Peringatan PBB: El Nino Kuat Juli-September 2026 Picu Cuaca Ekstrem

Senin, 06 Juli 2026 | 13:08:58 WIB
ilustrasi cuaca panas.(FOTO:NET)

JAKARTA - Badan Meteorologi Dunia (WMO) yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan peringatan bahwa fenomena El Nino diproyeksikan bakal meningkat menuju kategori kuat selama rentang waktu Juli sampai September 2026.

Situasi tersebut membawa potensi besar bagi lonjakan ancaman cuaca ekstrem di bermacam wilayah di dunia.

Melalui laporan pembaruan iklim musiman global, WMO mengonfirmasi jika indikasi El Nino sudah mulai tampak di kawasan Samudra Pasifik tropis serta diperkirakan terus mengalami penguatan signifikan pada bulan-bulan selanjutnya.

"El Nino telah berkembang di Pasifik tropis dan diperkirakan akan menguat dengan cepat dalam beberapa bulan ke depan, meningkatkan kemungkinan terjadinya berbagai peristiwa cuaca ekstrem di banyak wilayah dunia," tulis WMO, dikutip dari CNA, Senin (6/7/2026).

Kepala WMO Celeste Saulo menjelaskan bahwa peningkatan kekuatan El Nino ini berisiko memicu ancaman bencana kekeringan, guyuran curah hujan yang tinggi, fenomena gelombang panas di wilayah daratan, hingga gelombang panas yang melanda area lautan.

"El Nino diperkirakan terus menguat pada musim gugur di Belahan Bumi Utara. Ini akan meningkatkan peluang terjadinya kekeringan, hujan lebat, serta gelombang panas di banyak wilayah," kata Saulo.

Fenomena El Nino itu sendiri merupakan variasi iklim alamiah yang ditengarai oleh kenaikan suhu permukaan air laut di area Samudra Pasifik bagian tengah serta timur.

Imbas dari kondisi ini mampu mengacaukan arah pergerakan angin, intensitas curah hujan, hingga kondisi suhu udara di sejumlah negara.

Berdasarkan analisis WMO, simulasi pemodelan iklim dari sejumlah pusat riset dunia memperlihatkan penyimpangan suhu permukaan air di zona pantauan utama berpotensi menembus angka di atas 2 derajat Celsius.

Angka proyeksi ini memicu tingkat keyakinan yang sangat besar dari kalangan ilmuwan terhadap potensi intensitas El Nino pada periode sekarang.

WMO turut memberikan catatan bahwa walaupun perubahan iklim belum terbukti meningkatkan intensitas kejadian El Nino, laju pemanasan global dinilai dapat memperburuk dampak destruktifnya karena kondisi laut serta atmosfer yang bertambah panas menyuplai energi yang lebih masif untuk menggerakkan cuaca ekstrem.

Terkait dengan faktor pemicunya, walau belum ditemukan bukti konkret bahwa perubahan iklim mendongkrak tingkat keseringan atau daya dari El Nino, WMO memandang pemanasan global tetap menjadi pendorong buruknya efek yang ditimbulkan.

Lingkungan laut serta lapisan atmosfer yang lebih hangat memasok simpanan energi sekaligus uap air yang jauh lebih besar, sehingga mampu memantik cuaca ekstrem berupa gelombang panas maupun curah hujan dengan intensitas tinggi.

Oleh sebab itu, WMO mengimbau seluruh jajaran pemerintah di setiap negara untuk segera mendongkrak level kewaspadaan serta kesiapan, khususnya pada bidang-bidang yang rentan terhadap fluktuasi iklim seperti lini pertanian dan juga sektor kesehatan.

Terkini