9 Cara Mengatasi Susah BAB Paling Cepat dan Ampuh

Kamis, 16 April 2026 | 14:13:13 WIB
cara mengatasi susah bab

Jakarta - Cara mengatasi susah bab dapat dilakukan dengan langkah sederhana di rumah, seperti mengonsumsi minuman berkafein misalnya teh atau kopi, hingga menggunakan obat pencahar bila diperlukan. 

Cara-cara ini membantu melunakkan feses serta memperlancar pergerakannya di dalam saluran pencernaan sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Susah buang air besar umumnya terjadi ketika seseorang BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu. 

Kondisi ini muncul karena kurangnya kadar air dalam tinja, sehingga teksturnya menjadi lebih padat dan sulit dikeluarkan. 

Beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini antara lain kurang asupan serat, dehidrasi, minim aktivitas fisik, jarang berolahraga, kebiasaan menahan BAB, efek samping obat tertentu, hingga stres.

Saat mengalami kondisi ini, tinja biasanya menjadi keras, kering, dan berukuran kecil sehingga sulit dikeluarkan. 

Gejalanya juga bisa disertai rasa tidak nyaman seperti perut kembung, mual, nyeri perut, dan sensasi BAB yang tidak tuntas. 

Karena itu, penting untuk memahami berbagai cara mengatasi susah bab agar kondisi ini dapat segera teratasi dengan tepat.

Memahami Susah Buang Air Besar (Sembelit)

Sembelit merupakan kondisi ketika aktivitas pergerakan usus melambat sehingga proses pengeluaran sisa makanan menjadi tidak lancar. 

Hal ini biasanya ditandai dengan frekuensi buang air besar yang terjadi kurang dari tiga kali dalam satu minggu. 

Dalam keadaan tersebut, tekstur feses umumnya berubah menjadi lebih padat, kering, dan sulit dikeluarkan. 

Apabila kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan, sembelit dapat menimbulkan ketidaknyamanan, rasa nyeri, dan dalam beberapa kasus dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Penyebab Umum Sembelit

Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan buang air besar. 

Salah satu penyebab yang paling sering ditemui adalah kurangnya konsumsi serat dari makanan sehari-hari, yang berperan penting dalam membantu melancarkan sistem pencernaan. 

Selain itu, asupan cairan yang tidak mencukupi juga dapat membuat feses kehilangan kelembapan sehingga menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.

Minimnya aktivitas fisik turut berkontribusi karena dapat memperlambat kinerja usus dalam mendorong sisa makanan. 

Kebiasaan menahan dorongan untuk buang air besar juga dapat mengganggu ritme alami pencernaan. 

Faktor lain seperti stres yang tidak terkontrol dengan baik dapat memengaruhi keseimbangan fungsi tubuh, termasuk sistem pencernaan. 

Di samping itu, beberapa kondisi kesehatan tertentu serta penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menjadi pemicu terjadinya sembelit.

Berbagai Cara Mengatasi Susah BAB yang Paling Cepat

Penanganan yang tepat untuk kondisi sulit buang air besar sebaiknya disesuaikan dengan faktor pemicunya agar hasilnya lebih optimal. 

Meski demikian, secara umum terdapat beberapa langkah yang dapat membantu memperlancar kondisi tersebut dengan lebih cepat dan efektif sebagai bagian dari cara mengatasi susah bab, di antaranya:

1. Minum air dalam jumlah cukup

Asupan cairan yang memadai, terutama air putih, berperan penting dalam membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah bergerak dan dikeluarkan melalui usus besar. 

Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, dianjurkan mengonsumsi sekitar delapan gelas air setiap hari. 

Jika merasa jenuh dengan air putih, pilihan lain seperti jus buah atau air kelapa dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus mendukung pencegahan dehidrasi.

2. Mengonsumsi teh herbal

Teh herbal dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu melancarkan buang air besar. Beberapa jenis yang dikenal efektif adalah teh peppermint dan teh jahe.

Selain membantu mengatasi kesulitan buang air besar, kedua jenis teh ini juga dapat meredakan rasa tidak nyaman seperti perut kembung. 

Kandungan senyawa antiinflamasi dan antioksidan di dalamnya turut mendukung kesehatan pencernaan. 

Untuk hasil yang optimal, konsumsi biasanya dibatasi sekitar satu hingga dua cangkir per hari.

3. Minuman berkafein

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan kakao dapat membantu merangsang aktivitas usus sehingga proses buang air besar menjadi lebih lancar.

Namun, konsumsinya perlu dibatasi agar tidak berlebihan, karena kafein juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. 

Jika terlalu banyak kehilangan cairan, tubuh berisiko mengalami kekurangan cairan yang justru dapat memperburuk kondisi pencernaan.

4. Prebiotik dan probiotik

Asupan makanan yang mengandung prebiotik dan probiotik juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Contoh makanan tersebut antara lain pisang, oatmeal, dan yoghurt.

Kandungan ini membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme baik di dalam usus, sehingga fungsi pencernaan tetap optimal dan gangguan seperti sembelit dapat berkurang. 

Jika memilih yoghurt, sebaiknya pilih produk dengan kandungan gula dan lemak yang lebih rendah.

5. Makanan tinggi serat

Konsumsi makanan berserat tinggi secara teratur sangat penting untuk membantu memperlancar buang air besar. 

Serat berfungsi menambah volume feses, membantu mempertahankan kadar air, serta memudahkan pergerakan feses di dalam usus.

Kebutuhan serat harian orang dewasa umumnya berada pada kisaran 32–36 gram. 

Sumber serat yang baik dapat ditemukan pada buah dan sayuran seperti apel dengan kulitnya, pepaya, alpukat, kiwi, pir, pisang, brokoli, wortel, sawi hijau, serta berbagai jenis kacang-kacangan dan biji-bijian.

6. Suplemen serat

Pada kondisi sembelit yang cukup berat, terutama jika disebabkan oleh asupan serat yang rendah, penggunaan suplemen serat dapat menjadi salah satu pilihan. 

Beberapa jenis yang umum digunakan antara lain calcium polycarbophil, psyllium, dan methylcellulose. 

Produk-produk ini bekerja dengan menambah volume feses sehingga proses buang air besar menjadi lebih lancar.

Meskipun demikian, sebelum mengonsumsi suplemen tersebut, sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan tenaga medis agar penggunaannya sesuai dengan kondisi tubuh dan memberikan hasil yang optimal.

7. Obat pencahar

Penanganan kesulitan buang air besar juga dapat dilakukan dengan penggunaan obat pencahar yang tersedia dalam bentuk oral maupun rektal (melalui anus).

Masing-masing jenis obat memiliki mekanisme kerja yang berbeda, seperti merangsang aktivitas usus besar, melembutkan feses, atau menarik cairan ke dalam usus sehingga tekstur feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.

Beberapa obat pencahar bisa diperoleh tanpa resep, namun pemilihannya tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. 

Konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan untuk memastikan jenis obat yang paling sesuai dan aman bagi kondisi masing-masing individu.

8. Posisi jongkok saat buang air besar

Mengubah posisi menjadi jongkok saat buang air besar dapat membantu memperlancar proses pengeluaran feses. 

Dibandingkan posisi duduk, posisi jongkok dianggap lebih efektif karena membantu meluruskan saluran pencernaan bagian bawah sehingga feses lebih mudah keluar tanpa perlu mengejan terlalu kuat.

Kebiasaan ini juga dapat membantu mengurangi risiko gangguan seperti wasir yang sering muncul akibat tekanan berlebih saat mengejan. 

Selain itu, saat buang air besar, sebaiknya menghindari aktivitas lain seperti membaca atau menggunakan ponsel agar prosesnya lebih fokus dan tuntas.

9. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur sering kali dianggap sepele, padahal memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran sistem pencernaan. 

Gerakan tubuh dapat membantu merangsang pergerakan usus besar sehingga proses pengeluaran feses menjadi lebih lancar.

Olahraga seperti aerobik juga dapat membantu memicu kontraksi alami otot-otot usus yang berperan dalam mendorong feses keluar lebih efektif. 

Untuk hasil yang lebih baik, disarankan berjalan kaki sekitar satu jam setelah makan, serta melakukan olahraga ringan selama 10 hingga 15 menit setiap hari secara konsisten.

Sebagai penutup, beragam langkah yang dapat membantu mengatasi kesulitan buang air besar tersebut bisa dicoba secara mandiri di rumah sebagai bagian dari cara mengatasi susah bab. 

Namun, apabila kondisi sembelit berlangsung lebih dari dua minggu atau disertai gejala lain seperti nyeri, kram pada perut, maupun adanya darah pada feses, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Terkini