Sarasehan KSTI 2026: Fokus Mandiri Ekonomi dan Sejahtera

Minggu, 28 Juni 2026 | 12:43:35 WIB
Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains dan Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 pada Jumat (26/6)sore di JCC Senayan, Jakarta.(FOTO:NET)

JAKARTA  - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains dan Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 pada Jumat (26/6/2026) sore di JCC Senayan, Jakarta Pusat yang pembukaannya dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Acara bertajuk "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia" ini menjadi wadah yang memadukan pemerintah, perguruan tinggi, serta para pemangku kepentingan guna menyatukan ide.

Langkah ini juga dilakukan untuk memperkuat sinergi, sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan berbasis sains yang bermanfaat bagi pembangunan tanah air.

Agenda Sarasehan Kebangsaan ini bakal berlangsung selama tiga hari sampai Minggu (28/6/2026) serta menjadi bagian dari rangkaian program KSTI tahun 2026.

Pertemuan KSTI 2026 ini dihadiri oleh lebih dari 2.600 peserta.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti saintek) Brian Yuliarto lewat pidatonya menyampaikan bahwa agenda sarasehan kebangsaan ini diikuti oleh lebih dari 2.600 peserta yang mencakup 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, 6 ketua perguruan tinggi, serta 1.596 dosen ilmuwan dan para peneliti.

Jumlah tersebut juga melibatkan 300 peneliti yang berasal dari BRIN.

"Sarasehan yang diadakan pada hari ini merupakan rangkaian dari program KSTI tahun 2026 dengan tujuan menguatkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan dalam pembangunan bangsa," ujar Brian, dikutip dari YouTube Secretariat Presiden.

Turut hadir pula lebih dari 635 mitra kolaborasi dari perguruan tinggi serta Kemendikti saintek.

Mendiktisaintek sempat mengutarakan bahwa di bawah komando Presiden Prabowo pemerintah terus melangkah cepat untuk menyelesaikan beragam tantangan pembangunan nasional.

"Dalam semangat tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama seluruh kampus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintahan," ucap Brian.

Lebih lanjut, Brian memaparkan, pada akhir sarasehan saat seluruh sesi telah rampung, para peserta bakal merumuskan peran serta kontribusi perguruan tinggi demi mengakselerasi implementasi berbagai program prioritas nasional yang dicanangkan presiden.

Sementara itu, Prabowo dalam arahannya menegaskan krusialnya andil ilmuwan serta guru besar selaku "orang terpintar" di negeri ini untuk mengawal perubahan.

"Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau di gerakkan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus dari universitas," ucap Prabowo.

Prabowo menyampaikan, momen Sarasehan Kebangsaan ini menjadi perjumpaan keempatnya bersama para rektor selama memimpin sebagai Presiden RI hingga kini.

Oleh karena itu, para profesor kerap dilibatkan ke dalam program rancangan pemerintah.

"Saya dari awal sangat sadar peran dan penting para ilmuwan, para guru besar, dan karena itu kalau Saudara simak hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikut sertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan,"

KSTI pertama kali dilaksanakan pada 2025 dan setelah agenda tersebut sukses berjalan, kini sudah ada delapan program kerja yang digulirkan melalui sinergi bersama pelbagai pihak.

Rembuk serta tukar pikiran lintas disiplin ilmu ini diharapkan mampu menelurkan rumusan strategis yang relevan, adaptif, sekaligus berdampak nyata dalam menyokong perwujudan Indonesia yang mandiri, maju, dan sejahtera.

Terdapat 8 program yang dihasilkan dari KSTI 2025.

Mendiktisaintek menguraikan delapan program kerja yang telah berjalan sejak pelaksanaan KSTI 2025.

  1. Aktivitas pengembangan genom pertanian serta pembuatan varietas unggul bagi produk yang masih impor guna menggantikan atau mensubstitusi impor di bawah koordinasi Menteri Pertanian.
  2. Pembuatan teknologi pengolahan sampah di bawah koordinasi Kementerian Lingkaran Hidup, Kementerian Pertahanan, Danantara, BRIN, serta turut menyertakan Pemprov Jakarta dan Jawa Barat.
  3. Agenda riset bensin sawit, pembuatan kompor listrik, serta kajian pembangkit listrik untuk implementasi 100 GW di bawah koordinasi Kementerian ESDM.
  4. Beragam riset terkait vaksin TBC sekaligus langkah penguatan industri farmasi dan alat kesehatan nasional di bawah koordinasi Menteri Kesehatan.
  5. Aktivitas riset industri garam, pembuatan kapal nelayan listrik, dan hal-hal lainnya di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.
  6. Penyusunan konsep desain kawasan serta hunian vertikal yang digarap bersama sejumlah kampus di bawah koordinasi Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman.
  7. Keterlibatan peneliti dari pelbagai kampus dalam menyukseskan program Giant Sea Wall di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah beserta Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
  8. Keikutsertakan peneliti dari bermacam perguruan tinggi dalam agenda pengembangan industri semikonduktor nasional di bawah koordinasi langsung dari Danantara.

Terkini