Gelombang Panas New York, Laga Piala Dunia 2026 Kian Memanas

Jumat, 03 Juli 2026 | 13:00:18 WIB
Neymar dan Vinicius Jr turut serta dalam sesi latihan timnas Brasil di Morristown, New Jersey.(FOTO:NET)

NEW YORK - Fenomena gelombang panas tengah melanda kawasan New York dan New Jersey bersamaan dengan tensi persaingan Piala Dunia 2026 yang juga semakin sengit.

Rasa panas yang menyengat begitu terasa ketika tim liputan keluar dari area penginapan di Jersey City untuk meliput sesi latihan tim nasional Brasil sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Kondisi suhu di luar ruangan saat itu menyentuh angka 39 derajat celsius, namun indikator pada aplikasi ponsel menunjukkan hawa yang dirasakan mencapai 40 derajat celsius.

Aplikasi pemantau cuaca bahkan mengeluarkan peringatan resmi mengenai adanya cuaca buruk dan peringatan suhu panas yang ekstrem.

Notifikasi peringatan serupa juga dirilis oleh aplikasi NJ Transit yang biasa digunakan untuk memesan tiket transportasi publik di wilayah New Jersey.

Pemberitahuan tersebut menginformasikan adanya potensi keterlambatan jadwal pada sejumlah rute bus operasional.

Akibat dari dampak gelombang panas ini, armada bus terpaksa mengurangi laju kecepatannya sehingga memicu potensi keterlambatan dari jadwal reguler.

Berdasarkan data dari media lokal The New York Post, tingkat temperatur pada tanggal 2 Juli 2026 ini telah menyamai rekor suhu tertinggi yang pernah tercipta pada tahun 1966 silam.

Masyarakat setempat pun diimbau untuk selalu menjaga kecukupan hidrasi tubuh selama berkegiatan di luar ruangan serta mengenakan pakaian berbahan longgar agar panas tidak terperangkap di tubuh.

Tim liputan yang sudah terbiasa dengan iklim panas kota Jakarta ternyata tetap merasa seperti terpanggang oleh terik matahari di wilayah New York dan New Jersey ini.

Bahkan, saat tim liputan mencoba mengabadikan momen latihan tim Brasil di kawasan Morristown, New Jersey, perangkat ponsel sempat memunculkan peringatan akibat suhu gawai yang terlalu panas.

Suhu udara yang sangat menyengat tersebut tentu menjadi tantangan berat bagi para penggawa timnas Brasil yang harus tetap menjalankan porsi latihan mereka.

Agenda latihan skuad Brasil sendiri dimulai tepat pada pukul 11.00 waktu setempat.

Begitu sesi latihan terbuka bagi media tersebut selesai, para jurnalis langsung bergegas menuju ke area pusat media.

Beruntung, pihak Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) menyediakan fasilitas air minum secara cuma-cuma bagi para jurnalis.

Kondisi ini berbeda dengan pusat media di Stadion New York/New Jersey yang mewajibkan para jurnalis untuk membeli jika ingin mendapatkan sebotol air minum.

Ketika waktu beranjak sore, hawa panas dari udara sekitar masih terus menguras keringat hingga membuat pakaian basah kuyup.

Saat tim liputan melangkah menuju area Fan Zone New Jersey sekitar pukul lima sore, indikator suhu udara masih tertahan di angka 36 derajat celsius.

Di wilayah New Jersey, pancaran sinar matahari terpantau masih sangat terik meski waktu sudah menunjukkan pukul lima sore.

Tim liputan mengantisipasi kondisi tersebut dengan membawa bekal tiga botol air minum yang diperoleh dari lokasi latihan timnas Brasil pada siang harinya.

Sensasi hawa panas yang berpadu dengan kelembapan tinggi langsung menyambut begitu tim liputan tiba di Stadion Sports Illustrated, lokasi dibukanya Fan Zone New Jersey.

"Hari ini panas sekali. Tetapi saya tetap ingin keluar rumah untuk merasakan atmosfer pertandingan," ujar warga asli New Jersey, Luca kepada KOMPAS.com.

Momen gelombang panas ekstrem ini hadir bertepatan dengan fase krusial kompetisi Piala Dunia 2026 yang sedang berada dalam tensi tertinggi.

Luca turut menjadi saksi mata dari rentetan aksi kebangkitan yang dramatis dalam panggung Piala Dunia kali ini.

Tim nasional Portugal yang sempat tertinggal lebih dulu akibat gol dari Ivan Perisic akhirnya berhasil membalikkan keadaan dan menyudahi laga dengan keunggulan 2-1.

Eksekusi penalti dari Cristiano Ronaldo serta sundukan terarah Goncalo Ramos sukses mengantarkan Portugal menyegel tiket babak 16 besar untuk menantang Spanyol.

Skuad Portugal bukan menjadi satu-satunya kontestan yang berhasil melangkah ke fase 16 besar lewat aksi memukau membalikkan kedudukan.

Langkah serupa juga berhasil ditunjukkan oleh tim nasional Inggris serta tim nasional Belgia.

Tim Tiga Singa sukses mengunci kemenangan dengan skor 2-1 atas Republik Demokratik Kongo setelah sebelumnya dikejutkan oleh gol cepat dari Brian Cipenga.

Dua gol balasan dari penyerang Harry Kane menjadi aktor utama di balik kebangkitan tim Inggris.

Semangat juang yang tak kenal menyerah juga dipertontonkan oleh Belgia yang hingga sisa lima menit laga babak 32 besar kontra Senegal masih tertinggal dua gol tanpa balas.

Namun dalam periode lima menit terakhir waktu normal, Belgia mampu menyamakan kedudukan lewat sumbangan gol Romelu Lukaku dan Youri Tielemans.

Belgia pada akhirnya sukses mengunci kemenangan dramatis dengan skor akhir 3-2 atas RD Kongo berkat gol penalti kedua dari Tielemans pada babak perpanjangan waktu.

Situasi gelombang panas memang telah memaksa armada bus di New Jersey untuk melaju lebih lambat dari biasanya.

Kendati demikian, seluruh tim kontestan di ajang Piala Dunia 2026 ini jelas tidak boleh mengendurkan ritme permainan mereka jika tidak ingin bernasib sama seperti RD Kongo, Senegal, dan Kroasia yang harus tersingkir dari kompetisi.

Terkini