Prabowo Kumpulkan 3 Eks PM Thailand di Danantara Bahas Aset

Jumat, 10 Juli 2026 | 13:31:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto.(FOTO:NET)

JAKARTA - Kepala Negara Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan tiga mantan Perdana Menteri Thailand di Gedung Danantara pada Kamis (9/7) kemarin.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran petinggi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, seperti Rosan Roeslani, Dony Oskaria, serta Pandu Sjahrir.

Melalui unggahan di akun @sekretariat.kabinet, Prabowo bersua Thaksin Shinawatra (2001-2006), Yingluck Shinawatra (2011-2014), dan Paetongtarn Shinawatra (2024-2025).

"Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud eratnya persahabatan yang telah terjalin sejak lama," tulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip Jumat (10/7/2026).

Teddy menerangkan pada momen itu, Thaksin Shinawatra yang bertindak sebagai anggota Dewan Penasihat Danantara menyodorkan beberapa masukan serta berdiskusi dengan Presiden Prabowo dan jajaran direksi Danantara.

Rekomendasi tersebut terkait beraneka peluang penguatan sektor investasi, strategi dalam mengelola aset, serta pengembangan roda ekonomi nasional yang difokuskan pada pertumbuhan jangka panjang.

"Melalui komunikasi yang erat dengan para pemimpin dan tokoh dunia, Pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring persahabatan sekaligus membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pengalaman sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama internasional serta memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang," beber Teddy.

Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani menghaturkan apresiasi atas kedatangan ketiga mantan PM Thailand tersebut.

Rosan menyebutkan diskusi ini menjadi momentum penting untuk bertukar pandangan terkait dinamika ekonomi global hingga penguatan jejaring strategis dan bermacam peluang kolaborasi yang mampu memberikan dampak positif bagi kawasan ASEAN.

"Di tengah lanskap ekonomi yang terus berubah, kemitraan yang dibangun atas dasar saling percaya dan kepentingan bersama menjadi pondasi penting untuk menghadirkan investasi berkualitas, memperkuat daya saing, dan membuka lebih banyak peluang pertumbuhan bagi Indonesia," tulis Rosan dalam unggahan di akun Instagram @rosanroeslani.

Pertemuan tersebut pun mengulas sejumlah peluang kemitraan strategis di berbagai sektor.

Dialog tersebut mencakup bidang-bidang prioritas, mulai dari penguatan tata kelola, percepatan program hilirisasi industri, sampai transformasi digital yang mengandalkan jejaring global.

Terkini