Sabrina Carpenter Alami Teror Penguntit di Rumah Pribadinya

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:09:17 WIB
Penyanyi Sabrina Carpenter.(FOTO:NET)

JAKARTA - Musisi Sabrina Carpenter tengah menghadapi masalah hukum terkait tindakan seorang penguntit bernama William Applegate yang kedapatan terus mengawasi kediamannya.

Applegate berdalih aksi pengawasan tersebut ia lakukan lantaran mengeklaim diri sebagai utusan rahasia militer Amerika Serikat yang mengemban misi menyelamatkan dunia.

Pria tersebut mengaku direkrut ke dalam operasi rahasia itu di salah satu hotel di kawasan Los Angeles, di mana ia memercayai misinya berkaitan dengan "kedatangan Kristus yang kedua" sehingga ia diwajibkan untuk menemui Carpenter.

“Sangat penting bagi saya dan Carpenter untuk segera bersama ... Saya adalah pusatnya. Saya kunci dari seluruh proses ini," ungkap Applegate berdasarkan dokumen yang dipublikasikan oleh RollingStone pada Rabu (17/6) waktu setempat.

Menyikapi hal tersebut, Hakim Wilayah Los Angeles David I. Wasserman meluluskan permohonan perintah perlindungan yang diajukan pihak Carpenter untuk jangka waktu lima tahun ke depan agar sang artis terhindar dari gangguan pria tersebut.

Pihak pengadilan menginstruksikan Applegate untuk menjauh minimal 100 yard atau sekitar 90 meter dari Carpenter serta dilarang mendekati area tempat tinggal, alat transportasi, maupun lokasi kerja sang penyanyi.

Hakim juga menegaskan bahwa Applegate dilarang keras melakukan upaya komunikasi apa pun dengan Carpenter serta tidak diperkenankan mempunyai atau menyimpan senjata api sekaligus amunisinya.

Carpenter sendiri memantau jalannya persidangan secara daring via panggilan video tanpa memberikan kesaksian langsung, sementara hakim mengizinkan peliputan media di ruang sidang meski tetap memperbolehkan Carpenter mematikan tampilan kameranya.

Blair Berk selaku kuasa hukum Carpenter mengungkapkan dalam pernyataannya bahwa Applegate tercatat telah mendatangi kediaman pribadi kliennya tersebut hingga lebih dari 12 kali.

Berk menambahkan bahwa pada tanggal 23 Mei, tindakan Applegate dinilai "sangat mengkhawatirkan dan melecehkan" sang klien lantaran nekat menerobos lahan tetangga, melewati pagar pembatas, hingga berusaha membongkar pintu utama rumah Carpenter sewaktu sang artis sedang berada di dalam.

Kronologi rentetan teror tersebut dijabarkan secara mendetail dalam berkas permohonan perlindungan darurat jangka pendek yang dikirimkan oleh Carpenter pada 29 Mei lalu.

Melalui keterangan tertulis yang didapatkan oleh RollingStone, Carpenter menyatakan secara tegas bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal Applegate dan tidak pernah mengizinkan pria itu datang ke kediamannya.

Ia mengategorikan aksi nekat Applegate yang mencoba membobol pintu masuk rumahnya sebagai salah satu "pelanggaran paling mengganggu terhadap keselamatan dan privasi pribadi yang pernah ia alami".

Applegate akhirnya diringkus oleh aparat Kepolisian Los Angeles tepat di area rumah Carpenter pada bulan Mei setelah yang bersangkutan bersikeras tidak mau membubarkan diri.

Peter Doomanis, seorang Detektif dari Departemen Kepolisian Los Angeles, menjelaskan dalam dokumen yang dilampirkan bersama gugatan Carpenter bahwa tindakan Applegate yang terdeteksi sejak sekitar 20 April 2026 tersebut memperlihatkan indikasi kuat dari seseorang yang mengalami obsesi berlebih terhadap suatu hal.

Terkini

Panduan Memulai Investasi Saham Untuk Pemula

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:19:01 WIB

Tips Berhemat Tanpa Mengurangi Kualitas Hidup

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:03:45 WIB