Rampung Akhir 2026, Flyover Latumeten Kurangi Macet 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 10:36:54 WIB
Flyover Latumenten ditargetkan rampung akhir 2026 (FOTO: NET)

JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyatakan bahwa proyek pembangunan Flyover Latumeten di wilayah Grogol Petamburan, Jakarta Barat, ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 dan diharapkan dapat mengurai problem kemacetan akut di lokasi itu.

“Infrastruktur yang digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen itu saat ini masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," kata Kenneth di Jakarta, Jumat.

Kenneth menerangkan bahwa gagasan konstruksi Flyover Latumeten berawal dari aduan warga sekitar terkait perlintasan kereta api yang menjadi biang kemacetan parah selama bertahun-tahun.

Dirinya mengisahkan sempat menampung aspirasi itu ketika melangsungkan kunjungan kerja reses di tahun 2024.

“Warga lalu meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat," ungkap Kenneth.

Pada saat itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mengalokasikan anggaran pembangunan, tetapi dirinya meminta agar dilakukan studi mendalam mengenai persoalan tersebut.

Setelah analisis selesai, proyek ini masuk ke tahapan lelang dan pengerjaan fisik mulai dieksekusi pada akhir 2025.

"Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan, bisa selesai on time, seperti yang diharapkan Pak Gubernur," ucap Kenneth.

Legislator Komisi C DPRD DKI Jakarta tersebut mengimbuhkan bahwa Flyover Latumeten nantinya bakal tersambung dengan beragam moda angkutan umum, meliputi KRL Commuter Line dan Transjakarta.

Sebagai sarana penghubung antarmoda, Kenneth menguraikan, kawasan itu pun bakal ditunjang dengan skywalk yang dilengkapi fasilitas lift, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ramah disabilitas, serta halte Transjakarta terpadu.

Skema ini disiapkan untuk melancarkan mobilitas seluruh pemakai jalan, khususnya kaum disabilitas, lansia, ibu hamil, serta warga yang membawa kereta bayi atau barang bawaan.

“Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga," ujar Kenneth.

Sosok yang pun memimpin sebagai Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas itu berharap sarana tersebut bisa mengurai kepadatan berkendara, memastikan keselamatan pejalan kaki, sekaligus menjadi pola integrasi antarmoda yang memadukan Flyover Latumeten dengan Transjakarta, JakLingko, dan Commuter Line.

Gagasan keterpaduan ini bertujuan supaya transisi antarangkutan menjadi lebih aman, nyaman, serta efisien bagi publik.

“Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas," tutur Kenneth.

Di lain kesempatan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengutarakan bahwa proyek Flyover Latumeten ini menelan dana mencapai Rp259 miliar.

Hingga kini, progres pembangunan proyek telah mencapai 55,2 persen dengan tenggat perampungan pada 15 Desember 2026.

Pramono memastikan bahwa Flyover Latumeten ialah program infrastruktur yang sangat diidamkan publik mengingat area tersebut merupakan salah satu pusat kemacetan lalu lintas yang amat parah.

"Flyover Latumeten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena apa? Di sini kalau dilihat pagi, sore, siang kemacetannya sangat tinggi sekali," ungkap Pramono.

Terkini