Danantara Fokuskan Bisnis PGN pada Sektor Energi Midstream dan Downstream

Jumat, 30 Januari 2026 | 12:03:33 WIB
Danantara Fokuskan Bisnis PGN pada Sektor Energi Midstream dan Downstream

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS), yang dikenal dengan nama PGN, kini mendapatkan arahan baru dari Danantara untuk berfokus pada bisnis energi di sektor midstream dan downstream, bukan lagi upstream seperti sebelumnya. 

Perubahan ini merupakan bagian dari langkah besar untuk mendukung tiga fokus utama yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan sumber daya manusia.

 Arahan ini datang langsung dari Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, yang menyampaikan informasi ini pada Kamis, 29 Januari 2026.

Dony menjelaskan bahwa perusahaan BUMN, termasuk PGN, diharapkan berperan aktif dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah. Khususnya di sektor energi, PGN akan difokuskan untuk mengembangkan dan memperluas kegiatan di bidang midstream dan downstream. 

"BUMN akan mendukung realisasi tiga fokus utama pemerintah dalam program strategis. Di sektor energi, seperti PGN, akan bergerak di bisnis midstream dan downstream, bukan upstream lagi," ujar Dony dengan tegas.

Langkah PGN untuk Mengurangi Ketergantungan pada Impor LPG

Sejalan dengan arahan tersebut, salah satu langkah strategis yang akan diambil oleh PGN adalah untuk meningkatkan ketahanan energi, khususnya dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG (Liquefied Petroleum Gas). 

PGN diminta untuk terus mengembangkan jaringan gas rumah tangga, dengan tujuan mengurangi ketergantungan rumah tangga terhadap LPG yang sebagian besar diimpor dari luar negeri.

Dony Oskaria menambahkan bahwa tahap awal pembangunan jaringan gas rumah tangga dimulai di Batam. Setelah itu, proyek tersebut akan berlanjut ke empat kota lainnya.

 “Trial pembangunan jaringan gas rumah tangga dilakukan di Batam. Setelah itu akan berlanjut ke 4 kota lainnya,” ujarnya. 

Program jaringan gas rumah tangga yang terus diperluas oleh PGN ini bertujuan untuk mengurangi kebutuhan LPG yang selama ini bergantung pada impor.

Pada 2025, PGN telah berhasil menyediakan gas untuk lebih dari 821.000 rumah tangga yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kota/kabupaten. 

Selain itu, PGN juga telah membangun dan mengelola lebih dari 33.500 km pipa transmisi dan distribusi gas bumi, di mana sekitar 19.700 km di antaranya merupakan pipa jaringan gas rumah tangga (jargas). Dengan terus mengembangkan proyek ini, PGN berperan penting dalam menciptakan ketahanan energi di Indonesia.

Pengembangan Dimetil Eter (DME) untuk Gantikan LPG

Sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, PGN juga akan fokus pada pengembangan Dimetil Eter (DME) sebagai alternatif yang lebih efisien. 

DME dipandang sebagai solusi untuk menggantikan peran LPG di rumah tangga Indonesia yang selama ini sebagian besar masih mengandalkan impor.

Dony Oskaria menyebutkan bahwa Danantara sudah menyiapkan program DME untuk menggantikan LPG, dan proyek ini akan segera dimulai. 

"Kami sudah menyiapkan program DME untuk menggantikan LPG yang sebagian besar impor. Groundbreaking proyek DME segera dilakukan pada akhir Januari atau awal Februari 2026 ini," tambah Dony.

Kementerian ESDM memprediksi bahwa total konsumsi LPG pada tahun 2026 akan mencapai sekitar 10 juta metrik ton (MT), sementara kapasitas produksi nasional hanya sekitar 1,3 hingga 1,4 juta MT per tahun. Hal ini menyebabkan defisit LPG sekitar 8,6 juta MT yang harus dipenuhi melalui impor. 

Oleh karena itu, proyek DME yang dikembangkan oleh PGN diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG tersebut, serta menciptakan ketahanan energi jangka panjang bagi Indonesia.

Kerja Sama dengan PT Bukit Asam dan Pengembangan SNG

Pengembangan DME ini bukanlah langkah pertama PGN dalam berinovasi untuk mendukung ketahanan energi nasional. Sebelumnya, PT Bukit Asam (PTBA) telah melakukan studi awal mengenai pengembangan DME. 

Selain itu, PGN dan PTBA juga sedang mengembangkan kerja sama hilirisasi batu bara dalam bentuk Synthetic Natural Gas (SNG), yang berpotensi menjadi sumber energi alternatif yang dapat disalurkan kepada pelanggan PGN yang sudah ada.

Jika proyek ini dapat terlaksana sesuai rencana, gas hasil olahan batu bara (SNG) ini akan menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, terutama dalam mendukung ketahanan energi Indonesia. 

PGN berperan penting dalam mendistribusikan gas hasil pengolahan ini kepada pelanggan-pelanggan existing yang telah menggunakan jaringan gas bumi.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan keseriusan PGN dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan ketahanan energi, serta mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil. 

Melalui proyek-proyek strategis ini, PGN berusaha untuk meningkatkan efisiensi energi di sektor rumah tangga dan industri, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian energi Indonesia.

Terkini