JAKARTA - Tren memburu mobil bekas yang pernah mengalami kecelakaan atau insiden saat ini mulai banyak dilirik oleh sebagian pencinta otomotif.
Alasan utamanya jelas karena nominal harga yang ditawarkan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan unit normal di pasaran.
Kendati menawarkan keuntungan dari segi biaya, meminang mobil yang pernah mengalami benturan keras pastinya menuntut ketelitian yang sangat tinggi.
Jika tidak berhati-hati saat membelinya, konsumen justru terancam merugi banyak akibat proses perbaikan bodi yang dilakukan asal-asalan.
Pemilik diler sekaligus bengkel spesialis Beli Mobil Rusak (BMR) di daerah Pondok Gede, Alvian Akmal, membagikan sejumlah langkah aman yang wajib diperhatikan konsumen sebelum memutuskan meminang mobil eks-tabrakan.
Tahap pertama yang bisa dipraktikkan melalui pengecekan langsung adalah memeriksa bagian struktur rangka utama kendaraan.
Mobil yang keluar dari jalur perakitan pabrik sudah pasti memiliki tingkat kepresisian yang sempurna pada setiap sisi rangkanya.
"Kami bisa melihat misalnya dari tulangannya. Nah, kan otomatis keluar dari pabrik kan pasti presisi ya. Kalau kami melihat dari awal sudah enggak presisi, otomatis ya pasti ini mobil ada kemungkinan bekas insiden," ujar Alvian kepada Kompas.com, Senin (6/7/2026).
Tidak hanya bagian rangka, area wajah mobil seperti apron dan bullhead juga menjadi area krusial yang tidak boleh luput dari pemeriksaan.
Dipaparkan oleh Alvian, mendeteksi bekas benturan di area depan akan jauh lebih mudah apabila bagian tersebut hanya diperbaiki tanpa ada penggantian suku cadang baru.
"Kalau misalnya diperbaiki, diketok ulang, dicat ulang, kan kemungkinan apron-nya, bullhead-nya masih kelihatan (bekasnya). Nah, kalau yang diganti (baru), itu yang agak sulit membedakannya," kata dia.
Melihat metode perbaikan bodi mobil zaman sekarang yang semakin modern dan rapi, mengandalkan penglihatan mata orang awam tentu saja tidak akan cukup.
Karena alasan itu, Alvian sangat menyarankan calon konsumen untuk membawa atau menyewa jasa dari inspektor mobil independen.
"Kalau saran dari kami, kalau memang benar-benar awam banget atau kami enggak paham mobil, ada baiknya pakai jasa inspektor. Karena mereka kan memang benar-benar paham di dunia otomotif, tahu nih ini gantian, ini pasti perbaikan," ucap Alvian.
Menurutnya, ketajaman seorang jasa inspeksi jauh lebih bisa diandalkan karena jam terbang mereka yang tinggi dalam mengecek kondisi fisik kendaraan.
"Dibanding kami beli sendiri, karena selisih harganya antara bekas tabrak dan enggak itu lumayan jauh. Kalau pakai jasa inspektor, mereka kan memang sehari-hari mengecek mobil, pasti tahu," tutur Alvian.
Langkah yang tidak kalah penting adalah memilih tempat membeli yang tepercaya.
Di pasar mobil bekas, cukup banyak oknum pedagang nakal yang sengaja menutupi riwayat kecelakaan mobil agar bisa menjualnya dengan harga normal.
Alvian menegaskan bahwa kejujuran dari pihak penjual adalah faktor yang paling krusial agar pembeli tidak merasa tertipu, walaupun unit yang dibeli adalah mobil eks-kecelakaan.
"Ya balik lagi, sebenarnya kunci utamanya itu kami mencari pedagang yang jujur sama amanah. Kayak saya jualan nih, ada mobil-mobil tabrak atau banjir, kami ngomong ke customer-nya. Jadi otomatis customer ini enggak merasa rugi dengan dia membeli mobil bekas tabrak," pungkasnya.