Bos PPI Analisis Peringatan Prabowo Soal Dalang di Balik Demo

Jumat, 26 Juni 2026 | 12:34:01 WIB
Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno.(FOTO:NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui identitas pihak-pihak yang mendanai aksi demonstrasi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno berpendapat bahwa peringatan tegas itu mengisyaratkan bahwa setiap gerakan demonstrasi di lapangan pastinya diawasi secara ketat oleh pihak pemerintah.

"Secara spesifik sepertinya itu adalah ditujukan ke demonstran yang dibayar oleh pihak-pihak tertentu untuk melawan kebijakan politik pemerintah," ujar Adi Prayitno kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

"Itu semacam warning bahwa setiap aktivitas demonstrasi dalam pantauan kekuasaan. Dan pastinya pemerintah punya data mana demonstrasi yang murni dan demonstrasi tak murni yang digerakkan oleh kepentingan politik tertentu," tambahnya.

Adi berpandangan bahwa Prabowo melihat aksi unjuk rasa yang marak terjadi akhir-akhir ini sengaja dimanfaatkan untuk menurunkan wibawa pemerintah di mata publik.

Hal tersebut dinilai menjadi alasan kuat di balik munculnya pernyataan keras dari sang presiden.

"Itu artinya, demonstrasi yang terjadi belakangan dinilai ada yang menunggangi untuk men-downgrade citra pemerintah. Itu makna yang paling mungkin ditafsirkan dari pernyataan tersebut," katanya.

"Persisnya apa yang terjadi seperti apa, tentu publik tak tahu persisnya seperti apa," tambahnya.

Selanjutnya, Adi memaparkan bahwa sejak dahulu gerakan demonstrasi memang selalu terbagi ke dalam dua kategori utama.

Kategori yang pertama adalah aksi unjuk rasa yang benar-benar murni bergerak atas dasar kepentingan rakyat serta terbebas dari segala bentuk manipulasi politik pihak luar.

"Demo semacam ini dianggap independen dan ideal, karena murni untuk perjuangkan nasib rakyat serta menolak segala bentuk intervensi pihak manapun," ujarnya.

Sementara untuk kategori kedua, menurutnya, ialah aksi massa yang ditunggangi oleh kelompok dengan agenda politik tertentu.

Meskipun secara kasat mata gerakan tersebut terlihat menyuarakan hak rakyat, namun pada kenyataannya aksi itu berjalan beriringan dengan kepentingan politik terselubung.

"Tipologi demo semacam ini sudah terjadi sejak lama," katanya.

Sebelumnya, Prabowo sempat mengulas berbagai hal penting saat menyampaikan pidato di acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6), termasuk menyinggung soal aksi demo di beberapa wilayah.

Dalam kesempatan itu, Prabowo secara terbuka menyatakan bahwa dirinya paham betul mengenai aktor intelektual yang berada di balik rangkaian aksi demonstrasi tersebut.

Prabowo mengutarakan bahwa kelompok-kelompok tersebut pada dasarnya tidak menyukai kepemimpinannya karena ia mengetahui rekam jejak para pelaku korupsi.

"Sopan-sopan tetap maling, sopan-sopan korupsi. Sok, sok kaya, sok banyak duit. Kalau duitnya nyolong dari rakyat. Saya sudah lama jadi orang Indonesia, gua kenal itu semua itu, Saudara-saudara. Mereka nggak suka sama Prabowo karena Prabowo ngerti," kata Prabowo.

Prabowo juga menggarisbawahi adanya keterlibatan pihak-pihak tersebut dalam mengucurkan dana untuk aksi unjuk rasa belakangan ini dan memberikan peringatan keras kepada mereka.

"Saudara-saudara sekalian. Hati-hati, lho. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu. Tapi nggak apa-apa, main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo, nggak ngerti. Mau demo apa, ya? Hmmm... kami dibayar Rp 200 ribu, gitu, kan. Tapi ada. Saya nggak mengerti," katanya.

Terkini