BANTEN - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tangerang Rismawati Maesyal Rasyid mendampingi Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andrasoni dalam mendistribusikan bantuan logistik untuk warga yang terdampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin pada Selasa (7/7/2026).
Bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tangerang, rombongan menyerahkan langsung bantuan tersebut di Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, demi meringankan beban warga.
Paket bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok, susu steril, masker, makanan siap saji, buah-buahan, air mineral, obat-obatan, kursi roda, hingga perlengkapan logistik lainnya.
Rismawati pun menyempatkan diri memberikan motivasi dan penguatan moril kepada masyarakat Desa Tanjakan Mekar agar tetap tegar menghadapi dampak kebakaran tersebut.
"Insyaallah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama seluruh pihak terkait terus berupaya menjamin keamanan warga serta memastikan layanan kesehatan dan bantuan logistik tetap tersedia bagi masyarakat yang terdampak," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (8/7/2026).
Selain menyasar warga, pasokan logistik ini diserahkan pula untuk menyokong kebutuhan para relawan dan operasional dapur umum di lokasi bencana.
Menurut Rismawati, aksi sosial ini menjadi bukti nyata kepedulian TP PKK demi menyokong kehidupan masyarakat sekaligus memperlancar proses penanganan dampak bencana.
Lewat kolaborasi berbagai pihak, TP PKK Kabupaten Tangerang berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan pokok serta akses kesehatan warga terdampak dapat terus terpenuhi.
Usai membagikan bantuan, para pengurus PKK langsung bertolak menuju area TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk untuk memantau situasi terkini.
Berdasarkan peninjauan lapangan, titik api dipastikan sudah padam berkat kerja keras bersama antara Pemkab Tangerang, Pemprov Banten, pemerintah pusat, serta para pemangku kepentingan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andrasoni mengajak segenap lapisan masyarakat untuk lebih aktif terlibat dalam aktivitas pengelolaan sampah.
Ia menilai urusan manajemen sampah merupakan kewajiban kolektif seluruh warga yang sepatutnya diinisiasi dari lingkungan rumah tangga.
"Melalui gerakan PKK dan organisasi perempuan lainnya, masyarakat diimbau untuk membiasakan memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta tidak membuang sampah sembarangan," ungkap Tinawati.
Dirinya menggarisbawahi bahwa kesadaran dan kebiasaan baru ini sangat krusial demi menjaga kelestarian alam sekaligus mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan.