Cari Pelaku Penyekapan di Bandung, Dedi Mulyadi Beri Hadiah

Selasa, 23 Juni 2026 | 12:06:58 WIB
Jajaran kepolisian dari Polresta Bandung saat melakukan pengecekan ke sebuab Indekos di Cinunuk, Kabupaten Bandung, yang menjadi lokasi penyekapan YTR (29). (FOTO:NET)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyelenggarakan sayembara untuk masyarakat yang mampu menolong aparat melacak posisi Taufik Hidayat, buronan dalam kasus dugaan penyekapan serta penganiayaan terhadap YTR (29), seorang perempuan asal Kabupaten Bandung.

Dedi menyiapkan upah dari kantong pribadinya sebesar Rp 250 juta bagi siapapun yang bisa menyerahkan informasi akurat hingga pelaku berhasil ditangkap.

"Saya memberikan ruang bagi warga dimanapun berada untuk berpartisipasi mencarinya. Dan siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat, atau menginformasikan kepada aparat keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp 250 juta," kata Dedi, dikutip dari akun Instagramnya dan telah dikonfirmasi ulang Kompas.com, Selasa (23/6/2026).

Langkah untuk menggelar sayembara itu dipilih Dedi setelah melihat langsung keadaan korban yang mengalami cedera fisik sangat berat akibat dugaan penganiayaan yang dialaminya selama bertahun-tahun.

Dia menganggap kasus ini sebagai salah satu peristiwa yang sangat memilukan dan menegaskan bahwa pelaku harus secepatnya mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan hukum.

"Saya sangat marah dengan laki-laki seperti ini bernama Taufik Hidayat yang sekarang jadi buronan. Dan saya meyakini bahwa tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya," ujar Dedi.

Dedi juga meminta masyarakat luas untuk membantu pihak kepolisian dengan memberikan informasi yang akurat terkait lokasi persembunyian pelaku.

"Untuk itu saya ucapkan terima kasih pada jajaran Polda Jabar. Mari kami bersama terus menangkap saudara Taufik Hidayat ini. Dan pada seluruh warga, mari kami sama-sama mencarinya," katanya.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat menegaskan bakal tetap membongkar sampai tuntas perkara kekerasan yang menimpa YTR (29), wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan bahwa proses pemeriksaan terus bergulir, termasuk operasi pengejaran terhadap terduga pelaku.

"Kami masih melakukan penyelidikan," kata Hendra.

YTR disinyalir menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya yang berinisial TH (30) dari tahun 2023 hingga 2026.

Selama rentang waktu tersebut, korban diduga selalu dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain di area Bandung dan sekitarnya supaya keberadaannya tidak diketahui oleh pihak keluarga.

Perkara kelam ini baru dapat terungkap pada Rabu (10/6/2026) malam setelah pihak keluarga menerima pesan dari nomor tidak dikenal yang mengabarkan keadaan YTR di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Saat mendatangi rumah sakit tersebut, keluarga mendapati keadaan korban sangat memprihatinkan dengan bermacam luka yang berbekas di seluruh tubuhnya.

Terkini