Madura United Terancam Degradasi Usai Kalah dari PSIM

Selasa, 19 Mei 2026 | 13:43:30 WIB
Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi (AQ) di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.(Sumber:NET)

JAKARTA - Madura United saat ini tengah menghadapi masa-masa sulit menjelang berakhirnya kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Hasil negatif 1-2 saat berhadapan dengan PSIM Yogyakarta menjadikan posisi Laskar Sape Kerrab kian mengkhawatirkan di area bawah klasemen. Ketika bertanding di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (17/5/2026), Madura United tidak berhasil mengamankan poin krusial.

Kondisi tersebut menjadikan perebutan poin untuk lolos dari jerat degradasi kian sengit sampai dengan pekan penutup musim ini.

Skuad yang dinakhodai oleh caretaker Rakhmad Basuki sejatinya bermain dengan determinasi tinggi di sepanjang laga. Walkan demikian, efisiensi skema permainan dari PSIM Yogyakarta memaksa Madura United harus menyudahi laga tanpa raihan poin.

Saat ini, Madura United tercatat hanya memegang keunggulan satu angka dari Persis Solo yang menempel ketat di papan bawah klasemen. Kepastian mereka untuk tetap berkompetisi di BRI Super League akan diputuskan lewat pertandingan terakhir pada musim ini.

Caretaker pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, membenarkan bahwa anak asuhnya sempat menemui kendala pada paruh pertama laga. Kendati begitu, ia tetap memberikan pujian atas kerja keras seluruh pemainnya yang terus tampil maksimal hingga peluit panjang dibunyikan.

"Pertandingan yang luar biasa. Intensitasnya sangat tinggi. Kami ucapkan selamat kepada PSIM yang malam ini dapat tiga poin," ucap Rakhmad Basuki.

"Saya juga apresiasi sangat tinggi kepada pemain kami yang tidak berhenti berjuang sampai menit terakhir," sambung pelatih asal Madura tersebut.

Hasil buruk dari markas PSIM ini menempatkan Madura United dalam situasi penuh tekanan menuju pekan ke-34. Mereka dituntut untuk meraih poin penuh kala berhadapan dengan PSM Makassar demi mengamankan posisi dari zona merah tanpa perlu melihat hasil akhir yang diperoleh Persis Solo.

Hal yang terjadi selanjutnya, apabila Madura United menelan kekalahan dan di saat bersamaan Persis Solo sukses memetik kemenangan atas Persita Tangerang, maka Laskar Sape Kerrab sudah pasti akan lengser ke kasta kedua. Keadaan ini menjadikan laga pamungkas nanti sebagai ajang pembuktian hidup dan mati untuk Madura United.

Semenjak pertama kali dibentuk pada tahun 2016 yang lalu, Madura United tercatat sama sekali belum pernah mengalami turun kasta atau berkompetisi di divisi kedua liga domestik.

Tags

Terkini