokal dan memperkuat kolaborasi dengan industri nasional. Dengan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, kami dapat membangun industri Indonesia yang semakin mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan," imbuhnya.

Saat ini, Isuzu Karawang Plant memproduksi beragam lini kendaraan komersial demi memenuhi kebutuhan pasar domestik, seperti Isuzu ELF, Isuzu GIGA, serta Isuzu Traga yang menjadi model dengan volume rakitan terbesar.

Di samping itu, fasilitas perakitan tersebut juga memproduksi kendaraan komersial merek UD Trucks, yakni tipe UD Quester dan UD Kuzer.

Bukan hanya menyasar pasar lokal, Isuzu Karawang Plant pun telah mengukuhkan posisinya sebagai basis produksi kendaraan komersial untuk kebutuhan ekspor sejak 2019.

Hingga kini, unit kendaraan buatan pabrik Karawang tersebut telah dikirim ke 25 negara, termasuk ke Jepang, Afrika Selatan, Filipina, hingga Panama.

Tercapainya sertifikasi TKDN pada seluruh jajaran produk Isuzu menjadi sinyal positif bahwa penguatan industri otomotif nasional terus bergulir seiring meningkatnya konsumsi komponen lokal.

Melalui sokongan regulasi dan sinergi erat antara pemerintah serta pelaku usaha, ekspansi industri kendaraan komersial berbasis komponen dalam negeri diharapkan kian mengucurkan manfaat bagi perekonomian nasional dan perluasan jangkuan ekspor Indonesia.

Terkini