JAKARTA - Industri furnitur dan dekorasi rumah Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional.
Kehadiran pelaku usaha Indonesia dalam ajang pameran desain interior di Eropa tidak hanya menjadi sarana promosi produk, tetapi juga membuka peluang transaksi yang signifikan.
Partisipasi tersebut membuktikan bahwa produk kreatif berbasis material alami dan budaya lokal memiliki tempat tersendiri di pasar global yang semakin kompetitif.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Budapest melaporkan produk furnitur dan dekorasi rumah asal Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar 743,07 ribu dolar AS atau setara Rp12,64 miliar pada pameran Home Design 2026 di Budapest, Hungaria.
Keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar ekspor ke kawasan Eropa Tengah dan Timur.
Melalui promosi langsung di ajang internasional, pelaku usaha nasional mendapat kesempatan untuk memperkenalkan kualitas produk sekaligus membangun jaringan bisnis baru dengan importir dan pelaku industri desain interior di kawasan tersebut.
Kepala ITPC Budapest Suci Mahanani menyatakan, hasil pameran ini menunjukkan tingginya minat pasar Kawasan Eropa Tengah dan Timur terhadap produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia.
"Potensi transaksi Rp12,64 miliar ini membuktikan pasar Hungaria serta Kawasan Eropa Tengah dan Timur memiliki minat besar serta menaruh kepercayaan pada produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia," kata Suci dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Minat Pasar Eropa Terhadap Produk Furnitur Indonesia
Menurut Suci, tingginya minat tersebut tidak lepas dari karakteristik produk Indonesia yang memiliki identitas kuat sekaligus mampu memenuhi standar kualitas internasional.
Produk furnitur Indonesia dikenal memiliki kualitas material yang baik, pengerjaan yang detail, serta desain yang menggabungkan unsur tradisional dan modern.
Ia menambahkan, produk Indonesia tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki desain yang mengangkat nilai budaya, menggunakan material alami, serta menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability) yang sangat sesuai dengan preferensi konsumen Eropa saat ini.
Tren konsumen di Eropa kini semakin mengarah pada produk yang ramah lingkungan serta memiliki nilai cerita di balik proses pembuatannya. Hal tersebut menjadikan produk furnitur Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang di pasar global.
Partisipasi UMKM Dalam Pameran Internasional
Pada ajang Home Design 2026, Indonesia menghadirkan empat peserta yang seluruhnya berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Keterlibatan UMKM dalam pameran internasional menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor produk kreatif nasional.
Beberapa produk yang dipamerkan terdiri dari furnitur kayu jati dengan ukiran khas Jawa, furnitur kelas premium dengan desain kreatif dan kualitas tinggi, dekorasi rumah dari tembaga dan fosil kayu, serta produk furnitur berbasis jamur miselium berpadu dengan desain kontemporer Eropa.
Keanekaragaman produk tersebut menunjukkan kekayaan material serta kreativitas desain yang dimiliki industri furnitur Indonesia. Penggunaan bahan alami dan inovatif juga menjadi nilai tambah yang membuat produk Indonesia mampu bersaing dengan produk dari negara lain.
Promosi Dan Business Matching Dengan Importir
Selama pameran berlangsung, ITPC Budapest tidak hanya memfasilitasi keikutsertaan peserta, tetapi juga aktif mendukung kegiatan promosi dan penjajakan kerja sama bisnis.
Berbagai aktivitas seperti pertemuan bisnis atau business matching dilakukan untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli potensial dari Eropa.
Selama pameran, ITPC Budapest memfasilitasi kegiatan promosi, business matching, serta kunjungan langsung ke importir.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan peluang kerja sama tidak berhenti pada tahap pameran saja, tetapi dapat berlanjut menjadi kontrak dagang yang nyata. Dengan pendekatan ini, pelaku usaha Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk menembus pasar internasional secara berkelanjutan.
Kualitas Produk Jadi Kunci Menembus Pasar Global
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Hungaria Penny D. Herasati menekankan bahwa keberhasilan produk Indonesia di pasar global sangat bergantung pada kualitas yang mampu memenuhi standar internasional.
"Kami berharap pameran ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan produk terbaik Indonesia yang telah memenuhi standar kualitas dan persyaratan ketat pasar Eropa," ujarnya.
Menurutnya, pasar Eropa dikenal memiliki regulasi serta standar kualitas yang ketat. Oleh karena itu, pelaku usaha Indonesia perlu terus menjaga mutu produk, memperhatikan aspek keberlanjutan, serta mengikuti tren desain global agar mampu mempertahankan daya saing.
Partisipasi Indonesia dalam pameran Home Design 2026 juga menjadi momentum penting untuk memperkuat citra produk furnitur nasional di kancah internasional.
Dengan dukungan pemerintah melalui promosi perdagangan dan diplomasi ekonomi, diharapkan semakin banyak pelaku usaha nasional yang mampu menembus pasar ekspor.
Keberhasilan mencatatkan potensi transaksi hingga Rp12,64 miliar tersebut menunjukkan bahwa produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang di pasar global.
Dukungan promosi yang konsisten serta peningkatan kualitas produk diyakini akan membuka lebih banyak peluang kerja sama perdagangan di masa mendatang.