Lewat Transmigrasi Patriot, Kementrans Cetak Pusat Ekonomi Baru

Minggu, 28 Juni 2026 | 12:43:36 WIB
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara.(FOTO:NET)

JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) tengah berupaya menghadirkan ribuan pusat pertumbuhan ekonomi baru demi masa depan Indonesia melalui program Transmigrasi Patriot yang membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pembangunan wilayah transmigrasi.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa pembangunan nasional ke depan tidak bisa melulu bertumpu pada pusat pemerintahan atau kawasan ekonomi yang telah mapan saat ini.

Masa depan bangsa ini justru wajib ditopang oleh titik-titik pertumbuhan baru yang merata di berbagai penjuru negeri.

“Indonesia masa depan tidak akan dibangun hanya dari Jakarta. Indonesia masa depan akan dibangun dari ribuan pusat pertumbuhan baru yang tersebar di seluruh Nusantara,” ucap M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Sejauh ini, jalannya program transmigrasi telah sukses mengubah wilayah penempatan menjadi 1.567 desa definitif, 466 ibu kota kecamatan, 116 ibu kota kabupaten, serta tiga ibu kota provinsi.

Walau demikian, ia memberikan catatan khusus mengenai adanya persoalan terkait kesenjangan peluang untuk memacu kemajuan wilayah beserta segenap potensi yang ada, termasuk kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah tersebut.

“Ketimpangan terbesar yang kami hadapi hari ini bukanlah ketimpangan pendapatan. Ketimpangan terbesar bangsa ini adalah ketimpangan kesempatan,” kata Iftitah.

Lewat program Transmigrasi Patriot, kementeriannya berkomitmen penuh untuk memperluas sebaran talenta, ilmu pengetahuan, teknologi, sekaligus akses kemajuan demi mendongkrak potensi lokal serta kapasitas SDM setempat.

Program ini sengaja diformulasikan guna mendatangkan para pemuda bertalenta, peneliti, pengajar, inovator, hingga penggerak perubahan ke berbagai daerah yang tengah berkembang.

Sembari menyitir pesan dari Wakil Presiden Pertama RI Mohammad Hatta, Mentrans Iftitah mengingatkan kembali bahwa Indonesia tidak akan menjadi besar hanya karena obor yang menyala di Jakarta, melainkan berkat lilin-lilin yang berpijar di pedesaan.

“Sesungguhnya lilin-lilin itu sudah ada di seluruh Indonesia. Tapi, kami semua menunggu korek api yang jumlahnya terbatas di Jakarta. Karena itu, tugas kami bukan membawa api dari Jakarta, tetapi membantu setiap daerah menyalakan apinya sendiri,” ujarnya.

Dirinya pun mengimbau segenap perguruan tinggi di tanah air untuk ikut andil secara aktif dalam program Transmigrasi Patriot, salah satunya lewat keterlibatan pada Tim Ekspedisi Patriot (TEP) agar teori dan pengetahuan tidak mandek di lingkungan akademik saja, melainkan mampu mendatangkan kemakmuran nyata bagi warga.

Iftitah menggarisbawahi bahwa sudut pandang mengenai transmigrasi sekarang harus digeser menjadi perpindahan pengetahuan, teknologi, serta keahlian, bukan sekadar memindahkan penduduk.

Ia juga menekankan krusialnya kerja sama antara pihak kampus yang memproduksi sains, inovasi, dan talenta dengan Kementrans selaku penyedia ruang untuk menguji teori, mempraktikkan inovasi, serta menjembatani pemuda berbakat dalam memberikan kontribusi riil bagi publik.

“Kami ingin menghadirkan ilmu pengetahuan. Kami ingin mendekatkan kampus dengan masyarakat. Kami ingin menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium hidup pembangunan Indonesia,” imbuhnya.

Terkini