Jakarta - Cara mencegah ambeien penting dipahami oleh mereka yang berisiko maupun yang pernah mengalami agar gejala tidak kembali.
Langkah-langkah ini tidak hanya efektif untuk mencegah munculnya ambeien, tetapi juga dapat menghindari kondisi menjadi lebih parah.
Penderita ambeien biasanya mulai merasakan ketidaknyamanan ketika benjolan di sekitar anus tidak bisa kembali masuk sendiri atau harus didorong, menimbulkan rasa nyeri, gatal, atau bahkan perdarahan saat buang air besar.
Sebenarnya, sebelum gejala mencapai tahap ini, ada berbagai upaya pencegahan yang bisa dilakukan.
Upaya pencegahan ambeien dianjurkan bagi mereka yang memiliki faktor risiko, seperti obesitas, kehamilan, kurang konsumsi serat dari buah dan sayur, kebiasaan duduk terlalu lama, mengejan saat mengangkat benda berat, mengalami sembelit atau diare kronis.
Ambeien terjadi karena pembuluh darah di anus membengkak akibat tekanan yang terlalu tinggi di area tersebut, termasuk dari rongga perut dan panggul.
Oleh karena itu, prinsip utama dalam mencegah ambeien adalah dengan mengurangi tekanan pada bagian panggul dan perut bawah.
Mengikuti langkah-langkah cara mencegah ambeien ini secara rutin akan membantu menjaga kesehatan anus dan mengurangi kemungkinan munculnya kembali gejala, sehingga bisa tetap nyaman dalam aktivitas sehari-hari.
Cara Mencegah Ambeien
Mungkin Anda sering mendengar bahwa menjaga pola makan dengan banyak buah dan sayur, cukup minum air, serta rutin bergerak bisa mencegah ambeien.
Hal ini karena kebiasaan tersebut membantu pencernaan tetap lancar dan membuat tinja lebih lunak, sehingga buang air besar tidak memerlukan tekanan berlebih.
Untuk memudahkan penerapan, simak panduan praktis berikut mengenai cara mencegah ambeien secara efektif.
1. Perbanyak konsumsi air
Memenuhi kebutuhan cairan harian sangat penting untuk menjaga tinja tetap lunak dan memudahkan proses buang air besar.
Kekurangan cairan menyebabkan feses menjadi keras, sehingga orang cenderung mengejan lebih kuat saat BAB.
Tekanan berlebih ini meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di anus, yang akhirnya bisa memicu pembengkakan.
Dianjurkan minum sekitar delapan gelas air per hari untuk orang dewasa, dan hindari minuman beralkohol atau berkafein karena dapat membuat tinja lebih keras.
2. Konsumsi buah dan sayur berserat tinggi
Buah dan sayur yang kaya serat membantu melancarkan pencernaan dan membuat tinja lebih lunak, sehingga meminimalkan tekanan saat BAB.
Kebutuhan serat harian sekitar 25–35 gram bisa dipenuhi dengan berbagai pilihan makanan. Misalnya, mangga Kwini (200 gram) mengandung sekitar 13 gram serat, sementara mangga Manalagi bisa mencapai 24 gram.
Buah lain yang kaya serat meliputi pepaya, apel, pir, pisang, jambu, dan nanas. Selain itu, sayuran dan kacang-kacangan juga menjadi sumber serat yang baik, sekaligus menambah variasi menu harian.
3. Pilih gandum utuh sebagai sumber karbohidrat
Gandum utuh, termasuk oatmeal, beras cokelat, barley, gandum hitam, jagung, buckwheat, dan quinoa, kaya serat dan dapat membantu kenyang lebih lama.
Menggantikan nasi putih dengan beras cokelat atau mengolah oatmeal dan quinoa untuk sarapan atau hidangan penutup menjadi cara yang efektif untuk memasukkan serat tambahan dalam menu harian, sekaligus menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah ketegangan berlebih pada pembuluh darah di anus.
4. Konsumsi suplemen serat
Bagi yang kurang menyukai buah dan sayur atau merasa asupan serat harian belum cukup, suplemen serat bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Disarankan mengonsumsi 20–30 gram serat per hari melalui suplemen yang tersedia dalam bentuk bubuk, tablet, kapsul, atau cairan siap minum.
Serat dalam suplemen terbagi menjadi dua jenis: larut air (soluble fiber) dan tidak larut air (insoluble fiber).
Serat larut menyerap air dan membentuk gel sehingga tinja lebih lunak dan mudah dikeluarkan.
Sementara serat tidak larut menambah volume tinja, mempercepat pergerakan di usus, dan membuat tinja lebih cepat keluar.
5. Hindari menunda buang air besar
Menunda BAB bisa mengurangi dorongan alami untuk buang air besar. Semakin lama ditunda, semakin banyak air yang diserap tubuh dari tinja, sehingga tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
Untuk menjaga rutinitas BAB, sebaiknya sediakan waktu khusus, misalnya setelah bangun pagi.
Kebiasaan ini tidak hanya mencegah tinja mengeras, tetapi juga membantu menjaga keteraturan pencernaan.
6. Jangan mengejan berlebihan
Mengejan terlalu keras atau lama saat BAB meningkatkan risiko pembengkakan pembuluh darah di anus dan dapat menyebabkan kondisi serius seperti fisura ani atau prolaps rektum.
Saat dorongan BAB muncul, sebaiknya segera ke toilet, namun beri waktu beberapa menit agar usus mendorong tinja keluar secara alami tanpa perlu mengejan terlalu kuat.
7. Rutin bergerak
Duduk terlalu lama meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area anus dan berpotensi memicu obesitas, salah satu faktor risiko ambeien.
Untuk mencegah hal ini, cobalah berdiri dan berjalan sejenak setiap 30 menit. Aktivitas sederhana ini membantu sirkulasi darah, meringankan tekanan pada pembuluh darah, dan berkontribusi pada pencernaan yang lebih sehat.
8. Berenang secara rutin
Olahraga teratur dapat memperlancar gerakan usus sehingga buang air besar menjadi lebih lancar dan risiko sembelit berkurang.
Berenang khususnya sangat dianjurkan karena aktivitas ini tidak memberi tekanan pada area panggul dan anus.
Jika dilakukan secara konsisten selama 20–60 menit, 3–5 kali seminggu, berenang dapat efektif membantu mencegah ambeien. Jenis olahraga lain yang dianjurkan meliputi jogging, yoga, dan aerobik.
Sebaliknya, olahraga yang memberi tekanan berlebih pada perut bagian bawah dan anus seperti angkat beban, squat, berkuda, bersepeda, dan mendayung sebaiknya dihindari karena bisa memicu ambeien.
9. Menurunkan berat badan
Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko munculnya ambeien. Jika Anda mengalami kelebihan berat badan, menurunkannya secara sehat menjadi salah satu langkah penting.
Caranya bisa dengan diet rendah kalori, rutin mengonsumsi sayur dan buah, serta melakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari.
Jika dijalankan dengan konsisten, metode ini tidak hanya membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah di anus, tetapi juga mencegah ambeien berkembang atau kambuh, serta membuat hasil penurunan berat badan lebih tahan lama.
10. Menggunakan obat pencahar bila diperlukan
Obat pencahar atau laksatif dapat menjadi solusi bagi mereka yang mengalami sembelit atau kesulitan buang air besar.
Fungsi obat ini adalah melunakkan tinja, menambah kadar air, atau merangsang pergerakan usus sehingga proses BAB tidak memerlukan mengejan yang berlebihan.
Terdapat berbagai jenis obat pencahar dengan cara kerja berbeda-beda, misalnya yang meningkatkan air dalam tinja, yang membuat tinja lebih lunak, atau yang merangsang usus untuk mendorong tinja keluar.
Meski banyak jenis laksatif dapat dibeli bebas tanpa resep dokter, penggunaannya tetap harus sesuai petunjuk agar aman dan efektif.
11. Konsumsi bulking agent
Bulking agent adalah zat yang menambah massa atau ukuran tinja dengan cara menyerap air di dalam usus.
Dengan demikian, tinja menjadi lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan tanpa perlu mengejan keras.
Bahan ini biasanya terkandung dalam bulk-forming laxatives, salah satu jenis laksatif yang populer untuk mengatasi sembelit dan sekaligus membantu mencegah ambeien.
Contoh bulking agent yang umum digunakan adalah psyllium, polycarbophil, dan methylcellulose.
Sebagai penutup, semua langkah di atas tidak hanya berguna untuk mencegah ambeien pada orang yang berisiko, tetapi juga efektif untuk menghindari kambuh dan mencegah kondisi menjadi lebih parah.
Selain itu, metode-metode cara mencegah ambeien ini dapat membantu meredakan gejala ambeien yang muncul, seperti nyeri, gatal, atau perdarahan ringan.
Namun, jika ambeien sudah berada pada tahap parah atau tidak dapat ditangani sendiri di rumah, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat dan risiko komplikasi dapat dihindari.