Konversi Waran Seri I Bank Aladin Tambah Saham Beredar

Jumat, 30 Januari 2026 | 08:55:54 WIB
Konversi Waran Seri I Bank Aladin Tambah Saham Beredar

JAKARTA - Perubahan struktur permodalan kembali terjadi di sektor perbankan syariah digital. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) resmi merealisasikan konversi Waran Seri I menjadi saham, sebuah langkah yang secara langsung berdampak pada jumlah saham beredar di pasar. 

Aksi korporasi ini mencerminkan dinamika pertumbuhan perusahaan sekaligus minat investor dalam memanfaatkan instrumen turunan yang telah diterbitkan sebelumnya.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), 28 Januari 2026, pelaksanaan waran tersebut dilakukan pada 26 Januari 2026 dengan jumlah saham hasil konversi mencapai 64,50 juta saham. Konversi ini menjadi bagian dari mekanisme pasar modal yang memungkinkan pemegang waran meningkatkan kepemilikan sahamnya, sekaligus memperkuat struktur ekuitas perusahaan.

Realisasi Waran Seri I Jadi Saham Baru

Sharestar Indonesia selaku Biro Administrasi Efek (BAE) menyampaikan bahwa saham hasil pelaksanaan Waran Seri I tersebut telah didistribusikan kepada para pemegangnya pada 27 Januari 2026. Distribusi ini menandai rampungnya proses konversi waran menjadi saham yang sah dan tercatat di pasar.

Dengan terealisasinya pelaksanaan waran tersebut, jumlah saham PT Bank Aladin Syariah Tbk mengalami peningkatan. Sebelumnya, jumlah saham beredar tercatat sebanyak 14,85 miliar saham. Setelah konversi, total saham BANK meningkat menjadi 14,92 miliar saham.

Seiring dengan bertambahnya jumlah saham, jumlah Waran Seri I BANK (BANK-W) pun mengalami penurunan. Waran yang sebelumnya tercatat sebanyak 2,49 miliar waran berkurang menjadi 2,43 miliar waran. Penurunan ini mencerminkan jumlah waran yang telah dieksekusi oleh pemegangnya menjadi saham biasa.

Dampak Terhadap Struktur Saham Dan Waran

Adapun rincian perubahan jumlah efek menunjukkan bahwa saham BANK bertambah sebanyak 64.504.462 saham. Pada saat yang sama, jumlah waran BANK-W berkurang dalam jumlah yang sama. Perubahan ini merupakan konsekuensi langsung dari pelaksanaan waran yang telah ditetapkan dalam ketentuan penerbitannya.

Bagi emiten, konversi waran menjadi saham memiliki implikasi terhadap struktur permodalan dan kepemilikan. Bertambahnya jumlah saham beredar dapat memperkuat ekuitas perusahaan, namun juga berpotensi memengaruhi struktur kepemilikan serta perhitungan rasio keuangan tertentu.

Di sisi lain, bagi investor, pelaksanaan waran mencerminkan keputusan strategis untuk mengubah hak menjadi kepemilikan saham. Langkah ini biasanya didorong oleh ekspektasi terhadap prospek perusahaan ke depan serta potensi pertumbuhan nilai saham.

Pergerakan Saham Di Tengah Aksi Korporasi

Di tengah aksi konversi waran tersebut, pergerakan saham BANK di pasar masih menunjukkan tekanan. Pada penutupan perdagangan Kamis, 29 Januaari 2026 saham BANK tercatat terkoreksi sebesar 7,58% secara harian ke level Rp 610.

Koreksi ini terjadi di tengah dinamika pasar yang masih dipengaruhi berbagai sentimen, baik dari sisi makroekonomi maupun kondisi pasar saham secara umum. 

Aksi korporasi seperti konversi waran kerap menjadi perhatian pelaku pasar, meskipun pergerakan harga saham tetap dipengaruhi oleh faktor permintaan dan penawaran di bursa.

Meski demikian, fluktuasi harga saham jangka pendek tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan secara keseluruhan. Investor umumnya juga mencermati kinerja keuangan dan pertumbuhan bisnis sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.

Kinerja Keuangan Tunjukkan Pertumbuhan Positif

Dari sisi kinerja, PT Bank Aladin Syariah Tbk mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada November 2025, total aset BANK mencapai Rp 14,21 triliun. Capaian tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 8,78 triliun.

Pertumbuhan aset ini mencerminkan ekspansi bisnis serta peningkatan skala usaha Bank Aladin Syariah dalam menjalankan model perbankan syariah berbasis digital. Peningkatan aset juga menjadi indikator penguatan posisi bank di tengah persaingan industri perbankan.

Tidak hanya dari sisi aset, kinerja profitabilitas BANK juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Laba periode berjalan tercatat sebesar Rp 151,61 miliar. Capaian ini berbalik dari kondisi rugi sebesar Rp 76,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan kinerja laba ini menjadi sinyal positif bagi perusahaan, terutama setelah sebelumnya mencatatkan kerugian. Dengan pertumbuhan aset dan perbaikan profitabilitas, Bank Aladin Syariah memiliki ruang untuk memperkuat fundamental bisnisnya ke depan.

Secara keseluruhan, konversi Waran Seri I menjadi saham menambah dinamika struktur permodalan BANK. Aksi ini berlangsung seiring dengan upaya perusahaan mencatatkan pertumbuhan kinerja yang lebih solid. 

Meski pergerakan saham di pasar masih mengalami tekanan, kinerja keuangan menunjukkan tren yang lebih positif dibandingkan periode sebelumnya.

Terkini