Wahana Keranjang Sultan Sukabumi Tabrakan di Udara, Ini Pemicunya

Kamis, 18 Juni 2026 | 09:09:33 WIB
Wahana Keranjang Sultan Sukabumi macet saat beroperasi dan bertabrakan di udara.

SUKABUMI - Kejadian menegangkan berlangsung di wahana Keranjang Langit yang berada di area wisata Situ Gunung Suspension Bridge, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Wahana gantung tersebut tiba-tiba mogok di tengah rute dan tertabrak oleh keranjang lainnya yang melaju dari arah belakang.

Berdasarkan data yang terkumpul, insiden itu berlangsung pada Minggu (14/6/2026).

Salah seorang wisatawan yang mengabadikan momen tersebut secara langsung, Abdul Rozak membeberkan, kala itu dirinya tengah menikmati panorama hutan Situ Gunung dari posisi yang berlawanan.

Melalui tayangan video dengan durasi di atas satu menit tersebut, terlihat seunit keranjang gantung mandek di tengah rute lintasan.

Tidak lama kemudian, keranjang berikutnya yang meluncur dari arah belakang gagal melakukan pengereman hingga benturan pun tidak terhindarkan.

Peristiwa ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan para pelancong yang tengah berada di tempat kejadian.

"Saya naik keranjang langit dan melihat ada satu keranjang yang berhenti di tengah-tengah. Selang beberapa menit, dari belakang ada keranjang lain yang melaju dan akhirnya menabrak keranjang yang depan," kata Abdul Rozak saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan kesaksiannya, kondisi pada saat itu sempat memicu rasa panik dari penumpang di dalam keranjang lantaran tabrakan terjadi di area ketinggian.

Menanggapi rekaman video yang beredar luas tersebut, Manager Operasional Suspension Bridge Situ Gunung, Usep Suherlan, memberikan penjelasan.

Usep Suherlan memastikan bahwa semua pelancong yang terdampak dalam peristiwa di rute sepanjang 523 meter itu berada dalam keadaan selamat.

"Hasil dari kejadian kemarin, wisatawan yang tertabrak dengan kereta berikutnya itu baik-baik saja, tidak mengalami sesuatu apa pun. Hanya ketika ditanya, ya mungkin sedikit takut," ujar Usep.

Usep Suherlan menuturkan, kondisi riil di lokasi kejadian sejatinya tidak seseram kabar yang beredar luas di jagat maya.

Dari hasil pemeriksaan, peristiwa tersebut dipicu oleh tindakan pelancong yang merubah posisi alat pengatur kecepatan (potensio) di area dalam keranjang, sehingga mengakibatkan laju wahana menjadi mandek.

"Kami tidak menginformasikan bahwa potensio tersebut harus dipegang atau dimainkan, itu hanya kami yang tahu. Makanya sekarang kami tidak menginformasikan itu ke pengunjung, tinggal duduk manis saja," jelas Usep.

Mengenai mekanisme penyelamatan (rescue), Usep Suherlan menerangkan bahwa jarak antarkeranjang pada dasarnya selalu diseting sejauh 150 hingga 200 meter.

“Insiden kemarin kebetulan terjadi hanya 50 meter sebelum garis finish, sehingga keranjang pengunjung di belakangnya lebih dulu mendekat dan mendorongnya secara manual,” jelasnya.

Pihak manajemen pun menggaransi bahwa faktor keselamatan (safety) dari wahana pemacu adrenalin ini telah diperhitungkan secara matang.

Masing-masing keranjang sudah dibekali dengan tali pengaman (safety harness) yang mampu menampung beban hingga mencapai 300 kilogram.

"Di atas juga sling (tali baja) kami ada dua. Seling itu untuk pengamanan terakhir. Jadi, pahitnya sampai terjatuh pun, keranjang tidak akan jatuh langsung ke bawah karena sudah kami siapkan seling kedua," tegasnya.

Meski aktivitas wisata terpantau masih bergulir secara normal dan tetap dipadati pelancong pasca-kejadian, pihak pengelola berjanji akan menjadikan kasus ini sebagai pembenahan internal.

"Ini memang harus dievaluasi segala bentuk apapun. Hal kecil, hal besar, semua kami segera evaluasi untuk lebih baik lagi," sambung dia.

Terkini

Panduan Memulai Investasi Saham Untuk Pemula

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:19:01 WIB

Tips Berhemat Tanpa Mengurangi Kualitas Hidup

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:03:45 WIB