WTON Garap Metro Manila Subway Senilai Rp180 Miliar Besar

Selasa, 07 April 2026 | 14:06:37 WIB
WTON Garap Metro Manila Subway Senilai Rp180 Miliar Besar

JAKARTA - Langkah ekspansi internasional PT WIKA Beton Tbk (WTON) kembali menunjukkan perkembangan signifikan.

Emiten anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ini berhasil masuk dalam proyek strategis pembangunan Metro Manila Subway di Filipina, dengan nilai pekerjaan mencapai USD10,7 juta atau setara sekitar Rp180 miliar. 

Capaian ini menjadi sorotan karena menandai penguatan posisi WTON dalam proyek infrastruktur lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

Keterlibatan WTON dalam proyek tersebut menjadi bukti bahwa produk manufaktur beton Indonesia semakin dipercaya dalam proyek transportasi modern berskala besar. 

Di tengah persaingan industri konstruksi global yang semakin ketat, keberhasilan ini memperlihatkan bahwa perusahaan nasional mampu bersaing lewat kualitas produk, efisiensi produksi, serta standar teknis yang diakui secara internasional.

Proyek Metro Manila Subway sendiri merupakan salah satu proyek infrastruktur transportasi penting di Filipina yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan mobilitas perkotaan. 

Dalam proyek ini, WTON melalui entitas anak usahanya dipercaya untuk memasok komponen vital sistem lintasan kereta. Kepercayaan tersebut bukan hanya mencerminkan kekuatan bisnis perusahaan, tetapi juga menjadi indikator meningkatnya pengakuan global terhadap kemampuan industri pendukung konstruksi asal Indonesia.

Di sisi lain, langkah ini mempertegas arah bisnis WTON yang semakin agresif memperluas pasar di luar negeri. Setelah sebelumnya terlibat dalam sejumlah proyek internasional, proyek Metro Manila Subway disebut menjadi yang terbesar dalam sejarah ekspansi luar negeri perusahaan. 

Dengan skala proyek yang besar dan durasi pengerjaan jangka panjang, kontribusi ini diperkirakan akan memberi dampak positif terhadap penguatan portofolio bisnis WTON ke depan.

WTON Catat Ekspansi Besar Di Proyek Metro Manila Subway

PT WIKA Beton Tbk (WTON) resmi menorehkan capaian penting melalui partisipasinya dalam proyek pembangunan Metro Manila Subway di Filipina. 

Proyek tersebut memiliki nilai sebesar USD10,7 juta atau sekitar Rp180 miliar, menjadikannya sebagai salah satu langkah ekspansi internasional terbesar yang pernah diraih perseroan.

Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, menjelaskan bahwa pengerjaan proyek ini dilakukan oleh entitas anak usaha perseroan, yaitu PT Wijaya Karya Komponen Beton (WIKA Kobe). 

Dalam proyek tersebut, WIKA Kobe bertugas memasok komponen penting yang digunakan pada sistem lintasan kereta, khususnya untuk mendukung kebutuhan infrastruktur rel.

Proyek ini juga didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan dilaksanakan oleh Colas Rail sebagai kontraktor trackwork. 

Dukungan dari lembaga internasional dan keterlibatan kontraktor global menjadi gambaran bahwa proyek Metro Manila Subway memang memiliki standar tinggi dalam pelaksanaannya, termasuk dalam pemilihan pemasok material dan komponen.

“Keterlibatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan ekspansi global perusahaan sekaligus menegaskan kontribusi kapabilitas industri manufaktur Indonesia dalam pembangunan infrastruktur modern di kawasan Asia,” ujar Kuntjara.

Keunggulan Produk Jadi Kunci Kepercayaan Pasar Internasional

Keberhasilan WIKA Beton menembus proyek besar di Filipina dinilai tidak lepas dari kekuatan utama perseroan dalam sektor manufaktur beton. 

WTON dinilai memiliki keunggulan dari sisi kapabilitas produksi, penguasaan teknologi, hingga keandalan sistem manufaktur yang telah teruji dalam berbagai proyek infrastruktur.

Menurut manajemen, kepercayaan yang diberikan dalam proyek Metro Manila Subway mencerminkan semakin kuatnya pengakuan internasional terhadap kualitas produk WTON. 

Hal ini penting, karena dalam proyek transportasi modern seperti jalur kereta bawah tanah, setiap komponen yang dipasok harus memenuhi spesifikasi teknis ketat dan standar keselamatan tinggi.

WTON juga menunjukkan bahwa produk manufaktur Indonesia mampu bersaing dengan pemain global. Dengan dukungan fasilitas produksi yang memadai serta pengalaman panjang dalam memasok kebutuhan proyek infrastruktur nasional, perseroan berhasil memanfaatkan momentum untuk memperluas pasar regional.

Pencapaian ini sekaligus memperkuat citra WTON sebagai penyedia solusi infrastruktur yang tidak hanya unggul di pasar domestik, tetapi juga kompetitif di tingkat internasional. 

Dalam jangka panjang, reputasi seperti ini berpotensi membuka lebih banyak peluang kerja sama untuk proyek transportasi maupun konstruksi lainnya di kawasan Asia.

Produksi Bertahap Hingga 2029 Dari Majalengka Ke Manila

Dalam pelaksanaannya, seluruh tahapan proses manufaktur untuk proyek ini akan dilakukan di Pabrik Produk Beton (PPB) Majalengka. 

Fasilitas ini akan menjadi pusat produksi komponen bantalan jalan rel beton yang nantinya digunakan dalam pengembangan sistem lintasan Metro Manila Subway.

Setelah proses produksi selesai, produk akan didistribusikan dari pabrik menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Selanjutnya, komponen tersebut akan dikirim melalui jalur laut menuju Pelabuhan Manila di Filipina. 

Skema distribusi ini menunjukkan bahwa proyek tidak hanya melibatkan aspek produksi, tetapi juga manajemen rantai pasok dan logistik lintas negara yang terintegrasi.

Produksi massal dan pengiriman produk direncanakan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2029. Jadwal jangka panjang ini menandakan bahwa keterlibatan WTON dalam proyek Metro Manila Subway bukan hanya bersifat sementara, melainkan menjadi dukungan berkelanjutan terhadap pembangunan jaringan transportasi strategis di Filipina.

Dengan durasi proyek yang cukup panjang, WTON berpotensi memperoleh manfaat bisnis yang stabil dari sisi pendapatan maupun penguatan relasi internasional. 

Selain itu, proyek ini juga menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk terus menunjukkan konsistensi kualitas produksi dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.

Peluang Ekspansi Asia Tenggara Semakin Terbuka Lebar

Tidak berhenti pada proyek Metro Manila Subway, WIKA Beton juga telah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperbesar eksistensinya di pasar internasional. 

Perseroan berencana mengeksekusi proyek lain seperti North South Commuter Railway (NSCR), yang juga menjadi bagian penting dari pengembangan infrastruktur transportasi di Filipina.

Selain itu, WTON membuka peluang ekspansi ke negara-negara lain di Asia Tenggara, termasuk Thailand. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya memanfaatkan satu proyek sebagai pencapaian sesaat, tetapi menjadikannya sebagai pijakan untuk membangun penetrasi pasar regional yang lebih luas.

Strategi ekspansi tersebut sejalan dengan optimisme manajemen dalam menghadirkan solusi infrastruktur berkualitas tinggi, andal, dan berkelanjutan. 

Dengan pengalaman yang terus bertambah di proyek lintas negara, WTON berpotensi memperkuat daya saingnya sebagai pemain manufaktur beton yang relevan di tingkat kawasan.

“Kami terus memperkuat peran dalam pembangunan infrastruktur lintas negara untuk meningkatkan konektivitas regional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan,” tutup Kuntjara.

Terkini