Alvin Lie Soroti Bahaya Perlintasan Liar Pasca Tragedi Bekasi Timur

Rabu, 29 April 2026 | 23:31:34 WIB
Ilustrasi Alvin Lie

BEKASI - Pengamat transportasi Alvin Lie mengkritik keras minimnya standar pengamanan di perlintasan sebidang pasca terjadinya Tragedi Bekasi Timur yang mematikan.

Insiden tabrakan yang melibatkan rangkaian kereta api ini memicu diskusi publik mengenai kelayakan infrastruktur di titik pertemuan jalur rel dan jalan raya.

"Jumlah perlintasan sebidang yang liar ini jumlahnya ada ribuan dan ini menjadi tantangan tersendiri karena tidak ada pengamanan-pengamanan," kata Alvin Lie kepada Suara.com, Selasa (28/4/2026).

Munculnya perlintasan tidak resmi tersebut sering kali berawal dari inisiatif warga untuk memangkas jarak tempuh tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan.

Alvin Lie menjelaskan bahwa ketiadaan standar durasi penutupan palang pintu sering membuat para pengendara merasa tidak pasti dan memilih untuk menerobos.

Kedisiplinan pengguna jalan raya memang krusial, namun ketersediaan fasilitas keamanan yang memadai tetap menjadi tanggung jawab utama pihak berwenang.

Mantan anggota Ombudsman RI tersebut mengungkapkan, bahwa kualitas jalan umumnya merupakan wewenang Dinas Pekerjaan Umum daerah sementara rel kereta menjadi urusan PT KAI.

Ketimpangan perhatian terhadap permukaan jalan di area persimpangan rel dapat menyebabkan kendaraan mengalami guncangan hebat hingga berisiko mogok tiba-tiba.

Ego sektoral antarinstansi dituding menjadi penghambat utama dalam penyelesaian masalah keselamatan transportasi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun ini.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak menggunakan jalur lawan arus saat menunggu giliran melintas guna menghindari kemacetan parah saat pintu dibuka.

Pergerakan kereta yang padat memerlukan manajemen lalu lintas yang jauh lebih terintegrasi agar tidak ada kendaraan yang terjebak di tengah rel.

Rekomendasi mengenai keselamatan persimpangan sebidang seharusnya segera diimplementasikan secara konkret demi mencegah jatuhnya korban jiwa di masa depan.

Tags

Terkini