5 Kedai Kopi Klasik Legendaris Berusia Seabad di Semarang

Kamis, 28 Mei 2026 | 13:10:18 WIB
Suasana Kafe ala gaya Vintage Belanda di Goodfelas Resto Semarang.(Sumber:NET)

JAKARTA - Wilayah ini menyimpan beraneka ragam tujuan kuliner yang mempunyai nilai sejarah tinggi, termasuk warung kopi kuno yang kini berstatus legendaris. 

Berbagai lokasi nongkrong tersebut masih kokoh bertahan dan beraktivitas walau usianya sudah menyentuh angka belasan hingga ratusan tahun. 

Warisan kuliner dari masa lalu ini rupanya tetap mempunyai banyak penikmat setia sampai sekarang. 

Fenomena tersebut bisa ditemukan di sejumlah kedai kopi legendaris yang tersebar di area Jawa Tengah ini. 

Pusat minum kopi ini bukan sekadar terkenal atau menjadi legenda setempat saja, namun juga menyimpan aneka kisah masa lalu yang menakjubkan. 

Mutu rasa yang dihadirkan pada tiap cangkir kopi di beberapa titik ini pun dikenal sangat memanjakan lidah. 

Jika membahas seputar kedai kopi legendaris di daerah ini, ada salah satu gerai yang bahkan telah berdiri tegak semenjak tahun 1915.

Lokasi tersebut di masa lalu adalah sebuah pabrik pengolahan kopi tertua di wilayah ini, sebelum akhirnya dialihkan fungsinya menjadi kedai kopi dengan estetika klasik. Berikut merupakan daftar lima rekomendasi tempat menikmati seduhan kopi legendaris di area tersebut:

Dharma Boutique Roastery (Margo Redjo)

Dharma Boutique Roastery berada di deretan atas sebagai salah satu kedai kopi dengan atmosfer klasik sekaligus legendaris. 

Keterangan yang dipasang pada bagian depan gerai memastikan bahwa tempat menyeduh kopi ini telah eksis semenjak tahun 1915, yang berarti umurnya saat ini sudah menyentuh 111 tahun.

Di zaman dulu, area ini dioperasikan sebagai pabrik kopi dan memegang status sebagai yang tertua di kota ini. Bangunannya sendiri bukanlah berbentuk pabrik dalam skala besar, melainkan sebuah rumah kuno dengan gaya arsitektur khas Eropa. 

Pada masa lampau, pabrik pengolahan komoditas kopi ini memakai nama Margo Redjo. Figur yang mendirikan sekaligus menjadi pemilik pertamanya bernama Tan Tiong Ie. 

Kini pengelolaan usaha tersebut telah diturunkan secara turun-temurun ke generasi ketiga, yakni oleh Widayat Basuki Dharmowiyono. 

Disebabkan adanya peralihan manajemen tersebut, nama tempat ini berganti menjadi Dharma Boutique Roastery.

Kopi Banaran 

Kopi Banaran menempati lokasi yang strategis di Jalan Raya Semarang-Bawen KM 1,5, di mana kawasannya menyatu langsung dengan destinasi Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran. 

Karena berada di daerah dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 400 sampai 600 meter di atas permukaan laut, tempat ini menyajikan suasana udara yang sangat sejuk. 

Kedai Kopi Banaran pun sudah mulai beroperasi melayani para pengunjung sejak pagi hari. Terkait jenis kopi yang dihadirkan, semuanya dipasok langsung dari kawasan perkebunan Getas, Banaran yang mutu kenikmatannya telah diakui secara luas.

Peran tempat ini tidak sebatas sebagai tempat berkumpul saja, lantaran Kopi Banaran juga dikenal sebagai pusat pabrik sekaligus tujuan wisata berbasis agro. Operasional lokasi ini ternyata telah dimulai sejak tahun 1911 pada masa pemerintahan kolonial.

Eva Coffee House (Tjipto Coffee & Roastery) 

Tujuan ngopi legendaris selanjutnya yang dapat dijumpai di kawasan Jawa Tengah ini ialah Eva Coffee House, atau yang di masa lampau lebih akrab dipanggil Kopi Eva.

Kedai kopi kuno ini tercatat sudah mulai melayani para pelanggannya semenjak tahun 1959. 

Pendiri sekaligus pemilik dari Eva Coffee House ini bernama Michael Tjipto Marjoto, yang mempunyai rekam jejak sejarah sebagai eks Tentara Pelajar Brigade 17. 

Di dalam area Eva Coffee House ini, sekarang juga disediakan sebuah area minum kopi baru bernama Tjipto Coffee & Roastery yang mengusung konsep visual lebih kekinian. 

Fasilitas baru itu sengaja dihadirkan sebagai bentuk penghormatan serta mengenang sosok Michael Tjipto Marjoto. 

Keadaan lingkungannya yang teduh dan rindang membuat warung ini sangat pas dikunjungi untuk menikmati kopi di waktu pagi maupun sore hari.

Mukti Cafe 

Mukti Cafe sebenarnya baru mulai beralih fungsi sebagai tempat minum kopi pada tahun 2013 silam. 

Namun, struktur bangunannya sendiri dipastikan telah berdiri kokoh sejak tahun 1895 dan merupakan aset kepunyaan keluarga besar Kusuma Atmaja Agung. 

Di masa lalu, gedung ini merupakan bekas tempat penyimpanan atau gudang tembakau yang amat terkenal pada masanya. 

Semenjak diubah menjadi sebuah kafe, tempat ini membawa sebuah konsep yang unik yaitu menikmati kopi sambil menghisap tembakau. 

Mayoritas penikmat yang datang mengunjungi kedai ini didominasi oleh kelompok tamu pria. 

Di samping itu, metode penyangraian atau roasting biji kopi di lokasi ini rupanya masih konsisten dijalankan secara manual.

Tekodeko 

Sebuah kedai bernama Tekodeko dapat dipilih menjadi opsi yang pas buat mereka yang berburu atmosfer minum kopi dengan estetika kuno, meskipun operasionalnya baru berjalan pada tahun 2015. 

Nuansa antik dan klasik tersebut hadir disebabkan kafe ini menempati sebuah bangunan tua warisan zaman kolonial Belanda di wilayah Kota Lama. 

Tekodeko sangat disarankan untuk didatangi sebagai tempat berkumpul sambil menikmati kehangatan secangkir kopi. 

Desain kuno pada bangunan ini pun sering dimanfaatkan oleh para pengunjung sebagai latar belakang foto yang amat populer.

Terkini