Rekomendasi Oleh Oleh Solo yang Paling Populer & Wajib Dibawa Pulang

Kamis, 12 Maret 2026 | 11:51:57 WIB
rekomendasi oleh oleh solo

Jakarta - Rekomendasi oleh oleh solo ini bisa menjadi pilihan tepat untuk membawa pulang kenangan manis dari perjalananmu. 

Kota Solo, yang juga dikenal dengan nama Surakarta, merupakan salah satu destinasi wisata budaya populer di Jawa Tengah dengan beragam kuliner dan buah tangan khas yang menggugah selera.

Tidak hanya terkenal dengan tradisi dan kebudayaannya yang masih terjaga, Solo juga memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi, mulai dari wisata alam, situs bersejarah, kawasan budaya, hingga pusat perbelanjaan. 

Berlibur di kota ini pun terasa menyenangkan karena banyak aktivitas yang dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Selain destinasi wisatanya yang beragam, Solo juga dikenal sebagai kota yang ramah di kantong. 

Banyak pilihan makanan, camilan, hingga suvenir dengan harga yang relatif terjangkau, sehingga wisatawan tetap bisa menikmati perjalanan sekaligus membeli buah tangan tanpa khawatir menguras anggaran. 

Tidak heran jika banyak wisatawan mencari rekomendasi oleh oleh solo sebelum pulang dari kota ini.

Daftar Rekomendasi Oleh Oleh Solo

Saat berkunjung ke kota ini, ada banyak pilihan buah tangan khas yang bisa dibawa pulang untuk keluarga atau teman. 

Beragam makanan tradisional hingga camilan khas tersedia dengan cita rasa yang unik dan menggugah selera. 

Berikut beberapa rekomendasi oleh oleh solo yang bisa Anda jadikan pilihan saat berwisata ke kota ini.

1. Serabi Notosuman
Serabi Solo dikenal luas sebagai salah satu kuliner khas yang sering dijadikan buah tangan dari kota ini. 

Camilan tradisional tersebut memiliki tekstur pinggiran yang renyah dengan bagian tengah yang lembut, serta perpaduan rasa manis dan gurih yang khas.

Makanan ini dibuat dari campuran tepung beras, santan, gula, dan daun pandan yang memberi aroma harum. 

Adonan kemudian dimasak menggunakan tungku kecil hingga matang sempurna, sehingga menghasilkan cita rasa tradisional yang tetap dipertahankan hingga sekarang.

Keunikan rasa serta cara pembuatannya yang masih tradisional membuat serabi Solo banyak diminati oleh wisatawan. 

Salah satu penjual yang terkenal adalah Serabi Notosuman yang dikelola oleh Ny. Lidia dan Ny. Handayani.

Di tempat ini tersedia beragam varian rasa, seperti original gurih, pandan, stroberi, cokelat, keju, hingga durian. 

Serabi biasanya dibungkus dengan daun pisang sehingga lebih praktis dibawa sekaligus menambah aroma khas. 

Toko ini berada di Jalan Moh. Yamin, kawasan Serengan, Surakarta, dan buka mulai pukul 04.30 hingga 17.00 WIB. 

Harganya pun cukup terjangkau, sekitar Rp2.500 per buah, tergantung pilihan rasa.

2. Kain Batik
Solo dikenal sebagai salah satu pusat batik terkenal di Indonesia, sejajar dengan Yogyakarta dan Pekalongan. 

Di kota ini, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis kain batik dengan motif yang beragam, mulai dari motif sederhana hingga motif keraton yang terkenal dengan kesan elegan dan klasik.

Batik dapat dengan mudah ditemukan di berbagai toko yang berada di sekitar Pasar Klewer, salah satu pusat perdagangan batik terbesar di Solo. 

Selain berbelanja, wisatawan juga dapat melihat langsung proses pembuatan batik tradisional dengan berkunjung ke Kampung Kauman atau Kampung Laweyan yang dikenal sebagai sentra batik.

Tidak jauh dari sana, terdapat pula Museum Batik Danar Hadi yang sering menjadi tujuan wisata edukatif bagi keluarga maupun rombongan yang ingin mengenal lebih jauh sejarah serta perkembangan batik di Indonesia.

3. Barang Antik
Selain terkenal dengan batik, Solo juga menawarkan pilihan buah tangan yang unik berupa berbagai barang antik. 

Koleksi yang tersedia cukup beragam, mulai dari peralatan rumah tangga, dekorasi klasik, hingga perangkat elektronik lawas yang memiliki nilai historis.

Bagi para pecinta barang vintage atau kolektor benda klasik, tempat ini bisa menjadi destinasi menarik untuk berburu barang unik. 

Pasar Triwindu di kawasan Banjarsari merupakan salah satu lokasi yang terkenal sebagai pusat penjualan barang antik di Solo.

Harga barang yang ditawarkan sangat bervariasi, tergantung jenis, kondisi, serta nilai sejarahnya. 

Ada yang dibanderol mulai dari sekitar Rp25.000, namun ada juga koleksi tertentu yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

4. Serundeng
Serundeng merupakan camilan khas yang memiliki rasa gurih dan sedikit manis. Makanan ini dibuat dari kelapa parut yang dimasak bersama berbagai bumbu rempah seperti bawang merah, lengkuas, ketumbar, asam jawa, dan kunyit sehingga menghasilkan aroma yang khas.

Camilan ini biasanya dijadikan lauk pendamping, namun juga sering dibeli sebagai makanan ringan atau buah tangan karena rasanya yang unik. 

Serundeng khas Solo dapat ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh maupun toko makanan tradisional yang berada di sekitar pasar.

Harga yang ditawarkan juga cukup ramah di kantong, biasanya berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000, tergantung ukuran dan kemasan yang dipilih.

5. Keripik Melinjo
Keripik melinjo atau emping merupakan camilan yang sudah dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Solo. 

Makanan ringan ini dibuat dari biji melinjo yang dipipihkan hingga tipis, kemudian dijemur sampai kering sebelum akhirnya digoreng hingga renyah.

Rasa gurih dan teksturnya yang renyah membuat emping melinjo sering dijadikan camilan favorit maupun pelengkap berbagai hidangan. 

Produk ini cukup mudah ditemukan di pasar tradisional maupun toko oleh-oleh di Solo.

Harganya juga relatif terjangkau, biasanya sekitar Rp15.000 untuk satu kemasan yang berisi cukup banyak keripik.

6. Ampyang
Ampyang adalah camilan tradisional khas Solo yang dibuat dari kacang tanah, gula merah, dan jahe, kemudian diolah menjadi kepingan tipis mirip rempeyek. Rasanya manis, gurih, dan sedikit hangat karena rempah jahe yang digunakan.

Camilan ini umumnya dijual di pusat oleh-oleh khas Solo maupun toko kue tradisional di sekitar pasar. 

Harganya bervariasi, mulai dari sekitar Rp4.000 hingga Rp50.000, tergantung ukuran dan kemasan yang dipilih.

7. Blangkon Solo
Blangkon merupakan penutup kepala tradisional Jawa yang khas. Blangkon Solo memiliki ciri bentuk dan warna berbeda dibandingkan dengan blangkon dari Yogyakarta, dengan bagian belakang lebih datar dan warna cokelat khas.

Selain blangkon, pengunjung juga dapat membeli pakaian tradisional seperti kebaya atau surjan di Pasar Klewer yang dekat dengan Keraton. 

Harga untuk blangkon dan pakaian tradisional ini berkisar antara Rp15.000 hingga Rp80.000.

8. Gulungan Benang Tunggal
Gulungan benang tunggal menunjukkan bagaimana benda sederhana seperti benang dapat menjadi produk yang unik dan bernilai. 

Proses pembuatannya menghasilkan benang yang kuat, lentur, dan nyaman digunakan dalam berbagai aplikasi tekstil.

Produk ini menunjukkan inovasi dan keahlian dalam dunia tekstil, yang terus berkembang untuk menghasilkan barang-barang yang bermanfaat bagi masyarakat dan dapat digunakan secara praktis maupun industri.

9. Serbat Jahe
Serbat jahe adalah minuman tradisional Solo yang terbuat dari campuran rempah pilihan seperti jahe, sereh, dan berbagai bumbu alami lainnya. 

Aromanya khas dan rasanya hangat, memberikan sensasi menyegarkan sekaligus menyehatkan, terutama saat cuaca dingin.

Kini serbat jahe hadir dalam bentuk bubuk atau tablet siap seduh sehingga mudah dinikmati kapan saja. Salah satu merek yang terkenal adalah Serbat Jangkrik Mas. 

Harganya terjangkau, sekitar Rp10.000 per kemasan berisi 10 sachet, tersedia di pusat oleh-oleh maupun pasar tradisional.

10. Es Dawet Solo
Es Dawet Solo adalah minuman tradisional menyegarkan yang terbuat dari santan kelapa manis, potongan dawet kenyal berbahan tepung sagu, dan biji selasih. 

Disajikan dengan es serut dan sirup gula merah, minuman ini memberikan rasa manis dan tekstur unik yang cocok dinikmati saat cuaca panas.

Es Dawet Solo mudah ditemukan di berbagai penjual makanan dan minuman tradisional di kota Solo. 

Harganya ramah di kantong, biasanya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per mangkuk, sehingga menjadi pilihan minuman segar yang populer di kalangan wisatawan dan penduduk lokal.

11. Jadah Manten
Jadah Manten adalah kue tradisional khas Solo yang biasa disajikan saat acara pernikahan. Kue ini terbuat dari ketan yang dimasak dengan santan dan gula merah hingga menghasilkan tekstur yang lembut serta rasa manis yang khas.

Biasanya, kue ini dibungkus menggunakan daun pisang, sehingga menambah aroma alami yang khas dan nikmat. 

Saat ini, Jadah Manten juga tersedia sebagai oleh-oleh yang bisa dibawa pulang dari Solo.

Kue ini dapat ditemukan di toko-toko kue maupun pusat oleh-oleh khas Solo. Harganya cukup terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per bungkus, tergantung ukuran dan isian.

12. Lapis Sah
Lapis Sah atau Lapis Legit adalah kue tradisional yang terdiri dari lapisan tipis dengan bahan utama telur, gula, mentega, dan rempah-rempah. 

Kue ini terkenal dengan rasa manis legit dan teksturnya yang lembut, menjadikannya oleh-oleh favorit bagi wisatawan.

Di Solo, Lapis Legit hadir dalam berbagai varian rasa, seperti original, pandan, cokelat, dan keju. 

Kue ini tersedia di banyak toko kue dan pusat oleh-oleh, dengan harga per kotak berkisar antara Rp30.000 hingga Rp100.000, tergantung ukuran dan isiannya.

13. Kue Lidah Buaya
Kue Lidah Buaya adalah kue khas Solo yang terbuat dari adonan tepung terigu dengan tambahan lidah buaya, sehingga memiliki rasa segar dan tekstur kenyal. Bentuknya menyerupai lidah buaya, sehingga mendapatkan nama unik tersebut.

Kue ini banyak dijual di pusat oleh-oleh maupun pasar tradisional Solo. Harganya relatif terjangkau, biasanya sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per bungkus.

14. Getuk Lindri
Getuk Lindri adalah camilan tradisional yang dibuat dari singkong kukus yang dihaluskan, dicampur dengan santan dan gula merah. 

Teksturnya kenyal dengan rasa manis yang khas, sering dihiasi parutan kelapa untuk menambah cita rasa.

Tersedia dalam berbagai varian rasa, seperti pandan, cokelat, atau original, Getuk Lindri dapat dibeli di toko oleh-oleh atau toko makanan khas Solo. 

Harganya berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per bungkus, tergantung ukuran dan varian rasa.

15. Empuk Solo
Empuk Solo adalah hidangan daging tradisional khas Solo yang wajib dicoba oleh pecinta kuliner. 

Dagingnya sangat lembut dengan bumbu khas yang kaya rempah, memberikan cita rasa autentik dan menggugah selera.

Kelembutan dan rempah yang meresap membuat Empuk Solo memiliki tempat istimewa dalam kuliner tradisional Indonesia, sekaligus menjadi pilihan oleh-oleh makanan yang istimewa bagi wisatawan.

16. Prabu Solo
Prabu Solo adalah kue kekinian yang dimiliki oleh atlet nasional asal Solo, Febri Utomo. Tempat ini menawarkan dua jenis kue andalan, yakni pastry dan bolu, yang semuanya mengangkat tema budaya Solo.

Nama-nama menu di sini terinspirasi dari tokoh pewayangan, seperti Pandawa Pastry yang diambil dari karakter Pandawa dalam kisah Mahabharata. 

Sementara Punokawan Bolu hadir dengan berbagai varian rasa, antara lain Semar keju, Gareng greentea, Petruk taro, Bagong cokelat, dan Srikandi blueberry.

Harga kue di Prabu Solo cukup terjangkau, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp60.000. Outletnya dapat dikunjungi di Jl. RM Said, Banjarsari, Kota Surakarta.

17. Abon Mesran
Abon Mesran merupakan oleh-oleh khas Solo yang populer dan unik. Keistimewaan abon ini terletak pada serat daging yang lembut, bumbu yang meresap, dan tambahan bawang goreng yang menambah cita rasa.

Tersedia dua varian utama, yaitu abon sapi dan abon ayam, dengan rasa manis atau pedas. Abon ini memiliki daya simpan yang lama sehingga cocok dijadikan oleh-oleh atau camilan setelah pulang. 

Harganya bervariasi, mulai dari Rp60.000 hingga ratusan ribu rupiah, tergantung ukuran kemasan.

18. Roti Kecik
Roti Kecik adalah camilan tradisional Solo yang disukai oleh Sinuhun Pakubuwono X. Meskipun disebut “roti”, teksturnya cukup keras sehingga lebih tepat disebut sebagai kue kering.

Bentuknya panjang dan lonjong, dengan rasa manis dan gurih yang pas di lidah. Bahan utamanya berupa campuran tepung beras ketan yang dipanggang agar bisa bertahan lama. 

Salah satu merek terkenal adalah Roti Kecik Ganep, yang dapat dibeli di Toko Ganep Tradisi Solo, dengan harga mulai Rp6.500 hingga Rp50.000 per bungkus.

19. Brem Solo
Brem Solo adalah panganan tradisional khas kota ini dengan cita rasa berbeda dari brem asal Madiun. Bentuknya bulat seperti koin, terbuat dari sari ketan hitam yang difermentasikan dan dipadatkan.

Rasanya khas, manis, dan sedikit asam, sehingga menjadi favorit wisatawan. Brem Solo tersedia di pusat oleh-oleh dan toko-toko tradisional, dengan harga mulai dari Rp6.500 hingga Rp15.000 per kemasan.

20. Intip Solo
Intip Solo adalah kerupuk kerak nasi khas Solo yang renyah dan lezat. Terbuat dari kerak nasi yang dicetak pada dandang atau kendi, kemudian digoreng hingga matang sempurna.

Meskipun mirip rengginang, ukurannya lebih besar. Ada dua varian, yaitu intip polos atau intip yang disiram gula jawa cair untuk rasa manis. 

Intip Solo dapat ditemukan di hampir semua toko oleh-oleh dan pasar tradisional, seperti Pasar Gede, dengan harga sekitar Rp25.000 per kemasan ukuran besar, cocok sebagai camilan atau buah tangan khas kota Solo.

21. Renginang
Renginang adalah camilan gurih dengan tekstur renyah yang kini populer di seluruh Indonesia. 

Dibuat dari beras ketan berkualitas, kerupuk ini berbentuk tebal dan berbeda dari intip yang terbuat dari kerak nasi. 

Proses pembuatannya meliputi perebusan beras ketan, penjemuran hingga kering, lalu digoreng hingga mengembang sempurna.

Selain rasa gurih asli, rengginang juga hadir dalam varian manis dan pedas, membuatnya semakin digemari sebagai camilan. 

Produk ini mudah ditemukan di pusat oleh-oleh atau toko jajanan ringan di Solo, dengan harga berkisar Rp15.000–Rp25.000 per bungkus.

22. Balung Kethek
Balung Kethek merupakan camilan tradisional dengan nama unik yang berarti “tulang monyet” karena bentuknya panjang dan teksturnya keras. Camilan ini dibuat dari singkong yang dipotong memanjang, dikeringkan, lalu digoreng.

Varian rasa balung kethek cukup beragam, mulai dari gurih, pedas, manis, keju, balado, jagung manis, hingga ayam bakar. 

Camilan ini banyak dijual di pasar tradisional maupun toko oleh-oleh Solo, dengan harga sekitar Rp10.000–Rp15.000 per bungkus.

23. Kerupuk Karak
Kerupuk Karak dibuat dari sisa nasi yang dibumbui, ditumbuk tipis, dijemur, lalu digoreng hingga renyah. 

Rasanya gurih dan cocok dijadikan teman berbagai hidangan khas Solo, terutama cabuk rambak.

Kerupuk ini tersedia di pasar tradisional dan toko oleh-oleh, dengan harga terjangkau sekitar Rp12.000 per bungkus, baik yang mentah maupun sudah matang.

24. Mata Maling
Mata Maling adalah keripik khas Solo yang terbuat dari kulit melinjo. Kulit melinjo dibumbui, dimasak hingga renyah, menghasilkan rasa pedas manis yang gurih.

Camilan ini sangat cocok untuk dinikmati saat bersantai atau dijadikan oleh-oleh. Tersedia di pasar tradisional dan toko oleh-oleh, dengan harga sekitar Rp10.000 per bungkus ukuran besar.

25. Souvenir atau Kerajinan Tangan
Selain makanan, Solo juga menawarkan beragam kerajinan tangan sebagai oleh-oleh. Produk ini meliputi wayang, gantungan kunci, miniatur, gerabah, dan berbagai souvenir unik lainnya.

Barang-barang ini mudah ditemukan di pedagang asongan, toko oleh-oleh, atau pusat produksi souvenir. Salah satu tempat yang populer adalah Toko Javenir di Jl. Adi Sucipto, Colomadu. 

Harga bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga ratusan juta rupiah, tergantung jenis dan kualitas barang yang dipilih.

Sebagai penutup, jelajahi berbagai camilan, kue, dan kerajinan khas kota ini sebagai pilihan sempurna untuk dibawa pulang sebagai rekomendasi oleh oleh Solo.

Terkini