Banyuwangi Gandeng Noora Health, Rilis Konsultasi Kesehatan via WA

Rabu, 24 Juni 2026 | 14:34:30 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestandani saat bertemu organisasi Noora Health. (FOTO:NET)

BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tengah menyiapkan layanan konsultasi kesehatan secara online gratis yang dapat diakses oleh masyarakat selama 24 jam penuh.

Layanan kesehatan ini diwujudkan lewat kerja sama dengan Noora Health, sebuah organisasi nonpemerintah internasional yang bergerak dalam penguatan sistem kesehatan melalui pelatihan keterampilan kesehatan berdampak luas.

Platform digital tersebut nantinya akan dinamakan Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi (Oasis Wangi).

Lewat layanan digital ini, masyarakat dapat melakukan tanya jawab secara interaktif dengan para tenaga kesehatan mengenai berbagai keluhan penyakit.

Executive Director of Product and Tech Noora Health Global, Anubhav Arora, menjelaskan bahwa layanan kesehatan tersebut akan memaksimalkan peran para tenaga kesehatan yang bertugas di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). 

"Pertanyaan warga seputar kesehatan yang dikirim melalui WhatsApp akan langsung direspons oleh nakes. Sehingga warga tidak perlu mengunduh aplikasi baru," kata Anubhav.

Anubhav memaparkan, masyarakat dapat berkonsultasi mengenai aneka masalah kesehatan, mulai dari aspek kesehatan ibu dan anak hingga masalah penyakit tidak menular.

Beberapa jenis penyakit yang bisa dikonsultasikan meliputi diabetes, hipertensi, serta penyakit jantung.

Setiap pertanyaan yang dikirimkan akan dijawab oleh tenaga kesehatan dengan memberikan panduan medis, mulai dari pencegahan, perawatan mandiri di rumah, hingga rekomendasi untuk mendapatkan pemeriksaan medis lanjutan. "Dengan konsultasi semacam ini, para nakes juga akan menyarankan apakah mereka cukup melakukan perawatan mandiri di rumah, atau malah harus segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut," ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestandani memberikan apresiasi atas pembuatan layanan telekonsultasi kesehatan tersebut.

Menurut dirinya, kemudahan berkonsultasi sejak dini dapat membantu warga dalam mendeteksi kondisi kesehatan tubuh secara lebih cepat sehingga tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan saat penyakit sudah parah.

Ipuk berharap masyarakat luas dapat memanfaatkan kehadiran fasilitas ini dengan baik, termasuk untuk berkonsultasi seputar kehamilan maupun penanganan bagi keluarga yang menderita penyakit tidak menular. 

"Langkah ini bisa menekan risiko penyakit sejak dini sehingga harapan kami akan membuat warga Banyuwangi semakin sehat dan usia harapan hidup bertambah. Apabila ada kegawatdaruratan juga bisa segera tertangani," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menuturkan bahwa pihaknya bersama Noora Health masih terus mematangkan pengoperasian sistem layanan tersebut.

Para tenaga kesehatan juga telah mengikuti sesi pelatihan agar memiliki kemampuan dalam memberikan respons serta pelayanan yang tepat bagi masyarakat. "Para nakes telah mengikuti workshop terlebih dahulu untuk menjalankan sistem ini agar bisa memberikan layanan dan respon yang baik ke warga," kata Amir.

Pada tahap perdana, sistem Oasis Wangi ini akan menjalani masa uji coba pada akhir Juni 2026 di tiga lokasi puskesmas.

Tiga puskesmas yang dimaksud adalah Puskesmas Bajulmati di Kecamatan Wongsorejo, Puskesmas Mojopanggung di Kecamatan Banyuwangi Kota, serta Puskesmas Kabat. "Target kami akhir tahun atau awal tahun 2027 sudah bisa menjangkau seluruh warga," kata Amir.

Terkini

Panduan Memulai Investasi Saham Untuk Pemula

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:19:01 WIB

Tips Berhemat Tanpa Mengurangi Kualitas Hidup

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:03:45 WIB