JAKARTA - Jajaran Polsek Jatinegara membeberkan bahwa komplotan pelaku pencurian pagar besi di area kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, sudah mengeksekusi aksinya hingga lebih dari lima kali di lokasi yang sama.
Informasi ini dibagikan oleh Kanit Reskrim Polsek Jatinegara AKP Eko Bayu setelah menginterogasi seorang pelaku berinisial CAT (30) yang berhasil dibekuk. "Sudah lebih dari lima kali mereka melakukan ini, di lokasi yang sama. Dengan kelompok itu juga, dari kelompok itu dari satu suku bangsa tertentu," ujar Bayu kepada wartawan di Polsek Jatinegara, Rabu (8/7/2026).
Dipaparkan oleh Bayu, komplotan ini sengaja beroperasi pada waktu dini hari menjelang subuh demi menghindari kecurigaan dari masyarakat setempat. "Terakhir dia melakukannya itu tiga hari yang lalu, pengakuan dari dia. Mereka melakukannya setiap menjelang-menjelang subuh, mereka melakukan aksinya," ungkap Bayu.
Sosok CAT sendiri diciduk di kawasan sekitar Terminal Kampung Melayu pada Selasa (7/7/2026) siang ketika dirinya sedang makan di sebuah warung tegal.
"Pelaku tadi kami amankan di sekitaran Terminal Kampung Melayu, dia sedang asik makan di dalam sebuah warteg. Kami amankan karena tadi kebetulan dari pihak Kecamatan Jatinegara juga melakukan pengecekan setelah mengetahui berita viral tersebut," kata Bayu.
Kendati sudah menahan satu orang tersangka, aparat kepolisian masih belum bisa menyita barang bukti lantaran semua pagar besi hasil curian itu sudah dilego ke daerah Senen, Jakarta Pusat.
"Untuk barang bukti, kami saat ini belum bisa mengamankan karena barang bukti sudah dijual oleh para pelaku dan informasinya dari pelaku ini katanya dijual ke daerah Senen, Jakpus. Nanti kami akan dalami kembali untuk keberadaan barang bukti tersebut," tutur Bayu.
Pada waktu sebelumnya, pagar besi pembatas taman di kolong Flyover Kampung Melayu dikabarkan raib dan disinyalir digondol oleh pelaku misterius.
Melalui pengamatan langsung di tempat kejadian, sebagian besar dari pagar besi yang memagari taman itu memang telah hilang.
Kondisi ini membuat area taman tidak lagi memiliki sekat pembatas dengan jalan raya, serta hanya menyisakan beberapa batang besi penyangga saja.
Bukan itu saja, fondasi beton yang menyangga pagar tampak telah dibongkar hingga miring dan sejumlah bagian dinding penopangnya turut mengalami kerusakan.
Disinyalir, para pelaku merusak struktur beton terlebih dahulu agar lebih gampang mencabut pagar besi yang tertanam di sana.
Memasuki Selasa (7/7/2026) pagi, sejumlah petugas dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur terlihat mulai membersihkan sisa-sisa reruntuhan beton yang hancur imbas dari pembongkaran liar tersebut.
Para petugas pun turut mengamankan sisa pagar besi yang masih menempel di tempatnya supaya tidak ikut digasak oleh pencuri.