Kemenperin Dorong Penguatan Ekosistem Semikonduktor untuk Masa Depan

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:00:58 WIB
Kemenperin Dorong Penguatan Ekosistem Semikonduktor untuk Masa Depan

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memperkuat pengembangan industri semikonduktor nasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. 

Industri semikonduktor, yang kini berperan penting dalam berbagai sektor seperti elektronik, otomotif, telekomunikasi, dan energi, menjadi pilar utama dalam mendukung transformasi digital. Namun, ketergantungan Indonesia pada impor semikonduktor yang masih tinggi menjadi tantangan besar. 

Oleh karena itu, Kemenperin menempatkan pengembangan desain chip dan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai langkah awal untuk memperbaiki ketahanan industri semikonduktor di Indonesia.

Mengurangi Ketergantungan Impor Melalui Penguatan Desain Chip

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri semikonduktor, namun saat ini masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. 

Sebagai contoh, pada 2025, nilai impor semikonduktor Indonesia tercatat mencapai hampir 5 miliar dolar AS, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2020. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan tersebut. 

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, untuk mewujudkan kemandirian dalam semikonduktor, salah satu langkah penting adalah dengan meningkatkan kemampuan desain chip yang menjadi fondasi penting dalam ekosistem semikonduktor.

Kemenperin telah memulai inisiatif untuk memperkuat desain chip lokal melalui pembentukan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC). Kerja sama ini melibatkan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) serta 13 universitas terkemuka di Indonesia. 

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam desain chip yang nantinya dapat berperan dalam pengembangan teknologi lokal serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor global.

Peta Jalan Pengembangan Industri Semikonduktor Nasional

Sebagai bagian dari strategi pengembangan yang lebih luas, Kemenperin telah menyusun roadmap untuk industri semikonduktor Indonesia. Roadmap ini mencakup empat pilar utama yang harus diperkuat, yaitu material, desain chip, fabrikasi (front end), serta assembly, testing, and packaging (back end). 

Dalam rangka pengembangan ini, Kemenperin juga menekankan pentingnya penguatan riset dan inovasi serta kebijakan industri yang kondusif untuk mendukung pertumbuhan industri semikonduktor nasional.

Peta jalan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai pasok global, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah dalam negeri. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat kemandirian teknologi Indonesia agar dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat industri manufaktur nasional. 

Agus Gumiwang juga menegaskan bahwa pengembangan semikonduktor ini akan membawa manfaat jangka panjang yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, baik dalam hal penciptaan lapangan kerja maupun peningkatan kapasitas teknologi nasional.

Peran Penting SDM dalam Mengembangkan Ekosistem Semikonduktor

Penguatan SDM menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan industri semikonduktor Indonesia. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenperin bekerja sama dengan universitas-universitas dalam negeri untuk menciptakan talenta-talenta terbaik di bidang desain chip dan pengembangan semikonduktor. 

Kemenperin berencana untuk terus meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan, riset, dan kolaborasi dengan industri untuk menghasilkan produk-produk semikonduktor berkualitas tinggi yang dapat bersaing di pasar global.

Kehadiran ICDEC diharapkan menjadi pusat pengembangan desain chip yang mendukung pengembangan SDM berkualitas di sektor semikonduktor. 

Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi ini akan menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan mendorong terjadinya inovasi di sektor semikonduktor. 

Selain itu, pengembangan SDM juga akan membuka peluang kerja baru di industri semikonduktor yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Kolaborasi Global dan Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur Indonesia

Indonesia telah memulai langkah besar dalam memperkuat daya saing industri semikonduktor nasional melalui penguatan ekosistem yang terintegrasi. Salah satu cara untuk meningkatkan daya saing ini adalah dengan memperkuat kolaborasi global. 

Dalam acara Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026 di Bandung, Kemenperin menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemangku kepentingan internasional untuk alih teknologi, pengembangan kapasitas, serta inovasi di industri semikonduktor.

Selain itu, Kemenperin juga menekankan pentingnya mendukung pembangunan infrastruktur yang memadai untuk mendukung ekosistem semikonduktor nasional. 

Melalui kebijakan industri yang kondusif dan sinergi dengan berbagai pihak, Indonesia diharapkan dapat memperkuat posisinya dalam rantai pasok global dan mewujudkan kemandirian dalam teknologi semikonduktor.

Komitmen Pemerintah untuk Mengembangkan Industri Semikonduktor Nasional

Kemenperin berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem semikonduktor di Indonesia dengan fokus pada penguatan desain chip dan pengembangan SDM sebagai langkah awal.

 Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor industri, diharapkan Indonesia dapat mempercepat terwujudnya kemandirian dalam industri semikonduktor. 

Pembangunan ekosistem semikonduktor ini tidak hanya akan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan dan mendukung transformasi digital nasional.

Ke depan, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran yang lebih besar dalam rantai pasok semikonduktor global. Melalui pengembangan desain chip dan penguatan kapasitas SDM, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri semikonduktor dunia.

Terkini