JAKARTA - Pihak promotor iMe Indonesia secara resmi menambah satu hari jadwal pertunjukan untuk konser BTS yang bertajuk "WORLD TOUR 'ARIRANG' IN JAKARTA" di Stadion Utama Gelora Bung Karno usai seluruh tiket untuk dua hari pertama ludes terjual.
Grup idola yang berasal dari Korea Selatan itu pada awalnya cuma diagendakan untuk tampil pada tanggal 26 dan 27 Desember 2026, tetapi besarnya jumlah permintaan memaksa promotor untuk menambah jadwal konser pada 29 Desember 2026.
Kabar mengenai penambahan hari tersebut disiarkan secara langsung oleh pihak promotor lewat akun Instagram resmi milik mereka pada hari Rabu, 17 Juni 2026.
"Melihat antusiasme yang luar biasa, pertunjukan hari ke-3 BTS WORLD TOUR 'ARIRANG' IN JAKARTA resmi ditambahkan!" tulis iMe Indonesia.
Pemberitahuan tersebut langsung menyulut gelombang persaingan berburu tiket yang sangat ketat di kalangan para fans, bahkan mayoritas dari mereka sampai rela mendatangi warung internet demi memperoleh sambungan internet yang jauh lebih stabil.
"Untuk war tiket BTS kali ini memang susah, berbeda dari konser K-Pop lainnya," kata Sary, salah seorang ARMY asal Jakarta.
Sary memaparkan bahwa ketatnya persaingan tidak cuma berlangsung sewaktu menentukan kelompok tempat duduk, melainkan juga tatkala menginjak fase penyelesaian pembayaran keuangan.
"Pas proses tinggal bayar malah nggak bisa. Waktu di-refresh lagi, kursinya sudah diambil orang lain," tutur Sary.
Walaupun memanfaatkan fasilitas komputer di tempatnya bekerja tidak membuahkan hasil memuaskan, dia membenarkan bahwa fasilitas warung internet sering kali menjadi opsi paling utama bagi para fans lantaran kelebihan spesifikasi yang ditawarkan.
"Kalau di warnet jaringannya memang lebih cepat karena spesifikasinya untuk game online. Tapi itu juga nggak menjamin pasti dapat tiket," ujarnya.
Mengacu pada data dari platform resmi tiket.com, proses penjualan tiket pertunjukan musik ini menyiapkan kelompok VIP Package dengan harga Rp4.500.000 serta Platinum Floor/Tribune (lower) dengan nilai Rp3.650.000, yang mana semua kelompok tiket memakai sistem nomor kursi otomatis serta nominalnya sudah mencakup beban pajak 10 persen dan biaya pemrosesan.