Pascabanjir Pidie Jaya, BNPP Tekankan Tanggul Permanen

Jumat, 05 Juni 2026 | 13:05:59 WIB
Ilustrasi kondisi sehabis banjir (FOTO: NET)

JAKARTA - Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI (BNPP) Komjen Pol Makhruzi Rahman menelisik secara langsung proses pemulihan pascabencana banjir di Gampong Mancang serta Gampong Dayah Usen, Kabupaten Pidie Jaya.

Di sela-sela agenda peninjauan itu, Komjen Pol Makhruzi menyoroti beberapa persoalan krusial yang muncul pascabanjir, di antaranya pendangkalan area sungai akibat sedimentasi lumpur, timbunan sampah dan sisa perkayuan, minimnya ketersediaan air bersih, hingga buruknya kinerja sistem saluran air. 

Dalam pandangannya, keadaan ini kian pelik lantaran luapan banjir susulan yang terus-menerus menghempas daerah tersebut.

"Akses-akses di dalam desa masih tertimbun lumpur. Kami diminta membantu membuka akses tersebut, dan memang sejak bencana kemarin sudah terjadi sekitar 10 kali banjir susulan," ujar Komjen Pol Makhruzi, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026). "Ini tentu membuat pekerjaan penanganan menjadi bertambah," sambungnya.

Komjen Pol Makhruzi turut menegaskan krusialnya upaya penanggulangan jangka panjang melalui pemantapan infrastruktur penahan banjir. 

Sesuai hasil pantauannya, kontur sungai yang kian dangkal beserta rusaknya tanggul menjadi faktor pemantik utama bencana banjir kerap berulang.

"Kami berharap ini menjadi perhatian bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Tanah hasil galian dari rumah warga sementara bisa dimanfaatkan sebagai tanggul darurat, namun ke depan perlu dibangun tanggul permanen agar desa-desa ini benar-benar aman," katanya.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa pihak BNPP telah mengucurkan kontribusi nyata demi menyokong fase pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya. 

Wujud kontribusi tersebut meliputi sterilisasi jalan raya, normalisasi akses jalanan yang terhambat endapan lumpur, serta evakuasi tumpukan sampah sisa sisa genangan banjir.

Terkini