Polteknaker Gandeng Huawei Cetak SDM Berdaya Saing

Rabu, 24 Juni 2026 | 14:04:20 WIB
Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) dan PT Huawei Tech Investment menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Kerja Sama Bidang Pendidikan, Pengembangan Kompetensi, dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia di Jakarta. (FOTO:NET)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memiliki komitmen kuat dalam memperkokoh keterikatan kerja sama antara sektor pendidikan vokasi dengan ranah dunia industri sebagai wujud nyata melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang cakap serta berdaya saing tinggi.

“Ilmu yang diajarkan tidak boleh berhenti di ruang kelas. Pendidikan vokasi menekankan kemampuan untuk mengerjakan, mempraktikkan, dan menghasilkan,” kata Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Sementara itu, salah satu bentuk perwujudan dari langkah strategis tersebut diimplementasikan lewat agenda penandatanganan berkas perjanjian kerja sama (PKS) antara Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) bersama PT Huawei Tech Investment terkait Kemitraan Sektor Pendidikan, Peningkatan Kompetensi, serta Optimalisasi Sumber Daya Manusia.

“Ini merupakan tindak lanjut operasional dari kesepahaman yang telah dibangun antara Kemnaker dan Huawei. Apa yang telah disepakati di tingkat kementerian sebagai arah besar, kini diterjemahkan menjadi langkah konkret di tingkat satuan pendidikan melalui program-program yang langsung menyentuh dosen dan mahasiswa,” kata Cris.

Sesuai dengan pandangannya, Polteknaker yang berstatus sebagai satu-satunya lembaga perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kemnaker memikul tanggung jawab besar untuk mencetak SDM yang ahli di bidang ketenagakerjaan lewat konsentrasi program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Relasi Industri, dan Manajemen SDM.

Melalui kemitraan yang terjalin tersebut, kedua belah pihak bakal saling bersinergi dalam tiga cakupan wilayah utama.

Poin pertama, sektor pendidikan sekaligus pengajaran lewat partisipasi para profesional industri yang bertindak selaku dosen praktisi pada agenda kuliah umum maupun seminar, penyesuaian kurikulum ajar, kunjungan ke area industri, serta fasilitasi alat praktik bagi kalangan mahasiswa.

Poin kedua, pendongkrakan kompetensi serta pengasahan kualitas SDM lewat beraneka macam program edukasi, termasuk di dalamnya agenda Training to Trainer dari ICT Academy yang membuka ruang bagi tenaga dosen untuk menyegarkan kapasitas keahlian teknologi mereka lalu menyalurkan wawasan berharga tersebut kepada para mahasiswa.

Poin ketiga, optimalisasi potensi SDM lewat pembukaan akses lowongan magang, penyediaan berita lowongan pekerjaan, hingga agenda campus hiring yang menghubungkan para talenta muda berbakat dengan kriteria spesifik yang dicari oleh sektor usaha dan dunia industri.

Berdasarkan penilaian Cris, kolaborasi strategis tersebut bakal mendatangkan dampak positif dan keuntungan besar untuk tiap-tiap program studi yang ada di lingkungan Polteknaker.

Para mahasiswa dari jurusan K3 bakal menyerap wawasan baru perihal sistem keselamatan kerja pada masa digital, mahasiswa jurusan Relasi Industri akan memetik pemahaman yang jauh lebih luas mengenai dinamika hubungan industrial kontemporer, sedangkan mahasiswa jurusan Manajemen SDM akan meraup sudut pandang baru seputar tata kelola talenta berskala global.

Lebih jauh lagi, Cris memberikan penegasan bahwa semua langkah penajaman kompetensi yang diupayakan oleh pihak Kemnaker bermuara langsung pada pendongkrakan kualitas dari masyarakat Indonesia.

"Oleh karena itu, pembangunan SDM harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing bangsa di masa depan," katanya.

Terkini

Panduan Memulai Investasi Saham Untuk Pemula

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:19:01 WIB

Tips Berhemat Tanpa Mengurangi Kualitas Hidup

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:03:45 WIB