JAKARTA - Peran perempuan dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin mendapat perhatian, terutama dalam menghadapi era ekonomi digital yang berkembang pesat.
Transformasi teknologi kini menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha perempuan agar tetap relevan dan mampu bersaing di tingkat regional maupun global.
Menjawab kebutuhan tersebut, berbagai inisiatif mulai digencarkan untuk memperluas akses, meningkatkan literasi digital, hingga mendorong adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Badan Otonom Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Womenpreneur mengintegrasikan program AIM ASEAN ke seluruh pelosok Indonesia guna mencetak pengusaha perempuan daerah yang siap bersaing secara digital di tingkat regional.
Ketua Badan Otonom HIPMI Womenpreneur Ayse Melissa Hamid menyoroti dampak krusial dari program itu bagi pengusaha perempuan.
"Melalui AIM ASEAN, kami ingin memastikan pengusaha perempuan tidak hanya jadi penonton, tetapi pemain utama dalam ekonomi digital dunia," kata Melissa.
Langkah itu diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta antara HIPMI Womenpreneur dengan Kaizen Collaborative Impact selaku local implementing partner untuk program Artificial Intelligence for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) di Indonesia.
Peresmian yang turut disaksikan oleh perwakilan ASEAN Foundation itu menjadi langkah awal dari agenda besar transformasi digital bagi para pelaku usaha di daerah.
Strategi Pemerataan Akses Digital Hingga Daerah
Program strategis tersebut menargetkan lebih dari 5.000 pelaku UMKM perempuan untuk mendapatkan akses pelatihan digital dan sumber daya tanpa biaya.
Berbeda dengan inisiatif teknologi pada umumnya yang terpusat di ibu kota, integrasi program AIM ASEAN mengedepankan kekuatan jaringan organisasi untuk menjangkau seluruh pelosok Indonesia.
Implementasi program itu akan disebar secara merata mulai dari tingkat nasional (BPP), turun ke tingkat provinsi (BPD) hingga menyentuh akar rumput di tingkat cabang (BPC).
Pendekatan ini menunjukkan adanya upaya serius untuk menghapus kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan daerah. Dengan memanfaatkan struktur organisasi yang telah terbentuk, program ini diharapkan mampu menjangkau pelaku usaha perempuan yang selama ini belum tersentuh pelatihan berbasis teknologi.
Fokus Inklusivitas Dan Pemberdayaan Perempuan
Lebih lanjut, kolaborasi inklusif itu dirancang secara khusus untuk merangkul lima golongan masyarakat, termasuk masyarakat desa dan komunitas yang selama ini kurang terlayani.
Melalui pemerataan digital literacy dan integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di berbagai daerah, inisiatif itu diharapkan mampu membuka peluang market linkage yang lebih masif dan mendorong economic empowerment bagi UMKM perempuan di tingkat lokal.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga bertujuan menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi perempuan.
Dengan adanya akses terhadap teknologi dan pasar digital, pelaku UMKM perempuan diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan bisnis mereka.
Dorongan Adopsi Teknologi AI Dalam UMKM
"AIM ASEAN adalah jembatan teknologi bagi 5.000 perempuan di Indonesia untuk mengadopsi AI secara praktis dan aman," ujar Ismita Saputri, perwakilan dari Kaizen Impact.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa adopsi teknologi kecerdasan buatan menjadi salah satu fokus utama dalam program ini. Penggunaan AI diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan efisiensi operasional, memahami pasar, hingga mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk organisasi regional dan mitra implementasi, program AIM ASEAN menjadi langkah nyata dalam mempercepat transformasi digital UMKM perempuan di Indonesia.
Secara keseluruhan, inisiatif ini mencerminkan komitmen kuat untuk menjadikan perempuan sebagai bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi digital.
Dengan akses yang lebih luas terhadap teknologi dan pelatihan, UMKM perempuan tidak hanya diharapkan mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di tingkat internasional.
Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi serta kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung ekosistem digital yang inklusif.
Jika berjalan optimal, langkah ini berpotensi menjadi katalis dalam memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi digital Indonesia.