Depok Siapkan BLK Industri Kreatif Dan Digital Untuk Talenta Muda

Senin, 06 April 2026 | 13:12:35 WIB
Depok Siapkan BLK Industri Kreatif Dan Digital Untuk Talenta Muda

JAKARTA- Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus menjadi fokus berbagai pemerintah daerah di Indonesia.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat pelatihan keterampilan kerja agar masyarakat mampu bersaing di dunia kerja yang semakin dinamis, terutama pada sektor industri kreatif dan teknologi digital yang terus berkembang.

Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, kini tengah menyiapkan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang dirancang khusus untuk mengembangkan keterampilan masyarakat di bidang ekonomi kreatif dan digital. 

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan kompetensi bagi generasi muda maupun masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan profesionalnya.

Rencana pembangunan BLK ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempersiapkan tenaga kerja yang adaptif terhadap perubahan zaman. 

Dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap tenaga kerja kreatif dan berbasis teknologi, keberadaan pusat pelatihan yang relevan dinilai semakin penting.

Rencana Pembangunan BLK Di Kawasan Sawangan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Depok, Dadang Wihana, Senin mengatakan, lokasi pembangunan BLK direncanakan berada di Kampung Kekupu, Sawangan.

“Untuk BLK tempatnya di Kampung Kekupu, di belakang Depok Maharaja. Tahun ini kita mulai penyusunan Feasibility study (studi kelayakan) dan Detail Engineering Design (DED),” ujarnya.

Ia menyebutkan, luas lahan yang disiapkan sekitar 4.000 meter persegi. Namun, untuk kebutuhan anggaran masih menunggu hasil penyusunan terlebih dahulu.

“Anggarannya nanti setelah DED disusun baru kelihatan,” jelasnya.

Penyusunan studi kelayakan dan rancangan teknis tersebut menjadi tahapan penting sebelum pembangunan fisik dimulai. Melalui proses tersebut, pemerintah daerah dapat memastikan desain fasilitas, kebutuhan ruang pelatihan, hingga estimasi biaya pembangunan secara lebih terukur.

Target Pembangunan Hingga Penyelesaian Proyek

Pemerintah Kota Depok menargetkan proyek pembangunan BLK dapat segera terealisasi setelah proses perencanaan rampung. Pemerintah daerah berharap pembangunan dapat dimulai dalam waktu dekat agar fasilitas tersebut segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dadang menargetkan, pembangunan fisik BLK dapat dimulai pada 2027 dan rampung paling lambat 2028.

“Insya Allah tahun depan atau 2027 bisa mulai pembangunan, paling lambat 2028,” katanya.

Sementara menunggu pembangunan, program pelatihan akan mulai dijalankan melalui fasilitas sementara.

“Embrionya saat ini kita mulai di lantai 7 gedung parkir kawasan Balai Kota Depok,” ungkapnya.

Langkah tersebut dilakukan agar program pengembangan keterampilan masyarakat tidak harus menunggu hingga bangunan BLK selesai sepenuhnya. Dengan memanfaatkan fasilitas sementara, pelatihan dapat mulai berjalan sekaligus menjadi tahap awal pembentukan ekosistem pelatihan kerja di Depok.

Program tersebut juga akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Konsep BLK Sebagai Pusat Kolaborasi Pelatihan

Menurut Dadang, BLK Depok tidak akan berbentuk seperti balai latihan kerja pada umumnya yang dilengkapi asrama.

“Jadi kita bukan BLK yang seperti ada tempat inap dan lain-lain, tetapi sebagai simpul atau hub,” jelasnya.

Konsep tersebut menempatkan BLK sebagai pusat kolaborasi yang menghubungkan berbagai program pelatihan dan lembaga terkait. Dengan model ini, BLK tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan, tetapi juga sebagai titik koordinasi berbagai kegiatan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

BLK ini nantinya akan terhubung dan berkolaborasi dengan balai latihan kerja lain yang sudah ada, termasuk yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain itu, BLK juga akan menjadi pusat persiapan tenaga kerja, termasuk bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri melalui program Depok Maju Go Global (DMGG).

Melalui kerja sama lintas lembaga tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat memiliki akses pelatihan yang lebih luas serta peluang kerja yang lebih besar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Fokus Pengembangan Industri Kreatif Dan Digital

Ke depan, BLK Depok akan difokuskan pada pengembangan industri kreatif dan digital, menyesuaikan dengan potensi ekonomi daerah.

“Di Depok nanti lebih banyak ke industri kreatif,” ujarnya.

Berdasarkan data, sektor ekonomi kreatif unggulan di Kota Depok meliputi, kuliner, fashion, riya (craft), media art (aplikasi, game, robotik, dan lainnya).

“Yang paling dominan itu kuliner. Karena tren makan minum saat ini meningkat cukup tinggi,” jelasnya.

Fokus pada sektor kreatif tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Industri kreatif dikenal memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja serta mendorong inovasi berbasis ide dan kreativitas.

Selain itu, sektor digital seperti pengembangan aplikasi, game, dan robotik juga semakin berkembang seiring dengan pesatnya transformasi teknologi. Pelatihan pada bidang tersebut dapat membantu masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Dengan konsep tersebut, BLK Depok diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan talenta kreatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mendorong daya saing tenaga kerja di tingkat nasional hingga global. 

Keberadaan fasilitas ini juga diharapkan memperkuat posisi Depok sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kreatif dan digital.

Terkini