Kemenhub Rancang Water Taxi Bali untuk Pangkas Waktu Bandara ke Canggu

Kamis, 09 April 2026 | 12:01:28 WIB
Kemenhub Rancang Water Taxi Bali untuk Pangkas Waktu Bandara ke Canggu

JAKARTA - Upaya menghadirkan solusi transportasi yang lebih efisien di Bali kini semakin nyata. 

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mulai menyiapkan layanan water taxi untuk mendukung mobilitas wisatawan. Langkah ini sekaligus menjadi strategi mengurai kemacetan di kawasan pariwisata.

Moda transportasi baru ini dirancang untuk memberikan alternatif perjalanan yang lebih cepat. Kawasan Kabupaten Badung menjadi fokus utama pengembangan karena tingkat kepadatan lalu lintasnya tinggi. Kehadiran water taxi diharapkan membawa perubahan signifikan bagi aktivitas pariwisata.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut rencana ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Komisi V DPR RI. Agenda pembahasan tidak hanya mencakup water taxi tetapi juga pembangunan dermaga. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur transportasi.

Integrasi Moda Transportasi Darat Laut dan Udara

Water taxi dirancang sebagai moda transportasi terintegrasi yang menghubungkan berbagai jalur. Sistem ini akan menyatukan transportasi darat, laut, dan udara dalam satu ekosistem. Integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi perjalanan.

“Terdapat dua pokok pembahasan yang akan kami sampaikan, yaitu rencana pengembangan water taxi dan pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang di Gerokgak, Buleleng, Bali Utara,” ujar Dudy dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen.

“Water taxi merupakan salah satu solusi alternatif dalam mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Provinsi Bali, khususnya di Kabupaten Badung,” jelasnya. Sistem ini diharapkan menjadi jawaban atas tantangan mobilitas di kawasan wisata.

Dengan konsep tersebut, perjalanan wisatawan menjadi lebih praktis. Penggunaan jalur laut akan mengurangi ketergantungan pada kendaraan darat. Hal ini sekaligus mendukung pengurangan emisi dan kemacetan.

Rute Strategis Bandara Ngurah Rai Menuju Canggu

Rute utama water taxi akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu. Jalur ini dipilih karena tingginya aktivitas wisatawan di kedua lokasi tersebut. Layanan ini diharapkan menjadi opsi mobilitas yang lebih cepat dan nyaman.

“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu sebagai opsi mobilitas yang efisien, ramah lingkungan, dan mendukung sektor pariwisata di Bali,” katanya. Rute ini dinilai strategis untuk mendukung konektivitas wisata.

Saat ini, perjalanan darat dari bandara menuju Canggu memakan waktu cukup lama. Waktu tempuhnya berkisar antara satu hingga dua jam tergantung kondisi lalu lintas. Situasi ini menjadi tantangan utama bagi wisatawan.

“Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara Ngurah Rai menuju Canggu adalah satu sampai dua jam, sedangkan dengan water taxi diharapkan hanya sekitar 30 menit,” ujarnya. Pemangkasan waktu ini menjadi nilai tambah utama layanan tersebut.

Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, wisatawan dapat memaksimalkan waktu liburan. Perjalanan menjadi lebih efisien dan nyaman tanpa harus terjebak kemacetan panjang. Hal ini juga meningkatkan daya tarik Bali sebagai destinasi unggulan.

Minat Wisatawan Tinggi dan Dukungan Infrastruktur

Survei menunjukkan bahwa Canggu termasuk dalam tiga besar destinasi dengan minat tertinggi. Minat ini datang dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Kondisi tersebut memperkuat urgensi pengembangan water taxi.

Proyek ini tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga pembangunan infrastruktur pendukung. Salah satu fasilitas yang akan dibangun adalah breakwater. Fasilitas ini berfungsi menjaga keselamatan operasional di perairan.

Lokasi pelabuhan direncanakan berada di kawasan Bandara Ngurah Rai tepatnya di Pantai Sekeh. Selain itu, titik lainnya berada di Pantai Berawa, Canggu. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan aksesibilitas dan potensi wisata.

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, operasional water taxi diharapkan berjalan lancar. Keamanan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan.

Pengembangan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi. Aktivitas pariwisata yang meningkat akan mendorong pertumbuhan sektor pendukung lainnya. Dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Tahapan Proyek dan Target Implementasi

Proyek water taxi ini direncanakan berjalan mulai Januari 2026 hingga Juli 2027. Tahapan pengembangan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan operasional. Proses perencanaan menjadi langkah awal yang krusial.

PT ASDP Indonesia Ferry saat ini sedang menyusun studi Detail Engineering Design. Studi ini menjadi dasar dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur. 

“Saat ini PT ASDP sedang dalam proses penyusunan studi Detail Engineering Design, sementara pekerjaan konstruksi direncanakan dimulai pada Agustus 2026 hingga Juli 2027,” ungkapnya.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga berperan aktif dalam percepatan proyek. Langkah ini mencakup berbagai tahapan teknis dan administratif. Pemerintah berupaya memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

“Sebagai tindak lanjut studi perencanaan program water taxi Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut telah menyampaikan beberapa poin secara garis besar yaitu finalisasi studi pre-design atau studi kelewatan dan basic desain,” ujar Dudy.

“Kemudian penyusunan studi detal engineering design DED, pelaksanaan langkah percepatan program, penyampaian estimasi waktu pelaksanaan uji coba operasional tahun 2026,” tutup Dudy. Proses ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan layanan.

Dengan berbagai tahapan tersebut, pemerintah optimistis proyek ini dapat berjalan sesuai target. Water taxi diharapkan segera menjadi solusi transportasi modern di Bali. Kehadirannya akan memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan pariwisata secara berkelanjutan.

Terkini