Gen Z Punya Peran Krusial dalam Sektor Energi Menuju Indonesia Emas

Senin, 22 Juni 2026 | 10:44:47 WIB
Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha menjadi pembicara utama dalam perhelatan Education Festival Indonesia 2026 di Kemendiktisaintek, Jakarta.(FOTO:NET)

JAKARTA - Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha berpendapat bahwa kontribusi aktif dari generasi Z memegang peranan yang sangat penting untuk masa depan sektor energi nasional, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Mengingat energi merupakan fondasi vital bagi sektor industri, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, maka peran aktif gen Z sebagai inovator, profesional, akademisi, maupun pembuat kebijakan sangat krusial dalam menentukan arah kemandirian bangsa," ujarnya dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin.

Berdasarkan pandangannya, dalam menyambut momen bersejarah satu abad Kemerdekaan RI lewat visi Indonesia Emas 2045, sasaran untuk menaikkan pendapatan per kapita negara tidak akan bernilai optimal apabila tidak disertai dengan perkembangan mutu sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas secara personal.

Ia menyambung bahwa bidang energi nasional, mulai dari sektor industri minyak dan gas bumi, panas bumi, energi surya dan angin, hidrogen, sampai pada manajemen mineral kritis demi rantai pasok kendaraan listrik, menyediakan prospek karier yang amat lebar untuk kaum muda.

Ketika bertindak selaku pembicara utama di ajang perhelatan Education Festival Indonesia 2026 di Kemendiktisaintek, Jakarta, Minggu (21/6), Hangga menjelaskan mengenai peta jalan strategis bagi kaum muda untuk berproses menjadi calon-calon pemimpin bangsa yang mampu bersaing di tingkat dunia.

Ia pun memotivasi kaum muda khususnya para mahasiswa agar mulai menetapkan sasaran pencapaian untuk kurun waktu 3, 5, hingga 10 tahun mendatang.

Tindakan riil itu dapat dimulai lewat partisipasi aktif dalam kegiatan organisasi, menjalin relasi profesional, mengikuti program magang, serta berburu mentor berpengalaman yang mempunyai kesamaan visi maupun misi.

"Dunia profesional memiliki budaya dan dinamikanya tersendiri yang sering kali tidak kami dapatkan di dalam ruang kelas perkuliahan. Ketimbang takut pada tantangan dan menganggapnya sebagai beban yang melelahkan, ubah cara pandang untuk melihat tantangan sebagai rintangan yang memacu diri menemukan solusi," jelasnya.

Ia memberikan catatan bahwa modal utama untuk bertransformasi menjadi pemimpin di masa depan merupakan perpaduan dari tiga elemen penting, yaitu wawasan (knowledge), kecakapan (skill), serta kepribadian (character).

"Kompetensi teknis mungkin membuat kami diterima di suatu industri, namun integritas dan karakter kuatlah yang membuat kami dipercaya," ujar Hangga.

Lebih mendalam, Hangga memberikan perhatian terhadap ritme pergeseran dunia yang melesat semakin cepat karena adanya andil dari artificial intelligence (AI) serta ekonomi digital.

Di lingkup Kementerian ESDM, pemanfaatan teknologi AI level tinggi sudah diterapkan secara riil demi meningkatkan manajemen keselamatan kerja di area lapangan sampai memantau risiko kebocoran pada sarana kilang.

Persoalan mengenai distribusi infrastruktur listrik serta internet yang masih dialami pada bermacam wilayah di Indonesia sepatutnya dipakai sebagai pemantik bagi gen Z untuk terus melahirkan inovasi demi mengejar ketertinggalan teknologi dunia, sekaligus menyesuaikan diri dalam melewati efek perubahan iklim serta pemanasan global lewat percepatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Hangga turut mengimbau kepada seluruh peserta untuk mempraktikkan dasar learn, create, and shine, sekaligus membentuk personal branding serta reputasi yang baik melalui rekam jejak digital yang penuh integritas.

"Generasi muda jangan takut gagal atau ragu melangkah keluar dari zona nyaman demi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan k sovereignty NKRI," katanya.

Terkini

Panduan Memulai Investasi Saham Untuk Pemula

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:19:01 WIB

Tips Berhemat Tanpa Mengurangi Kualitas Hidup

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:03:45 WIB