Belanja Negara 2026 Diprediksi Melonjak hingga Rp 3.942,4 T

Rabu, 08 Juli 2026 | 17:50:01 WIB
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa. (FOTO:NET)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi realisasi pengeluaran pemerintah pada tahun 2026 akan melewati pagu yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berdasarkan outlook APBN 2026, belanja negara diestimasikan mencapai Rp 3.942,4 triliun atau setara dengan 102,6 persen dari target APBN yang sebesar Rp 3.842,7 triliun.

"Outlook belanja negara diproyeksikan sebesar Rp 3.942,4 triliun atau mencapai 102,6 persen dibandingkan pagu APBN," ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 14,8 persen apabila dibandingkan dengan realisasi pengeluaran negara tahun 2025 yang berada di angka Rp 3.435,5 triliun.

Purbaya menjelaskan, kenaikan pengeluaran negara tersebut diarahkan untuk menyokong berbagai program prioritas pemerintah, serta menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

"Outlook belanja ditujukan untuk mendukung program prioritas pembangunan, menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat, serta untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah, penanggulangan bencana, dan tambahan otsus," katanya.

Menteri Keuangan Purbaya menerangkan, perkiraan pengeluaran tersebut juga telah memasukkan tambahan dana sebesar Rp 132 triliun yang dipergunakan untuk membayar kewajiban pemerintah berupa subsidi dan kompensasi.

"Selain itu, outlook belanja tersebut sudah memperhitungkan tambahan sebesar Rp 132 triliun untuk pembayaran kewajiban pemerintah subsidi dan kompensasi," katanya.

Pemerintah juga mengusulkan pergeseran anggaran dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) ke Bagian Anggaran Kementerian/Lembaga (BA K/L) maupun sebaliknya guna memperkuat jaminan sosial kesehatan serta kapasitas kementerian dan lembaga dalam menjalankan tugas dan pelayanan publik.

Secara rinci, Purbaya memaparkan pengeluaran pemerintah pusat diproyeksikan mencapai Rp 3.245,5 triliun atau sekitar 103 persen dari pagu APBN.

Sementara itu, dana transfer ke daerah diestimasikan sebesar Rp 696,9 triliun atau 100,6 persen dari target awal.

Meskipun pengeluaran negara diperkirakan melampaui pagu APBN, pemerintah juga memproyeksikan bahwa pendapatan negara akan melebihi target.

Outlook pendapatan negara diestimasikan mencapai Rp 3.208,1 triliun atau 101,7 persen dari target APBN 2026 yang sebesar Rp 3.153,6 triliun.

Dengan kondisi tersebut, defisit APBN diperkirakan menyentuh angka Rp 734,3 triliun atau setara 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Proyeksi tersebut lebih tinggi bila dibandingkan dengan target awal APBN sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB, tetapi masih berada di bawah batas maksimal defisit 3 persen yang diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

"Saya yakin kami masih bisa menekan defisit ini ke bawah," tandas Purbaya.

Terkini