Menteri ESDM Ungkap Hasil Uji B50, Siap Rilis 1 Juli

Rabu, 10 Juni 2026 | 10:41:02 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.(Sumber:NET)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan hasil uji coba pemakaian bahan bakar minyak solar dicampur dengan 50% minyak kelapa sawit atau biodiesel 50% (B50).

"Oh itu per 1 Juli 2026 akan diimplementasikan. Saya mungkin satu minggu lagi akan melakukan rapat dengan tim uji coba," katanya saat ditemui id Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (9/6/2026) dikutip dari CNBC Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, tingkat keberhasilan dalam uji coba B50 kini telah menyentuh angka 80-90%.

Salah satu poin utamanya yaitu kualitas bahan bakar B50 yang tercatat mempunyai karakteristik lebih bagus dalam menjaga kestabilan operasional mesin diesel.

"Sekarang kan kami uji coba terus semuanya 80 sampai 90 persen dari hasil uji coba alhamdulillah baik bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 dan B50 itu lebih baik di B50," kata Bahlil.

Bahlil menegaskan bahwa semua rincian dari hasil evaluasi teknis tersebut bakal disampaikan kepada masyarakat setelah pihaknya merampungkan analisis akhir.

"Namun hasil akhirnya akan kami sampaikan pada saat setelah rapat evaluasi final," pungkasnya.

Sebagai catatan, B50 ialah bahan bakar dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati (BBN) dari minyak sawit dan 50 persen bahan bakar fosil jenis Solar.

Rangkaian pengujian teknis untuk bahan bakar ini sudah dikerjakan di laboratorium sejak awal tahun lalu.

Sementara pengujian di kondisi riil atau road test sudah dilakukan sejak 9 Desember 2025 di bermacam sektor.

Mulai dari sektor otomotif untuk kendaraan bermotor, pertambangan, alat pertanian, perkapalan, genset, hingga sektor perkeretapian.

Diberitakan detikcom sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menerangkan program B50 merupakan hasil pengembangan panjang pemerintah selama 15 tahun lebih.

Kondisi tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang memanfaatkan bahan bakar dengan komposisi campuran nabati setinggi ini.

"Ini semua dipakai, semua sektor dipakai. Jadi, ini kami bersama-sama pantau karena memang ini adalah satu kegiatan yang tidak ada contohnya," kata Eniya di kawasan Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (27/4/2026).

"Jadi kami melihatnya bahwa uji-uji ini semua dilakukan secara terbuka, dan nanti juga berlakukan untuk semua sektor. Jadi tidak ada yang satu misalnya masih B40, yang satu lalu B50, itu tidak ada. Semua serentak B50, karena infrastruktur yang kami punya juga lebih mudah untuk kami menerapkan satu formula," tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan implementasi B50 secara nasional akan tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM, yang rencananya akan diterbitkan sebelum Juli 2026.

Terkini