Pertumbuhan Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Capai 30,8 Persen, Perkuat Pembangunan

Kamis, 09 April 2026 | 10:49:13 WIB
Pertumbuhan Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Capai 30,8 Persen, Perkuat Pembangunan

JAKARTA - Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit infrastruktur yang signifikan pada awal 2026. 

Hingga Februari, penyaluran kredit mencapai Rp491,63 triliun atau tumbuh 30,8 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan peran strategis bank dalam mendukung pembangunan nasional.

Fokus pembiayaan diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap konektivitas dan aktivitas ekonomi. Hal ini mencerminkan keselarasan antara strategi pemerintah dan peran perbankan. Penyaluran kredit yang terarah diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menekankan bahwa dukungan pembiayaan sejalan dengan agenda pemerintah. “Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan. Kami meyakini pembangunan infrastruktur akan memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan lebih merata bagi masyarakat,” ujarnya.

Subsektor Strategis Mendukung Perekonomian

Penyaluran kredit Bank Mandiri mengacu pada klasifikasi dalam Peraturan Presiden tentang kerja sama pemerintah dan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur. Pendekatan pembiayaan dilakukan secara menyeluruh, memanfaatkan sinergi layanan dan kapabilitas internal. Strategi ini memastikan efisiensi dan efektivitas pembangunan infrastruktur.

Riduan menambahkan, pembiayaan menjangkau berbagai subsektor strategis, termasuk transportasi, energi, ketenagalistrikan, telematika, perumahan, fasilitas kota, dan konstruksi. 

“Penyaluran pembiayaan ini menjadi bukti nyata sinergi sektor keuangan dengan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional. Infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong tumbuhnya sektor produktif di berbagai wilayah,” imbuhnya.

Dukungan sektor strategis ini menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan. Aktivitas proyek infrastruktur yang terintegrasi membantu mempercepat realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan begitu, manfaat ekonomi tersebar lebih luas ke masyarakat.

Transportasi dan Konstruksi sebagai Kontributor Utama

Subsektor transportasi menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp118,03 triliun per Februari, tumbuh 18,45 persen yoy. Proyek mencakup jalan tol, pelabuhan, dan jaringan kereta api. Perkembangan ini langsung meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung mobilitas barang serta orang.

Sementara itu, subsektor konstruksi infrastruktur mencatat pertumbuhan tertinggi, mencapai 178,19 persen yoy dengan nilai Rp85,84 triliun. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas pembangunan fisik sejalan dengan realisasi PSN. Peningkatan ini juga menjadi indikator kesiapan sektor konstruksi menghadapi proyek skala besar.

Pembiayaan untuk pembangunan jalan tumbuh 11,08 persen menjadi Rp54,84 triliun. Selain itu, subsektor telematika meningkat 12,61 persen hingga Rp44,34 triliun mengikuti kebutuhan infrastruktur digital nasional. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya fisik tetapi juga mencakup teknologi dan konektivitas digital.

Sinergi Bank Mandiri dan Ekosistem Nasional

Bank Mandiri menilai bahwa pembiayaan yang disalurkan bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata keterlibatan perbankan dalam pembangunan. Proyek ini didukung oleh sinergi ekosistem layanan internal bank, dengan pendekatan komprehensif dari hulu ke hilir. Kapabilitas ini menjadi keunggulan utama Bank Mandiri dalam menggarap proyek berskala besar.

Riduan menegaskan komitmen bank untuk terus menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Indonesia. “Kami ingin terus menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kesejahteraan yang merata. Dengan kekuatan jaringan, pengalaman, serta kapabilitas pembiayaan yang solid, Bank Mandiri siap menghadirkan solusi finansial adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional,” pungkasnya.

Sinergi ini memungkinkan Bank Mandiri menghadirkan pembiayaan inovatif, termasuk sindikasi dan skema berkelanjutan. Dukungan internal yang kuat mempermudah pengelolaan risiko sekaligus mendorong efisiensi proyek. Hasilnya, proyek infrastruktur dapat direalisasikan lebih cepat dengan dampak ekonomi yang maksimal.

Prospek dan Dampak Jangka Panjang

Prospek sektor infrastruktur ke depan tetap positif seiring berlanjutnya PSN. Kredit infrastruktur menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi jangka menengah. Bank Mandiri berperan strategis melalui berbagai skema pembiayaan untuk memperkuat konektivitas dan aktivitas ekonomi.

Keberlanjutan proyek-proyek ini diharapkan menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang usaha baru. Infrastruktur yang kuat akan mendorong pertumbuhan sektor produktif di seluruh wilayah. Dampak positifnya tidak hanya ekonomi, tetapi juga sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan strategi pembiayaan yang matang dan dukungan ekosistem internal, Bank Mandiri memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah. Pembangunan infrastruktur menjadi bukti nyata kolaborasi antara sektor keuangan dan sektor riil. Langkah ini menunjukkan kesiapan Indonesia menghadapi tantangan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Terkini