Kedekatan Prabowo dengan NU: Tetangga Gus Dur Sejak Kecil

Rabu, 24 Juni 2026 | 13:28:59 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto (FOTO: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menceritakan bahwa dirinya sudah mengenal dekat organisasi Nahdlatul Ulama (NU) semenjak ia masih kecil.

Salah satu momen kedekatan itu terbangun saat ia sempat tinggal bertetangga rumah dengan keluarga Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di kawasan Jakarta.

"Saya kenal keluarga besar Nahdlatul Ulama sejak kecil. Karena dulu saya bertetangga dengan keluarga Gus Dur di Jakarta. 

Dan eyang putri saya memang dari NU," ujar Prabowo saat menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6/2026).

Kepala Negara menilai NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki karakter kuat dalam menjaga jiwa kebangsaan serta rasa cinta yang mendalam pada tanah air Indonesia.

"Nahdlatul Ulama memang organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta tanah air. Jadi agamis, tetapi nasionalis dan patriotik," ujar Prabowo.

Kontribusi yang disumbangkan oleh NU, bagi Prabowo, tidak hanya berfokus sebagai wadah keagamaan saja, tetapi juga ikut menjadi tiang penyangga dalam menjaga kedamaian sekaligus keselarasan hidup berbangsa.

Selain hal itu, keakraban yang terjalin di antara para kiai serta ulama dengan masyarakat dinilai olehnya sebagai salah satu pilar kekuatan utama bagi NU.

Hubungan yang erat tersebut dianggap membuat para pemuka agama bisa memahami secara langsung situasi, kebutuhan, sekaligus suara hati dari rakyat, terutama warga yang menetap di daerah pedesaan.

"Para kiai dan para ulama menurut saya, tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat. Paling dekat, apalagi dengan rakyat di pedesaan. Karena itu para kiai, para ulama paham, mengerti apa yang dirasakan rakyat," ujar Prabowo.

Prabowo juga ikut menegaskan bahwa kaum ulama memiliki kepekaan yang tinggi terhadap berbagai kendala dan masalah yang sedang dihadapi masyarakat di tingkat bawah.

Ia berpandangan bahwa sinergi yang kuat antara tokoh ulama, pihak pemerintah, jajaran aparat keamanan, beserta seluruh rakyat merupakan aset yang amat krusial dalam mengawal stabilitas negara.

"Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator. Faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara," ujar Prabowo.

Terkini

Panduan Memulai Investasi Saham Untuk Pemula

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:19:01 WIB

Tips Berhemat Tanpa Mengurangi Kualitas Hidup

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:03:45 WIB