Pria Bakar Diri di Depan Markas PBB Sambil Kibarkan Bendera Tibet

Jumat, 03 Juli 2026 | 10:36:54 WIB
Markas besar PBB di New York, Amerika Serikat (FOTO: NET)

ISTANBUL - Seorang lelaki dilaporkan nekat membakar seluruh tubuhnya di area depan Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) usai dirinya memasang sebuah bendera yang terafiliasi dengan otoritas Tibet dalam pengasingan di atas trotoar kawasan tersebut.

Mengacu pada pemberitaan media lokal serta potongan video yang beredar luas di jagat maya, insiden menegangkan itu terjadi pada Kamis (2/7) sekitar pukul 19.00 waktu setempat (Jumat pukul 06.00 WIB) di area persimpangan East 43rd Street dan First Avenue.

Jika melihat hasil rekaman kamera pemantau milik PBB, figur tersebut terlihat memasang bendera terlebih dahulu sebelum akhirnya memicu api ke tubuhnya sendiri.

Dirinya pun langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Bellevue dengan status kondisi yang sangat kritis.

Warta itu pun menyebutkan adanya temuan beberapa lembar selebaran di sekitar tempat perkara yang memuat sebuah desakan agar "China keluar dari Tibet".

Aparat kepolisian wilayah setempat hingga kini sudah mengawali proses investigasi mendalam seputar peristiwa mencekam tersebut.

Di sisi lain, panji yang dipasang oleh korban terpantau masih tegak berdiri di lokasi kejadian sampai dengan satu jam setelah insiden berlangsung.

Wilayah Tibet sendiri dipahami telah berada di bawah cengkeraman kekuasaan China semenjak tahun 1951, di mana otoritas Beijing mengeklaim proses akuisisi area itu sebagai aksi "pembebasan damai".

Atribut bendera yang dipasang oleh korban sebelum melakukan aksi ekstremnya diidentifikasi sebagai simbol yang lekat dengan gerakan perlawanan yang kandas terhadap rezim China pada tahun 1959 silam.

Pasca-gejolak tersebut, pusat kekuasaan Tibet dalam pelarian kemudian resmi dibentuk di kawasan India bagian utara.

Pemerintah Beijing secara tegas menolak eksistensi dari otoritas dalam pengasingan itu serta bersikukuh bahwa Tibet merupakan bagian integral dari kedaulatan China sejak abad ke-13.

Namun, Dalai Lama selaku tokoh spiritual tertinggi Tibet, memberikan penegasan bahwa Tibet merupakan sebuah kedaulatan yang mandiri ketika pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China menginvasi tanah kelahiran mereka.

Terkini