Menko PM: Kemiskinan Ekstrem Turun Jadi 0,48 Persen di 2025

Rabu, 29 April 2026 | 23:31:34 WIB
Menko PM

JAKARTA - Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar mengumumkan penurunan angka Kemiskinan Ekstrem nasional yang kini berada di level 0,48 persen pada periode September 2025.

Capaian ini menjadi indikator positif bagi efektivitas berbagai program jaring pengaman sosial yang dijalankan oleh pemerintah selama setahun terakhir.

"Alhamdulillah, kemiskinan ekstrem berhasil turun. Dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,48 persen pada September 2025. Sekitar 0,48 persen penduduk miskin ekstrem alhamdulillah telah naik kelas," ujar Menko PM, Senin (27/4/2026).

Pencapaian tersebut menunjukkan tren yang konsisten dalam upaya melepaskan masyarakat dari jerat kesulitan ekonomi yang mendalam.

Langkah ini dilakukan berdasarkan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto melalui payung hukum Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Muhaimin Iskandar berpendapat, bahwa keberhasilan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penguatan orkestrasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Sebanyak 47 instansi tingkat pusat beserta seluruh perangkat daerah kini berada di bawah koordinasi kementerian terkait untuk mencapai target nihil kemiskinan.

Namun otoritas tetap mencatat adanya beberapa kendala teknis dalam distribusi bantuan yang masih perlu mendapatkan perhatian serius di lapangan.

Data menunjukkan bahwa 774 ribu keluarga pada kelompok desil 1 terpantau belum tersentuh oleh program-program bantuan pemerintah secara maksimal.

Beberapa titik di wilayah Jawa Barat seperti Bogor, Garut, Cirebon, hingga Cianjur menjadi daerah yang memerlukan akselerasi penyaluran bantuan lebih lanjut.

Selain cakupan wilayah, kedalaman program bantuan juga menjadi evaluasi karena sebagian besar keluarga baru menerima satu hingga dua jenis program dukungan.

Optimalisasi data dan integrasi sistem pemberian bantuan akan terus diperbaiki guna memastikan tidak ada lagi penduduk yang tertinggal dalam proses pembangunan.

Tags

Terkini