BARCELONA - Lamine Yamal terlihat membentangkan bendera Palestina di tengah berlangsungnya parade juara Barcelona. Atas tindakan itu, pelatih Hansi Flick memberikan teguran kepada sang pemain.
Pesta juara LaLiga dan Piala Super Spanyol tersebut dilaksanakan Barcelona dengan berkeliling kota pada Senin (11/5/2026) waktu setempat. Di tengah perayaan, Yamal tampak membawa bendera Palestina. Pemuda berusia 18 tahun tersebut memegang tongkat dengan bendera Palestina yang berkibar dari atas bus tim.
Langkah tersebut menjadi sorotan lantaran isu Palestina merupakan hal yang sangat sensitif di kancah sepak bola internasional. Hansi Flick mengungkapkan bahwa dirinya kurang menyukai aksi tersebut. Meski demikian, ia mengembalikan hal itu kepada Yamal sebagai pilihan pribadi.
"Ini adalah hal-hal yang biasanya tidak saya sukai. Saya sudah membicarakannya dengannya dan saya sudah bilang kepadanya bahwa jika dia ingin melakukannya, itu keputusan dia sendiri, dia sudah berusia 18 tahun," tutur Hansi Flick, menyadur Marca.
"Kami berkomitmen untuk bermain sepakbola dan kami harus mempertimbangkan apa yang diharapkan orang-orang dari kami," lanjutnya.
Sejumlah klub di Eropa diketahui mempunyai sikap yang berbeda-beda mengenai isu Palestina. Sebagai catatan, Anwar El Ghazi sempat diputus kontraknya oleh tim Bundesliga, Mainz 05, setelah menyuarakan pembelaan bagi Palestina pada 2023. Kasus tersebut berujung di Pengadilan Arbitrase dan dimenangkan oleh El Ghazi.
Sementara di Inggris, Arsenal memberhentikan kit man bernama Mark Bonnick yang telah mengabdi selama 22 tahun karena mengunggah dukungan untuk Palestina di media sosial tahun lalu. Bonnick pun melayangkan tuntutan ke pengadilan atas keputusan pemecatan oleh pihak The Gunners tersebut.